Pondok Ilmu Pengetahuan

Wednesday, January 21, 2015

KASUS



3 KASUS PERETASAN YANG MENGHEBOHKAN
 
Pada tahun 2014, Kasus Hacking atau peretasan menjadi topic utama pemberitaan media seluruh dunia. Salah satunya yang masih hangat yaitu kasis peretasan Sony Picture Entertaiment.
Selain kasus tersebut, ternyata ada beberapa peretasan lain yang terjadi sepanjang tahun lalu. Berikut ini beberapa kasus peretasan paling heboh 2014 seperti dikutip dari Wired.

Peretasan Sony Pictures Entertaiment



Pada 24 November 2014, Para karyawan perusahaan perfilman tersebut menemukan kejutan aneh di computer mereka. Kejutan tersebut yaitu munculnya gambar tengkorak berwarna merah pada layar computer bersamaan dengan hal itu, muncul juga pesan bahwa ada rahasia perusahaan yang akan dibocorkan.

Setelah itu, kelompok peretas yang mengaku sebagai Guardian of Peace (Gop) menyebarkan lebih dari 40 GB data rahasia perusahaan Sony Picture Entertaiment. Diantaranya data yang bocor itu termasuk data medis  karyawan, gaji, tinjauan kinerja, bayaran untuk pra selebriti, nomor jaminan social, serta salinan beberapa film yang belum dirilis. 

The Fappening

Sebelum terjadi aksi peretasan terhadap Senoy Pictures Entertaiment, Kasus lain yang cukup menghebohkan yaitu “ The Fappening”. Kasus ini menggemparkan karena sang sang penyusup membocorkan foto foto “polos” para selebritas Hollywood

Beberapa koleksi yang menjadi sorotan yaitu foto tanpa busana milik Jennifer Lawrence, Kate Upon, Kaley Couco, Hayden Panetierre, Serta Kirsten Dunst. Peretas dikabarkan mendapatkan foto foto itu dengan cara menyusup ke dalam akun iCloud 100 orang selebritas. Selanjutnya, dia menyebarkan 500 foto ke dalam forum 4chan.

CEO Apple Tim Cook memcabntah bahwa iCloud bisa dibobol dengan mudah oleh peretas. Namun, pasca kejadian tersebut, mereka meningkatkan keamanan iCloud dengan cara mengirim peringatan via email jika ada orang yang berusaha memincahkan isi penyimpanan berbasis cloud tersebut ke wadah lain.

Bocornya 56 juta kartu kredit



Pada September 2014, Perusahaan ritel AS The Home Deport mengumumkan telah menjadi korban aksi peretasan. Peristiwa tersebut membuat 53 juta alamat email serta 56 juta informasi kartu kredit dan kartu debit pelanggan bocor.

Peretas The Home Deport telah masuk ke dalam sistem computer perusahaan sejak April. Mereka masuk ke dalam computer internal perusahaan dengan memanfaatkan informasi yang dicuri dari vendor pihak ke tiga. (INO)

SUMBER : KOMPAS 19 JANUARI 2015

No comments:

Post a Comment