3 KASUS PERETASAN YANG MENGHEBOHKAN
Pada tahun 2014, Kasus Hacking atau peretasan menjadi topic
utama pemberitaan media seluruh dunia. Salah satunya yang masih hangat yaitu
kasis peretasan Sony Picture Entertaiment.
Selain kasus tersebut, ternyata ada beberapa peretasan lain
yang terjadi sepanjang tahun lalu. Berikut ini beberapa kasus peretasan paling
heboh 2014 seperti dikutip dari Wired.
Peretasan
Sony Pictures Entertaiment
Pada 24 November 2014, Para karyawan perusahaan perfilman
tersebut menemukan kejutan aneh di computer mereka. Kejutan tersebut yaitu
munculnya gambar tengkorak berwarna merah pada layar computer bersamaan dengan
hal itu, muncul juga pesan bahwa ada rahasia perusahaan yang akan dibocorkan.
Setelah itu, kelompok peretas yang mengaku sebagai Guardian
of Peace (Gop) menyebarkan lebih dari 40 GB data rahasia perusahaan Sony
Picture Entertaiment. Diantaranya data yang bocor itu termasuk data medis karyawan, gaji, tinjauan kinerja, bayaran
untuk pra selebriti, nomor jaminan social, serta salinan beberapa film yang
belum dirilis.
The
Fappening
Sebelum terjadi aksi peretasan terhadap Senoy Pictures
Entertaiment, Kasus lain yang cukup menghebohkan yaitu “ The Fappening”. Kasus
ini menggemparkan karena sang sang penyusup membocorkan foto foto “polos” para
selebritas Hollywood
Beberapa koleksi yang menjadi sorotan yaitu foto tanpa
busana milik Jennifer Lawrence, Kate Upon, Kaley Couco, Hayden Panetierre,
Serta Kirsten Dunst. Peretas dikabarkan mendapatkan foto foto itu dengan cara
menyusup ke dalam akun iCloud 100 orang selebritas. Selanjutnya, dia
menyebarkan 500 foto ke dalam forum 4chan.
CEO Apple Tim Cook memcabntah bahwa iCloud bisa dibobol
dengan mudah oleh peretas. Namun, pasca kejadian tersebut, mereka meningkatkan
keamanan iCloud dengan cara mengirim peringatan via email jika ada orang yang
berusaha memincahkan isi penyimpanan berbasis cloud tersebut ke wadah lain.
Bocornya 56
juta kartu kredit
Pada September 2014, Perusahaan ritel AS The Home Deport
mengumumkan telah menjadi korban aksi peretasan. Peristiwa tersebut membuat 53
juta alamat email serta 56 juta informasi kartu kredit dan kartu debit
pelanggan bocor.
Peretas The Home Deport telah masuk ke dalam sistem computer
perusahaan sejak April. Mereka masuk ke dalam computer internal perusahaan
dengan memanfaatkan informasi yang dicuri dari vendor pihak ke tiga. (INO)
SUMBER : KOMPAS 19
JANUARI 2015


No comments:
Post a Comment