Pondok Ilmu Pengetahuan

Saturday, January 17, 2015

RUMAH PENGETAHUAN



TEKNOLOGI SAR
MELACAK JEJAK DI DASAR LAUT


Di Indonesia yang ¾ merupakan daerah perairan kelautan. apalagi diiringi dengan cuaca yang tidak menentu. menjadikan di berbagai belahan maskapai penerbangan indonesia dimungkinakn sekali dilanda akan musibah.
seperti pesawat Adam Air yang menghabiskan waktu pencarian selama 6 bulan. kemudian tahun 2015 ini. pesawat AirAsian QZ 8501. Operasi SAR untuk menemukan penumpang dan potongan besar dilakukan. termasuk mencari kotak hitam. hal ini yang menjadi tantangan besar bagi BASARNAS. 

Tak heran jika puluhan penyelam dengan kualifikasi tempur sekalipun beraksi. begitu pula alat alat cangih buatan masuia juga dioperasionalkan.

Hingga kini, ada setidaknya empat alat yang banyak disebut sebut dibawa sejumlah kapanl dengan kategori canggih untuk mencari korban penumpang pesawat yang jatuh dan potongan besar. 

Alat pertama yang diandalkan adalah multibean echosounder. Alat ini akan mendeteksi kedalaman laut berdasarkan gelombang suara. Sinyal balik gelombang suara akan dianalisis untuk memastikan kedalaman laut.

Jika multiben echosunder mendeteksi gundukan atau suatu yang lebih menonjol di bandingkan sekitarnya. gundukan tersebut akan dideteksi sebagai titik  dengan kedalaman lebih rendah. Selanjutnya tempat tempat dicurigai sebagai gundukan akan disisir ulang. 

Alat Kedua yang digunakan adalah magnetometer. Alat ini mendeteksi benda benda logam. Oleh karena yang dicari adalah bangkai pewasat, termasuk posisi kotak hitam, alat ini diandalkan untuk mendeteksi benda benda logam itu.

Jika citra menonjol tersebut dipastikan logam, diturunkan alat lain bernama side scan sonar. Alat ini untuk mendeteksi gambar dua dimensi tersebut. Hasilnya mirip foto kopi hitam putih atau ultrasonografi (USG) pada pemeriksaan kehamilan. 

Jika pemindaian sonar menyakini bahwa benda menonjol di dalam laut bangkai pesawat, langkah terakhit adalah menunrunkan wahana khusus dengan kamera bawah laut yakni remote operate vehicle (ROV)

Diluar operasi kedaruratan atau SAR itu. ROV juga digunakan untuk eksplorasi atau pemasangan pipa minyak dan gas serta kontruksi lain di lepas pantai. Alat sebesar generatorset itu punya kamera kecil untuk memotret. Pada jenis lain, robot dilengkapi lengan mekanik untuk mengambil sampel atau obyek. 

Di dunia, alat lain yang digunakan untuk mencari pesawat yang hilang. diantaranya Malaysia Airlines MH 370, adalah jenis autonomous underwater vihecle (AUV), Bluefin – 21. Wahana itu memiliki panjang 7,5 meter dan diameter 0,5 meter menyerupai pontoon atau perahu berlambung datar. Bluefin digerakkan baling baling pada bagian ekor yang mengerucut.
Pada tubuh Buefin terdapat beberapa komponen dan sistem komunikasi, sistem kendali dan kompartemen penyimpan data. Muatan itu tahan terhadap tekanan ekstrem di laut dalam. Alat itu akan melayang laying di kedalaman 50 meter untuk memindai dasar laut. 
Sumber : Kompas

No comments:

Post a Comment