TEKNOLOGI SAR
MELACAK JEJAK DI DASAR LAUT
Di Indonesia yang ¾ merupakan daerah perairan kelautan.
apalagi diiringi dengan cuaca yang tidak menentu. menjadikan di berbagai
belahan maskapai penerbangan indonesia dimungkinakn sekali dilanda akan
musibah.
seperti pesawat Adam Air yang menghabiskan waktu pencarian selama 6 bulan. kemudian tahun 2015 ini. pesawat AirAsian QZ 8501. Operasi SAR untuk menemukan penumpang dan potongan besar dilakukan. termasuk mencari kotak hitam. hal ini yang menjadi tantangan besar bagi BASARNAS.
seperti pesawat Adam Air yang menghabiskan waktu pencarian selama 6 bulan. kemudian tahun 2015 ini. pesawat AirAsian QZ 8501. Operasi SAR untuk menemukan penumpang dan potongan besar dilakukan. termasuk mencari kotak hitam. hal ini yang menjadi tantangan besar bagi BASARNAS.
Tak heran jika puluhan penyelam dengan kualifikasi tempur
sekalipun beraksi. begitu pula alat alat cangih buatan masuia juga
dioperasionalkan.
Hingga kini, ada setidaknya empat alat yang banyak disebut
sebut dibawa sejumlah kapanl dengan kategori canggih untuk mencari korban
penumpang pesawat yang jatuh dan potongan besar.
Alat pertama yang diandalkan adalah multibean echosounder.
Alat ini akan mendeteksi kedalaman laut berdasarkan gelombang suara. Sinyal
balik gelombang suara akan dianalisis untuk memastikan kedalaman laut.
Jika multiben echosunder mendeteksi gundukan atau suatu yang
lebih menonjol di bandingkan sekitarnya. gundukan tersebut akan dideteksi
sebagai titik dengan kedalaman lebih
rendah. Selanjutnya tempat tempat dicurigai sebagai gundukan akan disisir
ulang.
Alat Kedua yang digunakan adalah magnetometer. Alat ini
mendeteksi benda benda logam. Oleh karena yang dicari adalah bangkai pewasat,
termasuk posisi kotak hitam, alat ini diandalkan untuk mendeteksi benda benda
logam itu.
Jika citra menonjol tersebut dipastikan logam, diturunkan
alat lain bernama side scan sonar. Alat ini untuk mendeteksi gambar dua dimensi
tersebut. Hasilnya mirip foto kopi hitam putih atau ultrasonografi (USG) pada
pemeriksaan kehamilan.
Jika pemindaian sonar menyakini bahwa benda menonjol di
dalam laut bangkai pesawat, langkah terakhit adalah menunrunkan wahana khusus
dengan kamera bawah laut yakni remote operate vehicle (ROV)
Diluar operasi kedaruratan atau SAR itu. ROV juga digunakan
untuk eksplorasi atau pemasangan pipa minyak dan gas serta kontruksi lain di
lepas pantai. Alat sebesar generatorset itu punya kamera kecil untuk memotret.
Pada jenis lain, robot dilengkapi lengan mekanik untuk mengambil sampel atau
obyek.
Di dunia, alat lain yang digunakan untuk mencari pesawat
yang hilang. diantaranya Malaysia Airlines MH 370, adalah jenis autonomous
underwater vihecle (AUV), Bluefin – 21. Wahana itu memiliki panjang 7,5 meter
dan diameter 0,5 meter menyerupai pontoon atau perahu berlambung datar. Bluefin
digerakkan baling baling pada bagian ekor yang mengerucut.
Pada tubuh Buefin terdapat beberapa komponen dan sistem
komunikasi, sistem kendali dan kompartemen penyimpan data. Muatan itu tahan
terhadap tekanan ekstrem di laut dalam. Alat itu akan melayang laying di
kedalaman 50 meter untuk memindai dasar laut.
Sumber : Kompas

No comments:
Post a Comment