Pondok Ilmu Pengetahuan

Monday, January 26, 2015

RUMAH PENGETAHUAN



Sesuatu yang harus kamu lihat diluar angkasa

Kapan lagi.com . Semua agama selalu menyebutkan bahwa manusia tidak boleh sombong di dunia ini. Dengan berbagai kekayaan dan kemampuan yang kamu miliki, sejatinya manusia hanyalah setitik debut di alam semesta ini. Ya, kalau menurutmu Bumi adalah sesuatu yang sangat besar, maka kamu harus melihat apa yang ada di luar angkasa ini.

Seperti apa yang ditampilkan dalam film INTERSTELLAR, kamu akan sadar bahwa jagat raya ini sudah dibentuk dengan luar biasa mempesona. Kalau kamu tak percaya, kamu sepertinya harus mengetahui bagaimana perbandingan Bumi dengan berbagai obyek luar angkasa yang ada di alam semesta ini dilansir Quantrek.

Melalui pemahaman ini, apakah kamu masih akan menjadi manusia yang suka menyombongkan diri padahal hanya setitik debu di jagat raya. Menjelajah luar angkasa yuk!

Gunung di Mars

Olympus Mons diketahui sebagai gunung berapi yang terdapat di planet Mars. Memang dibandingkan dengan Bumi, seperti sosok adik yang ukurannya 1/3 dari Bumi. Sebagai dunia kecil, Mars rupanya memiliki hal-hal yang besar. Olympus Mons sendiri terletak di kawasan yang bernama Tharsis Montes Mars. Olympus Mons adalah gunung berapi dengan perisai yang berukuran sangat kolosal.

Dalam foto yang dipublikasikan NASA, Olympus Mons tampak menonjol di planet Mars dengan diameter 624 km dan tinggi 25,7 km ke langit Mars. Bahkan kalau dibandingkan dengan penampakan di Bumi, Olympus Mons memiliki tinggi tiga kali dari gunung tertinggi di Bumi, Everest. Jika diletakkan di negara bagian Arizona, Amerika Serikat, Olympus Mons tampak menjulang sehingga tak heran dia dijuluki sebagai gunung berapi raksasa terbesar di tata surya. 

 lo, Bulan-nya Jupiter

Bulan pada dasarnya adalah satelit alami milik Bumi. Karena itulah Bulan akan selalu ada dan mengitari Bumi pada porosnya. Kalau Bumi punya Bulan, maka sang planet raksasa Jupiter punya Io. Io memiliki ukuran luas hampir sama dengan Bulan yakni sekitar 3.476 km.

 Namun jika dibandingkan dengan ukuran Jupiter, maka Io akan terlihat begitu mungil sekali.
Saat Io berotasi dia akan ada pada jarak 350 ribu km dari Jupiter. Tercatat, Io adalah satelit alami pertama dari empat bulan utama yang dimiliki oleh Jupiter sehingga membuatnya memiliki banyak sekali gunung berapi meletus. Gravitasi besar Jupiter membuat gunung berapi di dalamnya selalu memuntahkan lava sehingga dataran Io tertutupi belerang kuning. 

 Bumi dan Cincin Saturnus

Dalam susunan tata surya, ada dua planet yang paling mudah dikenali. Pertama adalah Jupiter dengan ukuran paling besar dan kedua adalah Saturnus karena memiliki sebuah cincin. Padahal ukuran Saturnus juga sangat besar hanya sekitar 23.358 km lebih kecil daripada Jupiter. Kalau kamu bertanya-tanya seberapa lebarkah cincin Saturnus, maka jawabannya adalah selebar enam planet Bumi berjejer.

Bahkan kalau Saturnus diganti dengan Bumi, maka tampak seperti sebuah kelereng di tengah roda mobil. Cincin Saturnus sendiri terdiri dari miliaran partikel yang berbentuk seukuran kerikil kecil sampai seukuran gunung. Karena ukurannya yang besar, Saturnus bisa diisi dengan 764 Bumi sampai penuh

Bumi dan Jupiter

Semua orang juga tahu kalau Jupiter adalah raja tata surya. Jupiter tercatat punya massa lebih banyak dari semua planet dan bulan lainnya jika disatukan. Bagian diameter Jupiter mencapai luas 142.984 km yang merupakan 11 kali diameter Bumi. Tak heran kalau Jupiter punya sambaran kilat 1.000 kali lebih kuat daripada di Bumi dengan kecepatan angin di bagian atas atmosfer mencapai 100 meter/detik.

Kalau Bumi berotasi selama 24 jam, maka Jupiter berotasi hanya 10 jam sehingga bisa kamu bayangkan, Jupiter mirip seperti raksasa yang mampu berputar sangat cepat. Kalau dibandingkan, bagian benua Amerika dan Kanada yang hampir menutupi separuh Bumi, hanya tampak seperti satu noda di Jupiter. Bahkan ukuran daerah di Bumi itu masih kalah dengan badai Great Red Spot yang berkecamuk di Jupiter sejak 1665. 

Bumi dan Matahari

Sebagai planet yang ada di tata surya, maka Bumi memang berevolusi dan berotasi mengikuti Matahari. Bicara soal Matahari memang luar biasa, di mana Matahari punya massa mencapai 99,86% dari massa tata surya yang bisa disebutkan kalau planet-planet termasuk Bumi hanyalah puing dibandingkan dengan Matahari.

Kalau Matahari itu sebuah kotak, maka akan butuh 1,3 juta Bumi untuk mengisi volume-nya. Matahari tercatat mampu melepaskan energi dalam 1 detik jauh lebih banyak daripada yang bisa diproduksi manusia sepanjang sejarah. Kendati Matahari melepaskan sekitar 4 miliar ton material ke luar angkasa setiap detik, Matahari masih mampu bersinar dan menyimpan energi sangat banyak sampai 5 miliar tahun ke depan. Jadi, masih mengeluh kenapa Matahari sangat panas? 

Planet di Tata Surya

Kamu tentu sudah tahu bahwa Bumi berada dalam sebuah sistem Tata Surya di mana menjadikan Bumi terikat oleh gaya gravitasinya. Penjelasan seperti ini tentu sudah sangat kamu hapal dan kamu ketahui semenjak duduk di bangku SD dulu. Dalam sistem Tata Surya, ada 8 buah planet yang diketahui yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.

Kalau kamu penasaran bagaimana perbandingan Bumi dengan ketujuh 'saudaranya' di Tata Surya maka bisa melihatnya melalui gambar di atas. Terlihat Jupiter adalah yang paling besar dengan Uranus di belakangnya memiliki cincin raksasa. Lalu ada dua planet kembar yakni Uranus dan Neptunus. Sementara Bumi hampir berukuran sama dengan Venus. Yang terkecil adalah Merkurius dan Mars yang sedikit lebih besar. 

Sumber : Kapan lagi.com

No comments:

Post a Comment