UMAR DAN PEREMPUAN TUA
Oleh: Muhammad Noupal
Alkisah, Raja Abdullah, putra almarhum Raja
Husein dari Yordania, mempunyai hobi yang aneh sebagai seorang raja. Ia
mempunyai hobi menyamar, misalnya menjadi pasien di rumah sakit, menjadi buruh,
menjadi karyawan, menjadi sopir taksi, dan sebagainya.
Konon suatu hari, ia berpura-pura menjadi pasien
di rumah sakit umum Zanga, di pusat kota Amman, karena ia mendengar bahwa
pelayanan rumah sakit yang disediakan untuk masyarakat menengah ke bawah itu
tidak berjalan sebagaimana mestinya. Daripada hanya mendengar laporan dari
stafnya, Raja Abdullah mencoba membuktikan sendiri dengan menjadi pasien di
rumah sakit tersebut.
Selama dua jam ia menjadi pasien dan menyaksikan
sendiri pasien-pasien yang antre menunggu pelayanan, sementara tak ada seorang
dokter pun menampakkan diri.
Cerita ini juga mengingatkan kita akan kejadian
yang pernah menimpa Umar bin Khathab, khalifah kedua setelah Abubakar Siddiq.
Ketika dalam suatu perjalanan, Umar mendengar seorang perempuan tua sedang
memaki-maki.
"Celakalah Umar! Celakalah Umar!"
demikian katanya. Karena ingin tahu, Umar lalu mendekati perempuan tua itu dan
berkata, "Mengapa engkau berkata demikian?"
Wanita itu berkata, "Ya. Umar telah
bertindak zalim karena tidak pernah memperhatikan rakyat yang tua seperti saya
ini. Celakalah Umar". Apa yang terjadi dengan Umar? Ia menangis dan
kembali cepat ke rumahnya lalu membawa satu karung makanan yang ia bawa sendiri
untuk diberikan kepada
perempuan tua itu. Seorang prajurit yang melihat
Umar membawa makanan itu lalu berkata, "Wahai Khalifah, biarkan saya yang
membawanya."
Umar menjawab, "Bagaimana mungkin aku akan
tenang selama perempuan tua itu selalu berada dalam keadaan lapar? Celakalah
Umar jika Ia tidak mau membawa makanan ini kepada perempuan itu."
Sesampainya di tempat kediaman perempuan itu,
Umar lalu memberikan makanan kepada perempuan tua itu dan berkata, "Ini
makanan yang telah diberikan Umar. Maukah engkau memaafkan Umar, wahai
perempuan tua?" Dengan heran, perempuan itu bertanya, "Siapakah
Anda".
Seorang prajurit yang berada di dekatnya
menjawab, "Dialah Amirul Mukminin, Umar bin Khathab."
Jika hal seperti ini dapat dilakukan oleh pejabat
pemerintah, maka mungkin hati mereka akan terketuk dan menjadi insaf, bahwa
keberadaan mereka adalah untuk kepentingan rakyat, mengurusi dan membantu
mereka.
No comments:
Post a Comment