Pondok Ilmu Pengetahuan

Tuesday, April 28, 2015

RENUNGAN

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

PURNAMA MALAM INI

Hari minggu adalah hari libur. Mungkin bagi sebagian orang itu hanya mitos. Sama halnya seperti saya si studyholic, yang setiap pagi-siang-sore-malam bergelayutan dengan realitas-realitas manajerial, konsep-perencanaan, dan berbagai kegiatan lainnya. Jenuh? Pasti. Iya. Tapi di tengah kejenuhan itu saya merasakan lelah yang begitu nikmat. Lebih nikmat dari pahitnya kopi di pagi hari.

Hujan, angin, mengunjungi bumi Surabaya siang tadi. Di tengah kesibukkan, berbagai aktivitas rumahan dilakukan dengan cekatan. Angkat jemuran. Yah..., terkadang merasa waktu begitu kurang, karena banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan. Bahkan sekadar untuk angkat jemuran. Harus penuh kecepatan.

Hujan..., musim penghujan telah berbulan terlampaui. Sudah menjadi keniscayaan, berbagai kisah banjir menggaungi media massa. Pun cerita para begal dan para kriminal juga tidak mau kalah eksis. Tapi Maret telah berjalan, 'kan berganti April, kemudian Mei, kemarau telah tiba.

Kadangkala, teringat ocehan, ucapan, keluhan para penanti hujan di bulan November-Desember lalu. "Mengapa hujan tak kunjung datang?"
Kini hujan telah datang, mereka pun kesal dengan lantang, apabila kehujanan. Kemarau pun 'kan datang, hujan 'kan pulang. Sambutan-sambutan dahulu akan hujan datang, tapi tak ada sambutan hujan yang 'kan pulang. Dari kunjungannya di pijakan kaki kita.

Sekali lagi kukatakan, kemarau telah dekat. Purnama malam ini, menebar pesona senyumnya di langit timur. Sungguh! Untuk ke sekian kalinya dia sukses membuatku terpesona. Dalam dekapan cahaya yang berpendar di langit. Halo. Mengalihkan pandang dan duniaku sekejap. Sungguh, hanya Yang Maha Kuasa, yang mampu menciptakan cantiknya purnama malam ini.

Segala lelah, jenuh, berhari-hari pikiran dan perasaan tergerus aktivitas. Luluh dalam pesona ciptaan dari Sang Pencipta. Sungguh nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan. Kemarau 'kan datang, hujan 'kan pulang. Apalagi yang kau keluhkan?

Hidup adalah perjalanan, seperti kemarau dan hujan. Purnama malam ini menjadi sebuah pertanda untuk senantiasa mengingat usia. Bahwa waktu pun telah berlalu, musim pun berganti. Tetap berjuang di perjalanan usia ini. Menciptakan karya, persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebelum tutup usia.

Minggu, 8 Maret 2015

No comments:

Post a Comment