ILMU DAN AKHLAK
Oleh Danny Abrianto
Seorang
guru hendak menguji murid-muridnya untuk mengetahui sejauhmana tingkat keilmuan
mereka. Setiap murid diberi seekor ayam. ''Sembelih ayam ini, dengan syarat tak
ada satu pun tahu selain kamu.''
Esoknya,
sang guru memastikan apakah mereka sudah menyembelih ayam tersebut tanpa
dilihat oleh siapa pun. Seorang murid lalu mengaku menyembelih hewan itu di
gunung, lainnya mengaku di bawah tanah, dan seterusnya. Tetapi, setelah
semuanya menjawab, tinggal seorang murid belum menjawab apa pun dan di
tangannya ayam itu masih dalam keadaan hidup.
''Mengapa
tidak kamu sembelih ayam ini?'' kata guru itu heran.
Si murid
lalu menjawab, ''Terus terang, saya bingung di mana saya hendak menyembelih
ayam ini karena walaupun tanpa satu orang pun tahu, tetapi Allah akan
mengetahuinya. Padahal, bukankah guru memerintahkan agar tak satu pun tahu?''
Sang guru
lalu membisu seribu bahasa, lalu memuji asma Allah SWT. Dia bersyukur bahwa
ilmu yang selama ini ia sampaikan ternyata diamalkan, biar pun oleh satu orang.
Tentu ada pesan moral yang patut direnungkan dari cerita ini.
Pertama,
ini adalah teladan baik seorang guru yang mau dengan telaten menguji keilmuan
murid-muridnya. Dengan demikian, dia bisa mengukur tingkat keilmuan mereka
sekaligus mengukur tanggung jawab moralnya sebagai guru.
Sehingga si
guru menjadi tahu, adakah ilmunya mencapai sasaran atau tidak. ''Lebih baik
punya satu murid berakhlak mulia ketimbang banyak murid pintar,'' kata seorang
guru besar di Arab Saudi.
Kedua,
jawaban murid tersebut adalah cermin imannya yang begitu kuat dan kejujuran
hati yang tinggi sehingga ia tak mau melakukan hal-hal yang dilarang.
Jika hal
tersebut kita hubungkan dengan kondisi pendidikan di negara kita sekarang, maka
banyak sekali murid yang menyelewengkan ilmu mereka karena kurangnya keimanan
pada Allah SWT.
Setelah
menjadi sarjana dan duduk sebagai pejabat, mereka bisa dengan enteng melakukan
korupsi, kolusi, nepotisme, serta kebejatan moral lainnya –suatu hal yang tidak
mustahil menjadi penyebab krisis di segala bidang melanda negeri ini. Nah, mari
kita bertanya lagi, sejauhmana kualitas murid yang belajar dan para guru yang
mengajar di negeri ini?
No comments:
Post a Comment