Berhati hatilah dengan caramu menata kata katamu
Baru baru
ini, saya menyaksikan sebuah penelitian dilakukan oleh tim dari BBC. Apa yang
dilakukan, sebenarnya sederhana. Ada dua wanita kembar identik yang diminta
jadi sukarelawan, lantas mereka berdua akan menghadapi wawancara kerja. Ada
beberapa pewawancara kerja, yang disiapkan untuk menilai, manakah yang akan
dipilih, wanita A ataukah wanita B. Dan sewaktu wawancara, si kembar wanita A
dilatih untuk berkata “Saya orang yang kreatif, mandiri dan bertanggung jawab.
Banyak proyek yang telah saya selesaikan dan saya punya buktinya. Akan tetapi,
saya plin plan, tidak tegas dan kadang suka menunda nunda”.
Lalu,
wanita yang merupakan kembar kedua, akan berkata begini, “Saya orang yang plin
plan, tidak tegas dan kadang suka menunda nunda. Akan tetapi, saya orang yang
kreatif, mandiri dan bertanggung jawab. Banyak proyek yang telah saya
selesaikan dan saya punya buktinya.”
Dan setelah
wawancara ini, kedua wanita inipun dinilai. Hasilnya menarik, Ternyata 100 %
dari pewawancara, memutuskan untuk memilih wanita kedua. Padahal, kalau Anda
perhatikan, kedua bahasa yang dipergunakan oleh kedua wanita ini pada dasarnya
sama saja. Hanya dibalik!
Apa
kesimpulannya? Berhati hatilah menata kalimat dan kata katamu. Bayangkan,
isinya sama tetapi hanya karena dibalik kalimatnya, persepsi orang jadi berbeda
sama sekali.
Pikirkanlah
berapa banyak orang yang salah persepsi, tidak berminat ataupun salah
mengartikan diri kita hanya karena kalimat yang tata urutannya salah. Jadi
kalau ada teman Anda yang berpikir boleh sembarangan memakai kata kata, asalkan
aja yang dikasih tahu itu mengerti, maka jelaslah… mereka itu salah!
Salam
antusias
@anthony_dmartin
www.anthonydiomartin.com
No comments:
Post a Comment