Pondok Ilmu Pengetahuan

Monday, April 18, 2016

Indonesia



 INDONESIA
Tahukah Anda sebuah negara kepulauan yang terdiri daripada 18,108 pulau (menurut semakan satelit terakhir) dan hanya 6,000 buah pulau yang dihuni. Nusantara yang kaya raya dengan hasil laut, subur untuk pertanian, dan berlimpah ruah sumber minyak serta hasil tambang. Yup, itulah Negara Anda ?
 I N D O N E S I A .

Gimana kondisi negara kita dengan sumber daya Alamnya yang melimpah dan kerusakan di dalamnya ? yup, inilah jawabannya :

            Cadangan minyak bumi Indonesia mencapai sekitar 8,6 miliar barel dengan tingkat produksi kurang-lebih 400 juta barel per tahun. Sementara cadangan gas bumi mencapai sekitar 185,8 triliun kaki kubik dengan tingkat produksi kurang lebih 3 triliun kaki kubik per tahun. Negeri ini dipenuhi dengan sebaran sumber daya batu bara, mineral logam utama, serta mineral industri. Ibu Pertiwi mengandung timah, bijih nikel, tembaga, emas primer, perak, pasir besi, bauksit, mangan, batubara, panas bumi, yang semuanya berada di peringkat 2 hingga 9 besar dari seluruh dunia!

            Lalu apa yang di dapat rakyatnya ? Indonesia kini memiliki hutang 148 milyar dollar! Jumlah penduduk miskin anak bangsa ini mencapai 39,05 juta jiwa, menurut data BPS, atau sekitar 17,75 %. Itu, jika garis kemiskinan 153 ribu rupiah per kapita per bulan. Jika garis kemiskinan dinyatakan sekitar 540 ribu rupiah per kapita per bulan sesuai standar Bank Dunia, maka jumlah anak bangsa yang terperangkap kemiskinan mencapai 109 juta jiwa atau 49,5 persen atau nyaris setengahnya!

            Sementara itu jumlah pengangguran terbuka mencapai sekitar 12 juta orang dan mereka yang tergolong setengah pengangguran hampir 30 juta jiwa! Menurut penuturan Menteri Kesehatan, 4,1 juta bayi atau 20 % menderita gizi kurang dan 8 % di antaranya menderita gizi buruk (tidak usah dibaca: sumber: Seputar Indonesia, 10/3/08). 

Bagaimana nasib anak Indonesia yang ingin menikmati pendidikan ? Data dari Depdiknas sebagai hasil Rembugnas Pendidikan Juni 2007 menunjukkan, pada 2003 ada 531.186 ruang kelas yang rusak. Dari jumlah itu, 360.219 ruang sudah diperbaiki. Sisanya 170.967 akan diperbaiki sebagai program 2008. Di ibu kota saja, dari 2552 SD dan SMP, 437 di antaranya rusak total (tidak usah dibaca: sumber: Kompas, 02/05/08). Dari 437 tersebut, hanya 22 yang bisa direhab total dengan APBD DKI Jakarta 2008, sisanya terpaksa disegel karena membahayakan siswa (tidak usaha dibaca: sumber: Media Indonesia, 26/02/08). Itu sebabya Sistem pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia. Berdasarkan tabel liga global yang diterbitkan oleh firma pendidikan Pearson, sistem pendidikan Indonesia berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brasil. Tempat pertama dan kedua ditempati Finlandia dan Korea Selatan, sementara Inggris menempati posisi keenam.

Bagaimana dengan infrastruktur Negara kita ? Ambil contoh saja jalan nasional, dari total panjang jalan nasional saat ini 34.628 km, 2.770 km di antaranya rusak ringan dan 3.844 km dalam kondisi rusak berat. Akibatnya, bukan hanya kerugian ekonomi yang bisa mencapai puluhan miliar rupiah dan tersendatnya mobilitas sosial, melainkan banyak jiwa yang harus melayang!  Data YLKI menyebutkan selama Januari-Maret 2008, tidak kurang dari 35 orang tewas di Jakarta. Sedangkan dari total korban lalu lintas secara nasional yang mencapai 30 ribu jiwa per tahun, 3.000 orang di antaranya meninggal akibat kondisi jalan rusak (tidak usah dibaca, sumber: Media Indonesia, 6/05/08).

Kenapa nasib pedih ini menimpa bangsa yang dikaruniai berlimpah ruah kekayaan alam ?

Ternyata, dari 1 juta barel produksi minyak nasional per hari, hanya 70 ribu barel yang diproduksi pertamina, 75 ribu produksi Medco, sisanya 855 ribu barel per hari di tangan produsen asing! 90 persen dari Kontrak Kerjasama Produksi dikuasai asing! Lebih hancur lagi, sektor pertambangan tembaga dan emas, sudah hampir 100 % dikuasai asing.

Contoh yang fenomenal dan nyaris tak dapat diterima akal sehat, tapi masih berlangsung sampai detik ini, adalah Freeport!  Ini adalah tambang mineral terbesar yang menguras 300 ribu ton bijih per hari, sekaligus menghancurkan ekosistem 3 sungai besar dan Laur Arafura. Padahal royalti yang diterima dari penjualan bersih tergolong SANGAT SANGAT KECIL yaitu 1 hingga 3,5 persen untuk konsentrat tembaga dan 1 persen fixed untuk emas dan perak! Lebih gila lagi, iuran tetap untuk wilayah pertambangan hanya berkisar 225 rupiahh sampai 27 ribu rupiah per hektar per tahun! SANGAT  JAUH LEBIH RENDAH DIBANDINGKAN DENGAN SEWA LAHAN SAWAH OLEH PETANI PENGGARAP TERMURAH SEKALIPUN!

Kebodohan negara  ini berjalan terus, seiring jatuhnya wilayah-wilayah migas yang sangat potensial kepada pihak-pihak asing. Contoh terkini adalah Blok Cepu. Dengan cadangan minyak minimal 600 juta barel dan 2 triliun kaki kubik gas, maka pada harga minyak 60 dolar per barel dan gas 3 dolar per MMBTU, nilainya sekitar 387 triliun rupiah. Seandainya Blok Cepu sepenuhnya dikuasakan kepada Pertamina untuk mengelolanya, dengan asumsi harga minyak 90 dolar per barel dan harga gas 15 dolar per MMBTU, maka nilai Blok Cepu dapat mencapai 576 triliun rupiah. Apalagi jika harga minyak terus naik di atas angka 100 atau 110 dolar per barel seperti yang terjadi belakangan ini.

Lihat pula kontrak penjualan LNG Tangguh ke Fujian China sebesar 2,6 juta ton per tahun dengan harga 3, 35 dolar per MMBTU selama 25 tahun yang sesungguhnya merugikan bangsa ini sekitar 350 triliun rupiah. Belum lagi, kontrak bagi hasil Natuna Blok D-Alpha dengan porsi bagi hasil sebelum pajak 100 persen untuk Exxon Mobil dan 0 % untuk pemerintah! Artinya pemerintah sama sekali tidak mempunyai hak atas hasil produksi gas secara fisik karena pemerintah hanya akan mendapatkan penerimaan dari pajak saja! Ini sekaligus bahaya karena jaminan pasokan gas dalam negeri dari Natuna Blok D-Alpha tidak ada sama sekali.



Bagaimana dengan nasib hutan Indonesia? Kantor Berita Reuters menyebutkan bahwa 72 persen hutan Indonesia telah musnah, sementara setengah dari sisanya terancam punah karena pembalakan komersial, yang mungkin saja istilah lain dari illegal logging, juga akibat kebakaran hutan dan penggundulan untuk perkebunan sawit. Guiness Book of Records tahun 2008 menyebutkan: Indonesia memegang kejuaraan dunia penggundulan hutan. Sedangkan Greenpeace menyatakan selama 2000-2005, Indonesia merupakan negara tercepat dalam menggunduli hutannya. Setiap jam, hutan seluas 300 kali lapangan sepakbola amblas untuk selama-lamanya. Kecepatan ini sekarang pasti menurun, karena hutan yang tersisa tinggal sedikit, sudah tidak memungkinkan kenduri besar lagi.

Bagaimana hukum yang mengatur itu semua ? Kenapa Undang-Undang dan Peraturan tidak mampu mencegah dan menjaga harta kekayaan Ibu Pertiwi? Justru yang terjadi adalah sebaliknya, beberapa Undang-Undang dan Peraturan malah cenderung menjual negara. Misalnya Undang-Undang No 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal Pasal 7, serta Peraturan Presiden No 77 Tahun 2007. Bahkan kini ada 44 BUMN strategis yang akan dijual!

Akhirnya, apa kabar segenap tanah air dan tumpah darah Indonesia? Sekitar 46,8 persen muatan laut dalam negeri dikuasai oleh kapal berbendera asing. Bahkan 96,6 persen muatan angkutan laut diambil kapal asing!

Mungkin, para politisi bisa mengatakan itulah semuanya hasil dari investasi internasional atau manfaat dari pergaulan global, Ataukah kebodohan dari para pemimpin pemimpinnya ? Lihat prestasi Gemilang yang diraih negara tempat Anda tinggal

Dari survey yang dilakukan oleh transparency.org, sebuah badan independen dari 146 negara, tercatat data 10 besar negara di dunia yang dinyatakan sebagai negara terkorup, negara mana sajakah itu.? inilah sepuluh negara tersebut.
Daftar 10 negara terkorup di Dunia
1. Azerbaijan
2. Bangladesh
3. Bolivia
4. kamerun
5. Indonesia
6. Irak
7. Kenya
8. Nigeria
9. Pakistan
10. Rusia.
 
Prestasi yang di ukir para pemimpin kita yaitu menjadi peringkat 5 negara terkorup didunia. Lebih mengejutkan lagi jika di pekecil liga pertadingannya ?  Gimana ukiran prestasinya ?
Perlu diingat ukiran sejarah para pemimpin kita ? Di tingkat Asia pasifik, negara kita adalah yang terkorup (Peringkat Satu)
Berikut adalah 5 besar negara paling korup di Asia-Pasifik :

1. Indonesia
2. Kamboja
3. Vietnam
4. Filipina
5. India

Cukuplah segitu saja kita menelusuri masalah Negara kita. Sebenarnya jika lebih diperluas lagi masalah  dan kerusakannya begitu komplek, belum masalah moral, masalah ketidakadilan hukum, dan system kemasyarakatan selainnya.
Gimana , Pendapat Anda atas fakta fakta tersebut ??
  

No comments:

Post a Comment