Pondok Ilmu Pengetahuan

Monday, April 18, 2016

Management Belajar

Management Belajar

Alhamdulillah, tak terasa sudah bulan maret. Hampir mendekati ujian sekolah yang super sibuk. Setiap orang yang belajar pasti menghadapi dinamika belajar di sekolahan. Perbedaannya ada yang merencanakan belajarnya dengan baik sehingga bisa menyeimbangkan belajar dan ikut kajian islam (ilmu keakheratan). 

Ada juga yang membiarkan saja mengalir apa adanya tanpa management yang bagus. Nilai manajemen belajar dalam proses pembelajaran sangatlah penting khususnya bagi temen temen SMA dan SMK. karena pada hakekatnya belajar itu juga dalam rangka meraih keahlian yang berpijak dari Ilmu pengetahuan. Sekolah Menengah Atas ataupun kejuruan adalah sarana mendapatkan keahlian yang nantinya dibutuhkan untuk mendaftar ke tingkat perguruan tinggi (menjadi tenaga ahli). Harapannya kelak kita bisa menjadi Tenaga ahli diharapkan memberikan sumbangsih besar dalam pembangunan masyarakat bukan malah menjadi pengangguran. Karena ketika kita ahli di suatu bidang maka akan dicari banyak orang. 

Hal ini yang menjadi masalah di pendidikan indonesia yang belum banyak mengenal pembelajaran ketrampilan proses. Masih mengandalkan DDCH (DUDUK, DIAM, CATAT DAN HAFAL). Negara negara maju sudah meninggalkan sistem DDCH dan membuang jauh jauh sistem tersebut. Termasuk di negara Finlandia dan Amerika serikat semenjak taman kanak kanak sudah diajarkan berpikir pola ketrampilan proses. yakni ketika mencari suatu istilah harus dikongkritkan dilapangan. seperti misalkan mencari hakekat pasar. maka siswa diajak ke pasar dan mengamati realitas pasar yang kemudian siswa mendefinisikan sendiri pengertian pasar.  

Sistem budaya belajar yang tektual hingga contek sudah biasa di indonesia sehingga ini menjadi masalah lingkaran setan yang tak pernah selesai karena pelajar mengharapkan nilai bukan keahlian. Makanya banyak yang setelah lulus sekolah bingung mau ngapain meski nilai bagus tapi tidak mencerminkan kualitas kemampuan. Selain masalah sistem belajar tersebut, ditambah Kebanyakan masalah belajar menjadi momok pelajar terutama mereka sering kali meniru gaya belajar orang lain seperti teman atau kakak kelasnya. Padahal sistem belajar tersebut tidak sesuai dengan dirinya. 

Akhirnya menjadikannya bingung dengan pelajaran. Efeknya sering kita temui ada pelajar yang menjadi pelajar pinggiran yang penting mengerjakan tugas sekolah, datang absen, kemudian di kelas tidak memperhatikan, ketika ada tugas dikerjakan pagi harinya di sekolah atuapun belajar kebut semalam. Maka perlu mempertanyakan untuk apa mereka bersekolah?. Hasil nilainya juga biasa atau tidak ada yang membanggakan. Kemudian ada juga pelajar yang motivasi belajarnya rendah, tidak aktif di organisasi dan tidak berprestasi. Ditambah mudah direkrut dengan kondisi lingkungan pelajar SMK/SMA yang berpacaran, sek bebas, menjadikannya mudah malas belajar. 

Adapun sebab kenapa pelajar itu malas untuk belajar :

a.     Minat rendah
Minat yang rendah untuk sekolah juga menjadi masalah. Mungkin karena tidak minat dengan jurusan yang dipilih, tidak minat sekolah di swasta, ataupun tidak ingin lanjut sekolah karena dipaksa orang tua. 

b.     Tidak tahan mental
Masalah tidak tahan mental menjadi masalah serius, ketika dihadapkan pada tugas tugas sekolah. sampai memunculkan pertanyaan “kenapa guru kerjaannya memberi tugas?”. Belum lagi kompetisi nilai sekolah dengan teman temannya. hal ini menjadikannya tidak tahan menghadapi tekanan belajar. Ffeknya bisa stress, Droup atau sering sakit psikis sebelum ketika menghadapi ujian.

c.     Tekad belajar kurang ( problem moral )
Tekad dalam belajar kurang merupakan problem moralitas yang menjadi masalah. Tidak ada kesungguhan memperhatikan pelajaran, sering guyonan dan mencontek. Ketika ada tugas dikerjakan apa adanya. Kalau dapat bagus Alhamdulillah, kalau tidak dapat juga syukur karena bisa remidi tambah pinter. 

d.     Terjebak dalam pola belajar tekstual
Bisa juga karena terjebak dalam pola belajar tekstual yang menjadikannya tidak paham materi, tujuan materi, hubungan antar materi, logika materi dan penerapan materi di lapangan. Memunculkan kebingungan ketika disuruh mempraktekan di soal soal latihan ataupun di lapangan. Sehingga kebanyakan hapal rumus tapi bingung cara mengoperasionalkan ketika ada soal ujian.  

e.     SALAH ORIENTASI
Permasalahan yang mendasar ada yang salah orientasi dalam belajarnya. Terutama belajar di sekolah karena ingin mencari pasangan hidup, karena teman, sahabatnya , sehingga focus belajarnya 

f.     Kekeliruan dalam manajemen belajarnya (cara belajarnya, manage waktu belajarnya, dsb)
Biasanya masalah ini yang menjadi masalah serius ketika seorang pelajar tidak bisa menagemen waktu belajarnya dengan baik. Terutama pelajar yang ikut organisasi terlalu terlalu banyak. Mulai dari rohis, PMR, OSIS, MPK, dsb menjadikannya susah untuk membagi waktu, bingung sendiri, belum lagi sering dimarahin ortu karena pulang malam. Yang menjadikannya tidak tertata dengan baik jadwal belajar dan berorganisasinya. Efeknya belajarnya tidak optimal dan ikut organisasinya juga setengah setengah.   

Bagaimana Manajemen Belajar itu ?

Definisi dari manajemen : Pengelolaan sumber daya untuk mencapai tujuan, Sedangkan Definisi belajar  : Proses mendapatkan keahlian yg berpijak pada ilmu. Sehingga Definisi manajemen belajar adalah Pengelolaan sumber daya untuk mencapai keahlian yg berpijak pd ilmu. Dalam hal ini  Prinsip belajar secara umum adalah Menguasai kemampuan mata belajar sesuai dengan TIU dan TIK. Tatarannya sampai wawasan dan juga penerapan soal soal latihan serta lapangan keahlian (magang) . 

Analisis SWOT (internal) –Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman

Maksudnya memetakan kondisi diri kita dan lingkungan tujuannya untuk mengukur sejauh mana kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam mencapai target. Yang menjadi pijakan dalam membuat strategi belajar dan berorganisasi.  

1.       Intelegensi
-          Seberapa Kemampuan analitis kita? 

o   Mengukurnya dari track record mata pelajaran biasanya kita mendapatkan skor nilai KKM atau melebihi KKM atau Skor memuaskan. 

-          Seberapa Kemampuan abstraksi kita ? 

o   Mengukurkan ketika guru menjelaskan apakah kita bisa membayangkan apa yang guru jelaskan atau minimal kita tidak bingung dengan penjelasan guru.  Tidak masuk kuping kanan keluar kuping kiri. 

-          Seberapa Daya tahan konsentrasi kita?
o   Mengukurnya seberapa lama kita tahan membaca buku maupun tahan berlama lama dalam belajar. kongkirtkan berapa lama : 5 menit, 10 menit, 30 menit, atau 1 jam atau bisa sampai 2 jam. 

2.       Mentalitas
 
-          Seberapa Confidenity (Percaya diri) dengan diri kita?
-          Mudah menyerah atau tidak ketika mendapatkan soal soal sulit
-          Encourage/Dukungan dari orang tua, teman, sahabat?
-     Seberapa Kompetitif (HDT) diri kita dengan teman teman lain dalam mengejar            kemampuan.
-          Optimistis atau mudah pesimistis?
-          Semangat belajar ada atau tidak?
-          Semangat berorganisasi ada atau tidak?

3.       Infrastruktur belajar 

-          Lengkap atau tidak : buku buku yang tersedia di rumah

4.       Moralitas 

-          Kerja keras atau kemalasan ?

5.       Level minat thd bidang tertentu untuk memback up belajar mandiri 

-          Adakah mata pelajaran yang diminati dan paling disukai

-     Menyukai pelajaran bukan karena cara ngajar gurunya enak, bukan karena ikut ikutan teman tapi karena memang suka bidang tersebut

6.       Fisik
 
-          Mudah sakit, cepat lelah, jenuh atau fisiknya kuat?

-          Masalah psikologis lainnya seperti ketika menghadap ujian selalu sakit, dsb

Analisis SWOT (eksternal)

1.       Lingkungan dan Sistem Sekolah

-      Apakah ada lingkungan sekolah dan sistem sekolah yang menghambat kita untuk belajar atau justru mendukung pembelajaran

2.       Kurikulum 

-          Apakah kurikulum mengarahkan pada keahlian dalam belajar?

3.       Teknik Belajar 

-          Teknik belajar yang digunakan guru mata pelajaran
o   Apakah tutorial /penjelasan, Catat dan Hafalan, ataupun guru mengajak langsung ke lapangan

4.       Peraturan Akademik 

5.       Lingkungan organisasi

-          Seberapa banyak organisasi yang kita ikuti?

6.       Lingkungan Keluarga  

-     Karakter orang tua : demokratis/membebaskan/perhatian, otoriter/tidak toleran atau tidak mempedulikan?

Masing masing memiliki kelebihan dan kelemahan menjadi pijakan kita untuk menentukan target nilai yang realistis. 

Penetapan target pembelajaran

1.       Target Nilai per mata pelajaran

2.       Target Nilai rapot/akhir 

3.       Target Ranking – the best student*
 
Cara mencapai keahlian dalam belajar

1.       Referensi referensi buku diperbanyak

2.       Belajar mandiri ditekankan

3.       Kelompokan diskusi mata pelajaran 

4.       Empiris / mengamati langsung di lapangan

5.       Mengondisikan berada di organisasi keagamaan supaya tidak jenuh dan terjaga spiritualisme keagamaannya

Metode Belajar 

A. PRA BELAJAR

Tujuan :  preparing pertemuan belajar (sbg sistem kontrol thd pembelajaran di sekolah)

Teknis Pelaksanaan : 

a.    Memahami target pembahasan / pertemuan
b.  Memahami keterhubungan target dan materi dengan ketampilan mata pelajaran tentunya  juga mengaitkan pembahasan sebelumnya
c.    Mencari bahan yang sesuai untuk belajar
d.    Bahan / materi belajar
Jenis Bahan / Materi :
-          Teks / Pustaka: buku, Koran, majalah dan sebagainya
-          Audio: rekaman belajar
-          Audio – Visual: film
-          Lapangan Riel/Magang
e.    Belajar sendiri
f.      Diskusi berkelompok
 
B. PAS BELAJAR

Tujuan : Menyerap sebanyak – banyaknya pengetahuan baru dan menguji teori yang disampaikan guru dan yang dicoba soal soal dalam belajar. 

Teknis pelaksanaan:
a.    Memahami target pembahasan / pertemuan mata pelajaran
b. Memahami keterhubungan target dan materi dengan Ketrampilan yang diajarkan serta pembahasan sebelumnya
c.    Menjaga kefokusan terhadap materi saat belajar
d.   Mencatat hal-hal yang dianggap penting
e.   Menghayati dan mengabtrasikan lapangan riel (contoh2) materi atau teori yang diberikan
f. Aktif di kelas dalam rangka memperjelas hal yang belum dimengerti, memperdalam pemahaman, atau menguji kebenaran pemahaman.
g.   Menerapkan teknik belajar dengan mandiri dan berproses / tidak mencontek

C. PASCA BELAJAR

Tujuan :  Review dan kroscek pemahaman mata pelajaran , pengayaan materi, realitas lapangan, praktek di rumah

Teknis Pelaksanaan : 

a.       Sharing pemahaman berkelompok
  1. Melatih latihan soal soal
  2. Dialog dengan guru/kakak pembina
D. DOING ASSIGNMENT

Tujuan : pengayaan pengetahuan
 
-       Pendalaman materi /mata pelajaran yang disukai
-       Latih soal soal ujian secara mandiri

Tujuan : pengayaan & PEMANTAPAN pemahaman
-       Sharing dengan kakak pembina
-       Baca buku
-       Sharing permasalahan belajar

Teknis Mengoptimalkan Belajar Mandiri
  1. Menemukan gaya belajar yang sesuai
-       Referensi
-       Pendengar
-       Petualang
-       Mandiri
-       Berkelompok
-       Diskusi
-       dsb 

  1. Membuat sistem belajar dan pengondisian belajar bersama
  2. Mendesain lingkungan belajar / tempat belajar senyaman mungkin: sirkulasi udara dan penerangan baik, akses terhadap bahan dan logistic, tidak bising, dan sebagainya
  3. Menyusun jam biologis belajar
  4. Mengoptimalkan belajar kelompok, khususnya dalam hal sharing pemahaman
  5. berdiskusi dengan guru untuk cross check dan memperdalam pemahaman


Hambatan Belajar & Cara mengatasinya 

A.      INTERNAL

1. Ketahanan belajar
a.    Menghayati nilai – nilai dlm belajar, impian, dsj
b.    Dipaksa secara bertahap
c.     Mencari alternatif metode belajar yang sesuai
d.    Menyetting tempat belajar yang kondusif
e.    Terlibat dalam Lingkungan kompetisi
 
2. Kemalasan belajar
a.    Pengondisian teman teman yang baik
b.    Menghayati nilai- nilai dalam belajar, impian, dsj
c.     ”Frontal dilawan”
d.    Terlibat dalam Lingkungan Kompetisi
 
3. Kejenuhan belajar
a.     Refreshing
 
4. Levelisasi kebingungan pelajar
a.     pahami, bukan hafalkan
b.     kelas sebagai ruang pengetahuan
c.      perbanyak latihan soal dan studi kasus
d.    Cek rutin pemahaman 

5. Meniru gaya dan ritme belajar orang lain, padahal tidak sesuai
a.    Memahami pola gaya belajar selama ini
b.    pilih yg efektif memahamkan

6. Terjebak dalam pola belajar tekstual à plagiat
a.    Menghayati kembali motivasi belajar adl utk keahlian, bukan sekedar nilai
b.    tidak putus asa berlatih belajar
c.     membiasakan belajar mandiri
d.    Membiasakan berfikir mandiri

Eksternal

1. Ikut organisasi terlalu banyak (menganggu waktu belajar)
a.    Otak atik waktu peran organisasi dan belajar
b.    Menambah jam biologis Belajar dengan mengurangi waktu tidur
c.  Sharing dengan kakak pembina jika kesulitan mengatur jam belajar dan peran organisasi

2. Persaingan kompetisi
a.    Kesadaran bahwa kompetisi itu adl alat dan tidak meninggalkan ukhuwah
b.  Jangan terbawa kepada kompetisi yang tidak etis (semata nilai, dsb) à hakikat kompetisi adalah untuk kompetisi
c.      mengingat kembali orientasi belajar adl KEAHLIAN/KUALITAS KEMAMPUAN.. 

3.  Hanyut dalam problematika remaja
a.     mengingat kembali motivasi studi, impian, dsj
b.     meningkatkan spiritualitas dengan ikut organisasi keagamaan di sekolah
c.      hijrah ke lingkungan pertemanan yg lebih baik, terutama teman teman yang religius
hubungan dengan orang tua ( perizinan )
a.       keep in touch
b.      Menjaga hubungan baik
c.       Menyampaikan berita bahagia
4.  Infrastruktur
a.      Mengoptimalkan fasilitas sekolahan : Wifi, Perpustakaan, Eebok dsb



No comments:

Post a Comment