Pondok Ilmu Pengetahuan

Wednesday, August 03, 2016

Istiqomah menjalankan tanggung jawab dakwah

Istiqomah menjalankan tanggung jawab dakwah



Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu (KBBI). Sesungguhnya orang yang setia menjalankan amanah dengan sebaik baiknya adalah orang orang yang mulia di sisi Allah. karenanya ia memiliki cara pandang harus menuntaskan amanah hingga tujuannya tercapai  hingga rela menghadapi tantangan dan hambatan demi amanahnya. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran yang tinggi, merenungi penting, dampaknya apabila tidak dilaksanakan serta rela menanggung konsekuensi sehingga mau mengorbankan waktu, pikiran dan hartanya untuk tercapainya amanah yang diembanya.

Manusia diciptakan membawa amanah sebagai pemimpin di bumi (khalifah fil ard) yang mengatur seluruh isi bumi (QS. 2:30) dengan senantiasa menyuruh ke pada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar (QS.3:110). Bahwa amanah sebagai khalifah fil ard dan mengingatkan di jalan kebenaran (Dakwah) hanya manusia yang mampu menjalankannya (Qs.33 :72-73). Jalan hidup ini menjadi tanggung jawab setiap manusia yang dijalani sampai akhir hayatnya. karena kelak amanah ini akan dimintai pertangungjawaban di akherat. Tanpa ada pembuktian peran karya menjalankan amanah ini maka tidak ada jaminan masuk SurgaNya.

Salah satunya amanah menjalankan tanggung jawab dakwah atau saling mengingatkan di jalan kebenaran. Seyogianya tidak hanya dilakukan oleh para ulama’, ustad tapi setiap manusia perlu memiliki kesadaran tinggi, merenungi hingga ada kepedulian akan kerusakan masyarakat dan menjadikan amanah berdakwah menjadi jalan hidupnya. Bentuknya lewat kontribusi profesi dan peran yang mendukung dalam mensukseskan program dakwah. Menjalankan misi mulia ini tidak hanya sebagai suatu keharusan yang dilakukan ditengah kerusakan masyarakat, khususnya bagi pengemban misi dakwah dilakukan dengan kesungguhan, kegigihan dan kecintaan sehingga akan menghasilkan miniature nabi nabi dan tercipta masyarakat yang baik. 

Namun untuk istiqomah menjalankan amanah berdakwah sangatlah tidak mudah karena kesulitan medan dakwah, pesaing dakwah, dorongan hawa nafsu : godaan dunia, kemiskinan, keluarga dsb. Menjadikan Pengemban misi dakwah memilih meninggalkannya sehingga yang terjadi kerusakanpun makin tidak terbendung. 

Kita bisa belajar dari kisahnya Nabi yunus yang mendapatkan hukuman dari Allah sebagai teguran di dunia karena tidak menuntaskan tugas berdakwahnya. Seperti yang tertulis di Surat Al-Qalam “Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Rabbnya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Lalu Rabbnya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.” (QS.Qalam:48-50). Pasca turun surat al-alaq, Nabi muhammad berdakwah secara terang terangan dapat cemoohan, celaan dari kaum mekkah bahkan sebagian menuduh gila. Allah menceritakan kisah yunus supaya mengambil pelajaran agar Nabi muhammad tetap konsisten mengemban misi dakwahnya hingga memperoleh kemenangan. Mengangkat kisah Yunus untuk mengingatkan bagi para pengemban misi dakwah ketika mengalami kebuntuan strategi karena keterbatasan tetaplah rasional, sabar dan  istiqomah. Itulah sunatullah supaya bisa sukses mengemban tanggung jawab hingga datang pertolongan Allah dan memperoleh kemenangan.

Yunus bin Mata berdakwah di Daerah Ninive. Yunus menyalakan percik cahaya iman, membawa tanggung jawab menyeru kebenaran kaumnya. Kaum Ninive tidak terima jika seorang berasal dari kalangan mereka sendiri menjadi nabi. Mereka berkata “Apa yang kau celotehkan ini? Tuhan sang pencipta yang tak pernah dikenal sebelumnya. Berhala ini telah disembah oleh leluhur kami dan kami menyembahnya. Yunus berkata mengapa kalian berpaling dari agama yang kuserukan, padahal agama ini memerintahkan kepada hal yang baik untuk kalian, meluruskan , menguatkan persatuan, menyuruh yang makruf dan mencegah yang mungkar, membuat kalian menyenangi keadilan. Lebih dari itu, memotivasi untuk memberi makan orang yang lapar dan membebaskan budak.

Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun Yunus tetap berdakwah hingga 33 tahun lamanya. Siang dan malam berdakwah secara sembunyi bunyi dan terang terangan. Tetapi bukan pengikut yang didapatkan justru celaan dan cemoohan. Dakwah yang dilakukan seakan sia sia belaka karena hanya ada dua pengikut setia yakni Rubil dan Tanukh. 

Lalu apa daya, Yunus sangat putus asa berdakwah. Ditengah situasi sulit itu, Allah memberikan petunjuk kepadanya agar tetap melanjutkan berdakwah selama 10 hari. Bila dalam 10 hari umatnya belum beriman, Allah akan menurunkan azabNya ke Kaumnya. Tenggat waktu peringatan ini ia hiraukan. Yunus memilih untuk lari dari tanggung jawab dakwahnya. Hatinya dipenuhi dengan perasaan marah kepada kaumnya, benci dan gelap. Ia pergi ke tepi laut lalu menaiki kapal. 

Setelah 10 hari Kaum Ninive ditinggal Yunus dan ternyata tetap tidak beriman. Allah menurunkan azabNya. Pada hari itu, awan hitam pekat bergulung-gulung di langit. Suara mengelegar dan suasana menjadi panas. Mereka ketakutan dan kulitnya melepuh. Lalu mereka berkumpul di suatu tempat. Mereka teringat dengan kebenaran yang disampaikan Yunus. Mereka segera mencari Yunus untuk bertobat. Di seluruh negeri mereka telusuri namun tidak ditemukan Yunus. Saat itulah suasana semakin mencekam dan dalam ketakutan sampai waktu tertentu.
 
Selain Azab Allah untuk Kaum Ninive. Yunuspun mendapatkan hukuman dari Allah sebagai teguran karena melalaikan tanggung jawabnya. Ketika Yunus dalam perjalanan laut. Tibalah waktu pasang, suasana kegelapan menyelimuti kapal yang ditumpanginya. Bertiuplah angin kencang yang amat mengerikan, bergejolaklah ombak dengan dahsyat dan nyaris menghancurkan kapal. Para penumpang bersepakat harus mengurangi muatan lewat undian dan penumpang undian akan dilempar dari kapal agar muatannya tidak penuh. Namun teryata, Nama yunus keluar tiga kali dalam undian. Nahkoda berteriak: "Lompatlah wahai yunus.". Yunus gemetar ketakutan lalu digeret oleh awak kapal lalu meloncat dari bibir kapal. Dalam waktu sekejap tubuhnya ditelan badai dan terombang ambing ditengah samudra. Sungguh, jika Allah menghendaki Ia dalam keadaan tercela sampai hari berbangkit.

Yunus tenggelam tak berdaya dan mengira akan menemui ajalnya. Ia lalu menyesali akan perbuatan meninggalkan kaumnya. Tiba tiba ikan besar melahap tubuh Yunus dengan keras sampai meyayat daging dan mematahkan tulangnya. Yunus menjerit ketika mendapati dirinya dalam perut ikan. Yunus merasakan suasana mencekam dalam kegelapan. Penderitaan berada di perut ikan ia rasakan dalam waktu yang lama menahan rasa lapar dan haus. Ia senantiasa bertasbih dan memohon ampun agar Allah meringankan siksaNya. Yunus berdo’a : 'Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.'" (QS. al-Anbiya': 87)

Permohonan do’a Yunus dikabulkan oleh Allah, Ikan besar memuntahkan Yunus ke permukaan laut dengan keras. Yunus yang kurus, lemah dan penuh luka. Ia merasakan kepanasan ditengah terik matahari membuatnya malah semakin menderita. Ia berteriak karena tidak kuatnya menahan rasa sakit. Kemudian Allah memberikan pohon Yaqthin yakni pohon yang daunnya lebar dapat mengobati luka dan ada buah untuk dimakan. Sampai beberapa waktu ketika fisiknya sudah baik. Karena Kaum Ninive mau bertaubat dan bersusah payah mencari Yunus. Allah dengan Kasih sayangNya menghentikan azabNya ke Kaum Ninive. Yunuspun bertekad kembali untuk berdakwah dan memperbaiki masyarakatnya. Dengan penuh rasa syukur Yunus sampai di ninive disambut suka cita oleh kaumnya. 

Dari Kisah Nabi Yunus terdapat pelajaran. Sebab Nabi Yunus tidak bisa konsisten menjalankan tanggung jawab berdakwah karena :
     
    - Tidak memiliki cara pandang bahwa tanggung jawab dakwah sebagai suatu kewajiban yang dijalankan sampai tuntas.
      
     - Merasa mengalami kebuntuan strategi dakwah karena diselimuti emosi dan tidak berusaha mencari   jalan lain sehingga memilih untuk menyerah

      - Tidak kuat/tidak sabar dengan ujian dan tantangan berdakwah
 
      - Kurang menikmati dinamika perjuangan peran berdakwah

Cara memupuk nilai konsisten menjalankan tanggung jawab peran di organisasi dakwah :
     
    1. Memaknai kembali nilai tanggung jawab peran di organisasi dakwah itu sangat dibutuhkan masyarakat

Cara pandang peran di organisasi dakwah sangat dibutuhkan masyarakat harus sering diulang ulang, dikuatkan dan saling mengingatkan antar anggota organisasi. Nilai penting peran di organisasi disosialisasikan, didialogkan dan idealnya jadi kultur tanggung jawab peran. Metodenya bisa dialog harian dan problem solving. Ekstrimnya dilapangan ketika sudah menjalankan tanggung jawab peran ternyata hasilnya kita gagal. Minimal kita dapat pelajaran penting yakni kesungguhan peran, pelatihan mental dan kemampuan kita naik ke level lebih tinggi.

    2. Menjalankan tanggung jawab peran dengan baik, tuntas dan totalitas 

Porsi peran masing masing anggota organisasi memang berbeda karena kondisi tertentu. Idealnya porsi menjalankan tanggung jawab di organisasi lebih besar dibandingkan pribadi dan keluarga. Orang yang meluangkan waktu, hartanya, pikiran dan nyawanya untuk pembangunan masyarakat merupakan orang yang terbaik dalam menjalankan amanahnya. 

    3.  Senantiasa berpikir positif ketika menghadapi situasi sulit

Bukankah dibalik kesulitan pasti ada kemudahan? Ketika menghadapi masalah yang begitu sulit. Persepsikan ini sebagai ujian Allah dan tantangan dalam berjuang. sebab jika kita bisa menghadapi masalah sampai bisa memecahkannya. Kita akan terlatih mental, psikologis sehingga menjadi kekuatan diri kita ketika naik ke level lebih tinggi.

    4. Yakinlah bahwa Allah ada dalam setiap langkah gerak kita dalam perjuangan

Evaluasilah setiap langkah kita dimana letak kegagalan dan kesuksesan dalam peran kita. Yakinlah selama kita bergerak, berusaha tentunya Allah bisa terlibat menolong hambanya ketika menemui situasi sulit. 

    5. Menikmati dinamika perjuangan

Setiap orang memiliki dinamika sendiri dalam berperan. Idealnya peran sesuai dengan minat, bakat dan kepribadian. Namun, kondisi tertentu peran yang diemban tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pahami bahwa peran diemban sebagai sebuah sistem organ tubuh manusia. jika tidak dijalankan maka akan berdampak sistem. Pelajari juga nilai manfaat peran yang diemban seperti bisa meningkatkan kualitas kemampuan, memajukan organisasi dakwah dan  sebagai wujud murni, ikhlas konsistensi peran kita di organisasi.

Teman temanku seperjuangan, janganlah sekali kali meremehkan dan melalaikan tanggung jawab berperanmu di organisasi dakwah. Meski Lelah, Capek dan Jenuh ini akan menjadi bukti tanggung jawab kita di akherat. Sebuah keniscayaan Allah akan menanyakan pertangung jawaban misi yang telah diberikan. Minimal kita masih menjaga kesucian tanggung jawab kita. Kuncinya lakukan amanah yang diberikan dengan ikhlas dan tulus. karena dengannya akan meminta segalanya dari dirimu. Pikiranmu, perhatianmu, berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu tentang peran di organisasi, tentang masyarakat yang kau cintai. 

Berperan di Organisasi dakwah sebuah keniscayaan akan mendapatkan ujian dan tantangan tentunya harus melalui sunatullah sabar. Dengan kesabaran peran yang kita lakukan akan menyedot saripati energi, sampai tulang belulang. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh renta kita. Hingga memperoleh kemenangan dan Jaminan SurgaNya diberikan kepada kita. Amin…

No comments:

Post a Comment