Istiqomah
menjalankan tanggung jawab dakwah
Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu (KBBI). Sesungguhnya
orang yang setia menjalankan amanah dengan sebaik baiknya adalah orang orang
yang mulia di sisi Allah. karenanya ia memiliki cara pandang harus menuntaskan
amanah hingga tujuannya tercapai hingga rela
menghadapi tantangan dan hambatan demi amanahnya. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran
yang tinggi, merenungi penting, dampaknya apabila tidak dilaksanakan serta rela
menanggung konsekuensi sehingga mau mengorbankan waktu, pikiran dan hartanya untuk
tercapainya amanah yang diembanya.
Manusia diciptakan
membawa amanah sebagai pemimpin di bumi (khalifah fil ard) yang mengatur
seluruh isi bumi (QS. 2:30) dengan senantiasa menyuruh ke pada yang ma’ruf dan
mencegah yang mungkar (QS.3:110). Bahwa amanah sebagai khalifah fil ard dan
mengingatkan di jalan kebenaran (Dakwah) hanya manusia yang mampu
menjalankannya (Qs.33 :72-73). Jalan hidup ini menjadi tanggung jawab setiap
manusia yang dijalani sampai akhir hayatnya. karena kelak amanah ini akan dimintai
pertangungjawaban di akherat. Tanpa ada pembuktian peran karya menjalankan amanah
ini maka tidak ada jaminan masuk SurgaNya.
Salah satunya amanah menjalankan
tanggung jawab dakwah atau saling mengingatkan di jalan kebenaran. Seyogianya tidak
hanya dilakukan oleh para ulama’, ustad tapi setiap manusia perlu memiliki kesadaran
tinggi, merenungi hingga ada kepedulian akan kerusakan masyarakat dan menjadikan
amanah berdakwah menjadi jalan hidupnya. Bentuknya lewat kontribusi profesi dan
peran yang mendukung dalam mensukseskan program dakwah. Menjalankan misi mulia
ini tidak hanya sebagai suatu keharusan yang dilakukan ditengah kerusakan
masyarakat, khususnya bagi pengemban misi dakwah dilakukan dengan kesungguhan,
kegigihan dan kecintaan sehingga akan menghasilkan miniature nabi nabi dan tercipta
masyarakat yang baik.
Namun untuk istiqomah
menjalankan amanah berdakwah sangatlah tidak mudah karena kesulitan medan
dakwah, pesaing dakwah, dorongan hawa nafsu : godaan dunia, kemiskinan,
keluarga dsb. Menjadikan Pengemban misi dakwah memilih meninggalkannya sehingga
yang terjadi kerusakanpun makin tidak terbendung.
Kita bisa belajar dari kisahnya
Nabi yunus yang mendapatkan hukuman dari Allah sebagai teguran di dunia karena
tidak menuntaskan tugas berdakwahnya. Seperti yang tertulis di Surat Al-Qalam “Maka
bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu
seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia
dalam keadaan marah (kepada kaumnya). Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat
nikmat dari Rabbnya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan
tercela. Lalu Rabbnya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang
saleh.” (QS.Qalam:48-50). Pasca turun surat al-alaq, Nabi muhammad berdakwah
secara terang terangan dapat cemoohan, celaan dari kaum mekkah bahkan sebagian
menuduh gila. Allah menceritakan kisah yunus supaya mengambil pelajaran agar Nabi
muhammad tetap konsisten mengemban misi dakwahnya hingga memperoleh kemenangan.
Mengangkat kisah Yunus untuk mengingatkan bagi para pengemban misi dakwah
ketika mengalami kebuntuan strategi karena keterbatasan tetaplah rasional, sabar
dan istiqomah. Itulah sunatullah supaya
bisa sukses mengemban tanggung jawab hingga datang pertolongan Allah dan
memperoleh kemenangan.
Yunus bin Mata
berdakwah di Daerah Ninive. Yunus menyalakan percik cahaya iman, membawa
tanggung jawab menyeru kebenaran kaumnya. Kaum Ninive tidak terima jika seorang
berasal dari kalangan mereka sendiri menjadi nabi. Mereka berkata “Apa yang kau celotehkan ini? Tuhan sang
pencipta yang tak pernah dikenal sebelumnya. Berhala ini telah disembah oleh leluhur kami dan kami menyembahnya.
Yunus berkata mengapa kalian berpaling
dari agama yang kuserukan, padahal agama ini memerintahkan kepada hal yang baik
untuk kalian, meluruskan , menguatkan persatuan, menyuruh yang makruf dan
mencegah yang mungkar, membuat kalian menyenangi keadilan. Lebih dari itu, memotivasi
untuk memberi makan orang yang lapar dan membebaskan budak.
Hari demi hari, bulan
demi bulan dan tahun demi tahun Yunus tetap berdakwah hingga 33 tahun lamanya. Siang
dan malam berdakwah secara sembunyi bunyi dan terang terangan. Tetapi bukan
pengikut yang didapatkan justru celaan dan cemoohan. Dakwah yang dilakukan
seakan sia sia belaka karena hanya ada dua pengikut setia yakni Rubil dan
Tanukh.
Lalu apa daya, Yunus sangat
putus asa berdakwah. Ditengah situasi sulit itu, Allah memberikan petunjuk
kepadanya agar tetap melanjutkan berdakwah selama 10 hari. Bila dalam 10 hari
umatnya belum beriman, Allah akan menurunkan azabNya ke Kaumnya. Tenggat waktu
peringatan ini ia hiraukan. Yunus memilih untuk lari dari tanggung jawab dakwahnya.
Hatinya dipenuhi dengan perasaan marah kepada kaumnya, benci dan gelap. Ia
pergi ke tepi laut lalu menaiki kapal.
Setelah 10 hari Kaum Ninive
ditinggal Yunus dan ternyata tetap tidak beriman. Allah menurunkan azabNya. Pada
hari itu, awan hitam pekat bergulung-gulung di langit. Suara mengelegar dan
suasana menjadi panas. Mereka ketakutan dan kulitnya melepuh. Lalu mereka berkumpul
di suatu tempat. Mereka teringat dengan kebenaran yang disampaikan Yunus.
Mereka segera mencari Yunus untuk bertobat. Di seluruh negeri mereka telusuri
namun tidak ditemukan Yunus. Saat itulah suasana semakin mencekam dan dalam
ketakutan sampai waktu tertentu.
Selain Azab Allah untuk
Kaum Ninive. Yunuspun mendapatkan hukuman dari Allah sebagai teguran karena
melalaikan tanggung jawabnya. Ketika Yunus dalam perjalanan laut. Tibalah waktu
pasang, suasana kegelapan menyelimuti kapal yang ditumpanginya. Bertiuplah
angin kencang yang amat mengerikan, bergejolaklah ombak dengan dahsyat dan
nyaris menghancurkan kapal. Para penumpang bersepakat harus mengurangi muatan lewat
undian dan penumpang undian akan dilempar dari kapal agar muatannya tidak
penuh. Namun teryata, Nama yunus keluar tiga kali dalam undian. Nahkoda berteriak:
"Lompatlah wahai yunus.". Yunus
gemetar ketakutan lalu digeret oleh awak kapal lalu meloncat dari bibir kapal.
Dalam waktu sekejap tubuhnya ditelan badai dan terombang ambing ditengah
samudra. Sungguh, jika Allah menghendaki Ia dalam keadaan tercela sampai hari
berbangkit.
Yunus tenggelam tak
berdaya dan mengira akan menemui ajalnya. Ia lalu menyesali akan perbuatan meninggalkan
kaumnya. Tiba tiba ikan besar melahap tubuh Yunus dengan keras sampai meyayat
daging dan mematahkan tulangnya. Yunus menjerit ketika mendapati dirinya dalam
perut ikan. Yunus merasakan suasana mencekam dalam kegelapan. Penderitaan
berada di perut ikan ia rasakan dalam waktu yang lama menahan rasa lapar dan
haus. Ia senantiasa bertasbih dan memohon ampun agar Allah meringankan
siksaNya. Yunus berdo’a : 'Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.'"
(QS. al-Anbiya': 87)
Permohonan do’a Yunus
dikabulkan oleh Allah, Ikan besar memuntahkan Yunus ke permukaan laut dengan
keras. Yunus yang kurus, lemah dan penuh luka. Ia merasakan kepanasan ditengah terik
matahari membuatnya malah semakin menderita. Ia berteriak karena tidak kuatnya
menahan rasa sakit. Kemudian Allah memberikan pohon Yaqthin yakni pohon yang
daunnya lebar dapat mengobati luka dan ada buah untuk dimakan. Sampai beberapa
waktu ketika fisiknya sudah baik. Karena Kaum Ninive mau bertaubat dan bersusah
payah mencari Yunus. Allah dengan Kasih sayangNya menghentikan azabNya ke Kaum
Ninive. Yunuspun bertekad kembali untuk berdakwah dan memperbaiki masyarakatnya.
Dengan penuh rasa
syukur Yunus sampai di ninive disambut suka cita oleh kaumnya.
Dari Kisah Nabi Yunus terdapat
pelajaran. Sebab Nabi Yunus tidak bisa konsisten menjalankan tanggung jawab
berdakwah karena :
- Tidak memiliki
cara pandang bahwa tanggung jawab dakwah sebagai suatu kewajiban yang
dijalankan sampai tuntas.
- Merasa mengalami
kebuntuan strategi dakwah karena diselimuti emosi dan tidak berusaha mencari
jalan lain sehingga memilih untuk menyerah
- Tidak kuat/tidak
sabar dengan ujian dan tantangan berdakwah
- Kurang
menikmati dinamika perjuangan peran berdakwah
Cara memupuk
nilai konsisten menjalankan tanggung jawab peran di organisasi dakwah :
1. Memaknai kembali nilai tanggung jawab peran di organisasi
dakwah itu sangat dibutuhkan masyarakat
Cara pandang
peran di organisasi dakwah sangat dibutuhkan masyarakat harus sering diulang
ulang, dikuatkan dan saling mengingatkan antar anggota organisasi. Nilai
penting peran di organisasi disosialisasikan, didialogkan dan idealnya jadi
kultur tanggung jawab peran. Metodenya bisa dialog harian dan problem solving. Ekstrimnya
dilapangan ketika sudah menjalankan tanggung jawab peran ternyata hasilnya kita
gagal. Minimal kita dapat pelajaran penting yakni kesungguhan peran, pelatihan
mental dan kemampuan kita naik ke level lebih tinggi.
2. Menjalankan tanggung jawab peran dengan baik, tuntas dan
totalitas
Porsi peran
masing masing anggota organisasi memang berbeda karena kondisi tertentu. Idealnya
porsi menjalankan tanggung jawab di organisasi lebih besar dibandingkan pribadi
dan keluarga. Orang yang meluangkan waktu, hartanya, pikiran dan nyawanya untuk
pembangunan masyarakat merupakan orang yang terbaik dalam menjalankan
amanahnya.
3. Senantiasa
berpikir positif ketika menghadapi situasi sulit
Bukankah
dibalik kesulitan pasti ada kemudahan? Ketika menghadapi masalah yang begitu
sulit. Persepsikan ini sebagai ujian Allah dan tantangan dalam berjuang. sebab
jika kita bisa menghadapi masalah sampai bisa memecahkannya. Kita akan terlatih
mental, psikologis sehingga menjadi kekuatan diri kita ketika naik ke level
lebih tinggi.
4. Yakinlah bahwa Allah
ada dalam setiap langkah gerak kita dalam perjuangan
Evaluasilah setiap langkah kita dimana letak kegagalan dan
kesuksesan dalam peran kita. Yakinlah selama kita bergerak, berusaha tentunya Allah
bisa terlibat menolong hambanya ketika menemui situasi sulit.
5. Menikmati
dinamika perjuangan
Setiap orang memiliki
dinamika sendiri dalam berperan. Idealnya peran sesuai dengan minat, bakat dan
kepribadian. Namun, kondisi tertentu peran yang diemban tidak sesuai dengan apa
yang diharapkan. Pahami bahwa peran diemban sebagai sebuah sistem organ tubuh
manusia. jika tidak dijalankan maka akan berdampak sistem. Pelajari juga nilai
manfaat peran yang diemban seperti bisa meningkatkan kualitas kemampuan,
memajukan organisasi dakwah dan sebagai
wujud murni, ikhlas konsistensi peran kita di organisasi.
Teman temanku seperjuangan, janganlah
sekali kali meremehkan dan melalaikan tanggung jawab berperanmu di organisasi dakwah.
Meski Lelah, Capek dan Jenuh ini akan menjadi bukti tanggung jawab kita di akherat.
Sebuah keniscayaan Allah akan menanyakan pertangung jawaban misi yang telah
diberikan. Minimal kita masih menjaga kesucian tanggung jawab kita. Kuncinya lakukan
amanah yang diberikan dengan ikhlas dan tulus. karena dengannya akan meminta
segalanya dari dirimu. Pikiranmu, perhatianmu, berjalan, duduk dan tidurmu.
Bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu tentang peran di organisasi, tentang masyarakat
yang kau cintai.
Berperan di Organisasi dakwah sebuah
keniscayaan akan mendapatkan ujian dan tantangan tentunya harus melalui
sunatullah sabar. Dengan kesabaran peran yang kita lakukan akan menyedot
saripati energi, sampai tulang belulang. Sampai daging terakhir yang menempel
di tubuh renta kita. Hingga memperoleh kemenangan dan Jaminan SurgaNya
diberikan kepada kita. Amin…

No comments:
Post a Comment