Pondok Ilmu Pengetahuan

Saturday, December 13, 2014

MAKANAN INSTANT

JUNK FOOD
DI KALANGAN REMAJA


Tingkat Konsumsi “Junk Food” yang tinggi di kalangan remaja biasanya didasarkan pada rasa “ingin” yang berulang ulang. Rasa ketagihan itu muncul terus menerus sehingga membuat remaja tak alagi berfikir panjang. Al –hasil mengonsumsi “junk food” seakan menjadi tren. Jika tak mengikuti tren. kita bisa dianggap gak gaul.

Padahal Junk food mengandung karbohidrat, protein dan lemak yang apabila dikonsumsi secara terus menerus akan membuat tubuh kita menjadi tidak sehat. Memang junk food bisa menjadi penyumbang energy bagi tubuh kita.

Akan tetapi dalam perumbuhan tubuh kita juga memerlukan sejumlah mineral dan vitamin. Seharusnya sebagai generasi muda, kita tahu bahaya yang diberikan junk food itu bagi diri kita sendiri.

Bukan hanya karena tren, melainkankonsumsi junk food sudah menjadi polamakan dan gaya hidup sebagian besar remaja. Gaya hidup dan pola makan tentu berbeda. Pola makan remaja biasanya bergantung pada remaja itu sendiri.

Kerika sarapan pagi misalnya ada sebagian remaja yang tidak sempat membuat sarapan lain dan memilih untuk memeakan mi instans. Memang selain enak, mi intans juga mudah dibuat.

Tentu hal tersebut dipengaruhi oleh situasi yang ada, remaja akan berpikir lebih baik jika memakan junk food dari pada datang sekolah terlambat.

PENGARUH LINGKUNGAN

Bagi seorang pelajar, pola makan di pengaruhi kondisi lingkungan sekitar. Misalnya, sebuah kantin yang luas dan bersih belum tentu menyediakan makanan sehat. Makanan yang dijual sebagian besar berupa mi instan. Mau tidak mau para siswa memilih jajan tidak sehat untuk mengisi perut.

Adapun gaya hidup biasanya muncul karena pengaruh situasi dan kondisi lingkungan yang ‘memaksa’ si remaja mengonsumsi junk food misalnya. sekadar contoh oleh karena orang tua sibuk, anak remajanya terpaksa memakan junk food yang dibelikan orang tua.

Belakangan ini semakin banyak muncul restoran junk food atau restoran cepat saji. Sebagian orang tua yang sibuk akan membelikan ayam goreng atau burger dari restoran dan menyediakan mi intans di rumah dari pada sibuk memasak di dapur.

Meskipun memberikan sejumlah kalori bagi tubuh kita, mi instan juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan kita. Dalam bumbu mi intans terdapat zat aditif makanan yakni MSG ( monosodium glutamate)

Ada beberapa bahaya zat adiktif makanan cepat saji :

A. Chinese Restaurant Syndrome
Tahun 1968 dr. Ho Man Kwok menemukan penyakit pada pasiennya yang gejalanya cukup unik. Leher dan dada panas, sesak napas, disertai pusing-pusing. Pasien itu mengalami kondisi ini sehabis menyantap masakan cina di restoran. Masakan cina memang dituding paling banyak menggunakan MSG. Karena itulah gejala serupa yang dialami seseorang sehabis menyantap banyak MSG disebut Chinese Restaurant Syndrome.

Bagaimana sampai MSG bisa menimbulkan gejala di atas, masih dugaan sampai saat ini. Tetapi diperkirakan penyebabnya adalah terjadinya defisiensi vitamin B6 karena pembentukan alanin dari glutamat mengalami hambatan ketika diserap. Konon menyantap 2 – 12 gram MSG sekali makan sudah bisa menimbulkan gejala ini. Akibatnya memang tidak fatal betul karena dalam 2 jam Cinese Restaurant Syndrome sudah hilang.

B. Kerusakan Sel Jaringan Otak
Hasil penelitan Olney di St. Louis. Tahun 1969 ia mengadakan penelitian pada tikus putih muda. Tikus-tikus ini diberikan MSG sebanyak 0,5 – 4 mg per gram berat tubuhnya. Hasilnya tikus-tikus malang ini menderita kerusakan jaringan otak. Namun penelitian selanjutnya menunjukkan pemberian MSG yang dicampur dalam makanan tidak menunjukkan gejala kerusakan otak.

Asam glutamat meningkatkan transmisi signal dalam otak, gamma-asam aminobutrat menurunkannya. Oleh karenanya, mengkonsumsi MSG berlebihan pada beberapa individu dapat merusak kesetimbangan antara peningkatan dan penurunan transmisi signal dalam otak (Anonimous 2006).

C. Kanker
MSG menimbulkan kanker betul adanya kalau kita melihatnya dari sudut pandang berikut. Glutamat dapat membentuk pirolisis akibat pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu lama. pirolisis ini sangat karsinogenik. Padahal masakan protein lain yang tidak ditambah MSG pun, bisa juga membentuk senyawa karsinogenik bila dipanaskan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang lama. Karena asam amino penyusun protein, seperti triptopan, penilalanin, lisin, dan metionin juga dapat mengalami pirolisis dari penelitian tadi jelas cara memasak amat berpengaruh.

D. Alergi
MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat umum, tetapi juga bahwa reaksi hypersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil sekali dari konsumen. Beberapa peneliti bahkan cenderung berpendapat nampaknya glutamat bukan merupakan senyawa penyebab yang efektif, tetapi besar kemungkinannya gejala tersebut ditimbulkan oleh senyawa hasil metabolisme seperti misalnya GABA (Gama Amino Butyric Acid), serotinin atau bahkan oleh histamin (Winarno 2004)
Konsumsi MSG menyebabkan penumpukan asam glutamat pada jaringan sel otak yang bisa berakibat kelumpuhan. Batasan aman yang pernah dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization), asupan MSG per hari sebaiknya sekitar 0-120 mg/kg berat badan.
-         
Menurut Dosen Jurusan teknologi pertanian fakultas pertanian universitas sriwijaya Palembang, Ir Anny Yanuarti, M appl Sc mengatakan, Junk food adalah makanan sampah.

“Makanan itu tidak bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita karena mengandug lemak dan kalori tinggi sehingga menyebabkan obesistas , diabetes, dan penyakit lainya. kata dia\

Ada teman penulis. yang satu angkatan mahasiswa menderita tumor ganas dibagian sumsum tulang belakang. hingga dirawat di rumah sakit, dokter tidak menyanggupinya karena tumor berada di dalam sumsum tulang belakangnya. tumor ganas bisa menyebar cepat dibagian otak dan menimbulkan kematian apabila tidak dilakukan operasi. dilakukan operasipun akan sangat fatal apabila sumsum tulang belakangnya diretakkan atau terjadi kesalahan pengambilan pada syaraf tulang belakang. potensi kelumpuhan seumur hidup bisa terjadi.

Penyebabkan karena dia sering makan makanan junk food. yang disenanginya adalah Mie ayam atau yang disebut “pangsit”. 1 hari hampir 3 kali makan. dia bahkan tahu tempat mie ayam termurah dan enak di seluruh Surabaya. wich keren banget. 

Namun menyebabkannya diumur relative muda yakni 20 tahun, tidak bisa terselamatkan hingga menderita tumor ganas yang menjadikannya dirawat di rumah sakit. akhir hidupnya meninggal pasca bulan suci ramadhan. pesan terakhirnya bentuk penyesalan sering makan junk food.

So.. Jagalah diri kita dari makanan yang berlebihan karena allah berfirman bahwa orang yang berlebihan itu tidak baik. ..

Sumber : Kompas

No comments:

Post a Comment