JUNK FOOD
DI KALANGAN REMAJA
Tingkat
Konsumsi “Junk Food” yang tinggi di kalangan remaja biasanya didasarkan pada
rasa “ingin” yang berulang ulang. Rasa ketagihan itu muncul terus menerus
sehingga membuat remaja tak alagi berfikir panjang. Al –hasil mengonsumsi “junk
food” seakan menjadi tren. Jika tak mengikuti tren. kita bisa dianggap gak
gaul.
Padahal
Junk food mengandung karbohidrat, protein dan lemak yang apabila dikonsumsi
secara terus menerus akan membuat tubuh kita menjadi tidak sehat. Memang junk
food bisa menjadi penyumbang energy bagi tubuh kita.
Akan
tetapi dalam perumbuhan tubuh kita juga memerlukan sejumlah mineral dan
vitamin. Seharusnya sebagai generasi muda, kita tahu bahaya yang diberikan junk
food itu bagi diri kita sendiri.
Bukan
hanya karena tren, melainkankonsumsi junk food sudah menjadi polamakan dan gaya
hidup sebagian besar remaja. Gaya hidup dan pola makan tentu berbeda. Pola
makan remaja biasanya bergantung pada remaja itu sendiri.
Kerika
sarapan pagi misalnya ada sebagian remaja yang tidak sempat membuat sarapan
lain dan memilih untuk memeakan mi instans. Memang selain enak, mi intans juga
mudah dibuat.
Tentu
hal tersebut dipengaruhi oleh situasi yang ada, remaja akan berpikir lebih baik
jika memakan junk food dari pada datang sekolah terlambat.
PENGARUH LINGKUNGAN
Bagi
seorang pelajar, pola makan di pengaruhi kondisi lingkungan sekitar. Misalnya,
sebuah kantin yang luas dan bersih belum tentu menyediakan makanan sehat.
Makanan yang dijual sebagian besar berupa mi instan. Mau tidak mau para siswa
memilih jajan tidak sehat untuk mengisi perut.
Adapun
gaya hidup biasanya muncul karena pengaruh situasi dan kondisi lingkungan yang
‘memaksa’ si remaja mengonsumsi junk food misalnya. sekadar contoh oleh karena
orang tua sibuk, anak remajanya terpaksa memakan junk food yang dibelikan orang
tua.
Belakangan
ini semakin banyak muncul restoran junk food atau restoran cepat saji. Sebagian
orang tua yang sibuk akan membelikan ayam goreng atau burger dari restoran dan
menyediakan mi intans di rumah dari pada sibuk memasak di dapur.
Meskipun
memberikan sejumlah kalori bagi tubuh kita, mi instan juga dapat memberikan
dampak buruk bagi kesehatan kita. Dalam bumbu mi intans terdapat zat aditif
makanan yakni MSG ( monosodium glutamate)
Ada
beberapa bahaya zat adiktif makanan cepat saji :
A. Chinese Restaurant Syndrome
Tahun 1968 dr. Ho Man
Kwok menemukan penyakit pada pasiennya yang gejalanya cukup unik. Leher
dan dada panas, sesak napas, disertai pusing-pusing. Pasien itu
mengalami kondisi ini sehabis menyantap masakan cina di restoran.
Masakan cina memang dituding paling banyak menggunakan MSG. Karena
itulah gejala serupa yang dialami seseorang sehabis menyantap banyak
MSG disebut Chinese Restaurant Syndrome.
Bagaimana sampai MSG bisa
menimbulkan gejala di atas, masih dugaan sampai saat ini. Tetapi
diperkirakan penyebabnya adalah terjadinya defisiensi vitamin B6 karena
pembentukan alanin dari glutamat mengalami hambatan ketika diserap.
Konon menyantap 2 – 12 gram MSG sekali makan sudah bisa menimbulkan
gejala ini. Akibatnya memang tidak fatal betul karena dalam 2 jam
Cinese Restaurant Syndrome sudah hilang.
B. Kerusakan Sel Jaringan Otak
Hasil
penelitan Olney di St. Louis. Tahun 1969 ia mengadakan penelitian pada
tikus putih muda. Tikus-tikus ini diberikan MSG sebanyak 0,5 – 4 mg
per gram berat tubuhnya. Hasilnya tikus-tikus malang ini menderita
kerusakan jaringan otak. Namun penelitian selanjutnya menunjukkan
pemberian MSG yang dicampur dalam makanan tidak menunjukkan gejala
kerusakan otak.
Asam glutamat meningkatkan transmisi
signal dalam otak, gamma-asam aminobutrat menurunkannya. Oleh
karenanya, mengkonsumsi MSG berlebihan pada beberapa individu dapat
merusak kesetimbangan antara peningkatan dan penurunan transmisi signal
dalam otak (Anonimous 2006).
C. Kanker
MSG
menimbulkan kanker betul adanya kalau kita melihatnya dari sudut
pandang berikut. Glutamat dapat membentuk pirolisis akibat pemanasan
dengan suhu tinggi dan dalam waktu lama. pirolisis ini sangat
karsinogenik. Padahal masakan protein lain yang tidak ditambah MSG pun,
bisa juga membentuk senyawa karsinogenik bila dipanaskan dengan suhu
tinggi dan dalam waktu yang lama. Karena asam amino penyusun protein,
seperti triptopan, penilalanin, lisin, dan metionin juga dapat mengalami
pirolisis dari penelitian tadi jelas cara memasak amat berpengaruh.
D. Alergi
MSG
tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat umum,
tetapi juga bahwa reaksi hypersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi
MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil sekali dari konsumen.
Beberapa peneliti bahkan cenderung berpendapat nampaknya glutamat bukan
merupakan senyawa penyebab yang efektif, tetapi besar kemungkinannya
gejala tersebut ditimbulkan oleh senyawa hasil metabolisme seperti
misalnya GABA (Gama Amino Butyric Acid), serotinin atau bahkan oleh
histamin (Winarno 2004)
Konsumsi MSG menyebabkan penumpukan asam
glutamat pada jaringan sel otak yang bisa berakibat kelumpuhan. Batasan
aman yang pernah dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia WHO (World
Health Organization), asupan MSG per hari sebaiknya sekitar 0-120 mg/kg
berat badan.
-
Menurut
Dosen Jurusan teknologi pertanian fakultas pertanian universitas sriwijaya
Palembang, Ir Anny Yanuarti, M appl Sc mengatakan, Junk food adalah makanan
sampah.
“Makanan
itu tidak bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita karena mengandug lemak dan
kalori tinggi sehingga menyebabkan obesistas , diabetes, dan penyakit lainya.
kata dia\
Ada
teman penulis. yang satu angkatan mahasiswa menderita tumor ganas dibagian
sumsum tulang belakang. hingga dirawat di rumah sakit, dokter tidak
menyanggupinya karena tumor berada di dalam sumsum tulang belakangnya. tumor
ganas bisa menyebar cepat dibagian otak dan menimbulkan kematian apabila tidak
dilakukan operasi. dilakukan operasipun akan sangat fatal apabila sumsum tulang
belakangnya diretakkan atau terjadi kesalahan pengambilan pada syaraf tulang
belakang. potensi kelumpuhan seumur hidup bisa terjadi.
Penyebabkan
karena dia sering makan makanan junk food. yang disenanginya adalah Mie ayam
atau yang disebut “pangsit”. 1 hari hampir 3 kali makan. dia bahkan tahu tempat
mie ayam termurah dan enak di seluruh Surabaya. wich keren banget.
Namun
menyebabkannya diumur relative muda yakni 20 tahun, tidak bisa terselamatkan
hingga menderita tumor ganas yang menjadikannya dirawat di rumah sakit. akhir
hidupnya meninggal pasca bulan suci ramadhan. pesan terakhirnya bentuk
penyesalan sering makan junk food.
So.. Jagalah diri kita dari makanan yang berlebihan karena allah berfirman bahwa
orang yang berlebihan itu tidak baik. ..
Sumber : Kompas
Sumber : Kompas

No comments:
Post a Comment