Pondok Ilmu Pengetahuan

Tuesday, April 28, 2015

INSPIRASI



Cerita Inspiratif Reuni Alumni

Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni tersebut beramai ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yg brbeda2. Mulai dari cangkir yg terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik.

Kemudian guru tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi. Setelah itu guru berkata. ?? "Perhatikanlah, bahwa kalian semua memilih cangkir yang bgus, dan kini yang tersisa hanyalah cangkir murah dan tak menarik. Memilih hal terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalanya, ketika kalian tidak medapat cangkir yang bgus, perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis mlihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkanya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya, melainkn kopinya"

Hikmah

Dalam analogi tsb, hidup kita seperti kopi, sedangkn cangkirny adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki.

Jangan pernah membiarkn cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati. Sebab cangkir bukanlah yang utama. Kwalitas kopi itulah yg trpenting.

Jangan berpikir bahwa kekayaan melimpah, karier yang bagus, prkerjaan yang mapan, dan keluarga yg komplit merupakan jaminan kebahagian. Terus terang, itu adalah konsep hidup yg sangat keliru.kwalitas hidup kita ditentukan oleh "apa yg ada di dalam diri kita" bukan "yg tampak dr luar" apa guna miliki segalanya tanpa merasakan kebermaknaan, dan suka cita dlm hdup? itu sangat menyedihkan, sama sperti kita menikmati kopi basi yang disajikan dalam cangkir kristal yg mewah dan mahal.

Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kwalitas kopinya.

Kunci menikmati hidup bukanlah pada brapa tinggi kedudukan dan banyak harta kita, tetapi seberapa tinggi kwalitas kebermaknaan kita dan brapa banyak optimalisasi diri dalam berperan untuk perbaikan masyarakat

No comments:

Post a Comment