20 Mei 2002
ANGAN-ANGAN YANG MEMPERDAYA
Dalam
hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Masud, Rasulullah, suatu hari, duduk-duduk
santai bersama para sahabatnya. Utusan Allah ini lalu menggambar empat persegi
panjang di atas tanah. Dari tengah empat persegi panjang itu, kemudian ia
menarik garis lurus yang menjulur keluar, lalu memberi garis-garis kecil menuju
garis di tengah tersebut.
Para
sahabat memperhatikan gambar itu penuh tanda tanya. Suasana menjadi hening.
Begitu selesai, Rasulullah lalu menjelaskan, ''Ini, titik yang berada di ujung
garis di tengah, adalah menusia. Sedangkan keempat garis persegi panjang adalah
ajal yang selalu mengitari kehidupannya di dunia
ini.''
Setelah
itu nabi melanjutkan, ''Sedang garis lurus yang menjulur keluar adalah angannya
yang indah dan menyilaukan, sementara garis-garis kecil adalah
kejadian-kejadian yang selalu ia akan hadapi sepanjang hidupnya (seperti sedih,
gembira, panas, lapar, dingin, sakit, sukses, gagal, untung,
dan
bangkrut). Bila ia lolos dari yang satu, maka akan ditimpa oleh yang lain. Bila
lolos dari yang terakhir ini, maka ia akan ditimpa oleh yang lainnya lagi.
Demikian seterusnya.''
Inilah
kehidupan dunia, semuanya bergerak sesuai sunnatullah 'hukum alam' yang tak
bakal berubah. Hal yang perlu disadari lebih dalam adalah bahwa semuanya
merupakan bentuk ujian yang akan menentukan kualitas kehidupannya di sisi
Allah.
Namun,
seringkali tujuan hidup seperti ini terhalang oleh kemilaunya angan-angan yang
menyilaukan. Pada hakekatnya semua itu menjebak dirinya.
Angan-angan
untuk bisa hidup layak di masa mendatang seringkali menutup kesadaran manusia
bahwa hidup ini, bagaimanapun lamanya, pasti dibatasi ol keempat garis ajal.
Secepat itu pula kesadaran akan adanya batas-batas moral dan hukum lenyap di
telan ramainya persaingan. Akhirya kedamaian dan kenyamanan hidup menjadi
barang mahal yang tak sanggup dibeli oleh masyarakat.
Mungkinkah
kewaspadaan terhadap kemilaunya angan-angan yang membius itu bisa menjadi
penawar bagi kegersangan dan kegundahan hati, seperti yang dituntunkan oleh
baginda Rusul kita? Semoga
No comments:
Post a Comment