Ayam Dan Elang
Seorang petani menemukan telur
elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dieraminya. Setelah
menetas, elang itu hidup dan berperilaku sama persis seperti anak-anak ayam,
karena ia mengira bahwa dirinya memang anak ayam. Ia mengais tanah untuk
mencari cacing dan serangga.
Dia berkotek dan berkokok. Dia akan
mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang beberapa meter di udara.
Pada suatu hari, ia melihat seekor
élang yang dengan gagah terbang mengarungi angkasa. “WOW, luar biasa! Siapa dia
itu?” Katanya penuh kagum.
“Itulah elang, si raja segala
burung!” sahut ayam sekitarnya.
“Kalau saja kita bisa terbang, ya?
luar biasa!!!”
“Ah jangan bermimpi! Dia adalah
makhluk angkasa, sedang kita hanya makhluk bumi. Kita hanyalah ayam!”
Alkisah, elang itu makan, minum,
menjalani hidup dan akhirnya mati sebagai ayam, karena begitulah anggapannya
tentang dirinya.
Apakah kita ingin menjdi “ayam”
padahal kita semua adalah “elang”?
jawabannya ada pada diri kita
sendiri.
Apa yang kita pikirkan?
Jika kita berpikir BISA, kita pasti
BISA, bila kita berpikir PASTIGAGAL, kegagalanlah yang akan kita dapatkan!
“Masa depan adalah milik
orang-orang yang percaya akan keindahan dari impian-impian mereka”
No comments:
Post a Comment