Pondok Ilmu Pengetahuan

Tuesday, April 19, 2016

Membangun Akhlak Kecintaan Terhadap Perjuangan



Membangun Akhlak Kecintaan terhadap Perjuangan
Orang orang besar dengan karya besar di masyarakat pasti melalui dinamika perjuangan. Tidak ada orang yang sukses membangun karya besar di masyarakat tidak mengalami dinamika perjuangan. Karena untuk mengapai cita cita yang besar membutuhkan perjuangan yang besar pula. ibarat pohon yang menjulang tinggi pasti  menghadapi angin yang kencang sehingga membutuhkan akar yang kuat. Demikian juga seorang pejuang yang memiliki cita cita besar supaya bisa bertahan dari hambatan, rintangan, menghadapi masalah besar membutuhkan akar yang kuat yakni moralitas perjuangan. Moralitas perjuangan diperoleh tidak intans, seorang pejuang yang tatarannya sudah perilaku telah memiliki pengalaman puncak hingga menemukan motivasi hidup yang paling hakiki yakni perjuangan. Mendapatkan Pengalaman puncak ini pastinya membutuhkan penghayatan yang mendalam sampai ada bekasan kebermaknaan perjuangan menjadi satu satunya jalan hidup. Sering ditemui orang yang memilih hidupnya untuk perjuangan segala kebahagiaan duniawi ia tinggalkan. Bahkan harta, keluarga, jiwa dan raga digunakan optimal untuk perjuangan. Komitmennya yang tinggi, pantang menyerah, hingga  habis habisan untuk mensukseskan visinya. sampai pilihan mati dalam perjuangan merupakan sebuah keniscayaan. 

Saya membayangkan apabila saya hidup dalam masa penjajahan belanda. apakah saya mau untuk berjuang melawan penjajah atau menerima saja sebagai bangsa jajahan atau  justru menjadi pengkhianat yang bekerja sama dengan penjajah. para pejuang diberikan pilihan saat itu mau berjuang atau tidak. sehingga perjuang membutuhkan kecerdasan tinggi dalam menemukan kebenaran, selain itu butuh keberanian : tidak takut terhadap risiko perjuangan,serta selalu membangun perasaan sabar dalam perjuangan. Sehingga sangat langka sekali orang yang seluruh hidupnya memilih hidup dalam perjuangan.

Kita bisa menelisik tokoh pahlawan indonesia : Jenderal sudirman merupakan anak yang rajin mengaji, tidak pernah sekolah di kemiliteran tapi menjadi jenderal besar. karyanya menumpas penjajah dengan pasukan PKR berhasil mengusir penjajah sehingga menjadikannya diberikan penghargaan gelar jenderal. bahkan terkena penyakit tuberkolosispun yang mengrogoti tubuh usia mudanya. Masih berjuang dalam perang gerilya melawan penjajah belanda, selama 7 bulan tanpa pengobatan menjadikannya harus dipanggul melanjutkan visi perjuanganya. dari Hutan ke hutan , gunung ke gunung dilalui dalam perang gerilya.

Menelisik Tokoh dunia, Nelson Mandela dengan pidatonya “saya siap mati”. Melawan kaum apartheid (kulit putih). Pemerintah kaum apartheid selalu mengekploitasi kebijakan yang menguntungkan kaum kulit putih dan menindas kaum kulit hitam. Padahal Di Afrika selatan dengan 80 % warga kulit hitam. Kulit putih mendapatkan pendidikan tanpa biaya sedangkan kulit hitam dikenakan biaya yang mahal. dalam hal pekerjaan, kulit putih diberikan keterampilan tinggi dan upah tinggi. sedangkan kulit hitam ditelantarkan dan bekerjapun tidak diberi upah.  Diskriminasi ini membuat nelson Mandela melakukan perjuangan melawan ketidakadilan hingga 50 tahun melalui organisasi ANC tanpa kekerasan. hingga 8.500 dijebloskan dipenjara termasuk dia. Namun ia tetap berjuang hingga memperoleh simpati dari negara lain untuk menegakkan keadilan hak asasi manusia. Di pemilu 1993. Nelson Mandela menjadi presiden kulit hitam pertama di afrika selatan. hingga purna jabatanpun dirinya masih memperjuangkan nilai kemanusiaan. 

Teladan umat islam, Nabi Muhammad  dalam menyebarkan agama islam menghadapi cacian, difitnah, bahkan diburu, dikejar untuk dibunuh. Pengorbanan demi Islam ditunjukan lewat hartanya sampai habis untuk perjuangan, waktu dan tenaga bahkan seumur hidupnya untuk pengabdian kepada Allah. Menolak tawaran kedudukan, harta, wanita dari kaum quraisy. Terbukti dengan perjuangannya menegakkan nilai ketauhidan. Terbayar dengan Kemenangan umat islam mewujudkan masyarakat yang thoyibah. hingga diakhir hidupnya visi perjuangan menegakkan tauhid diteruskan para sahabatnya yang membawa islam menuju kejayaan. 

Inilah sekelumit kisah orang orang pejuang yang memiliki nilai karya besar di masyarakat.  Ada kesamaan seorang pejuang dimanapun. yakni ada nilai yang diperjuangkan. Namun nilai tersebut harus diwujudkan dalam bentuk perilaku dengan mengajak orang lain hingga mau berjuang bersama habis habisan. Aspek kepribadian mewujudkan nilai inilah yang disebut moral perjuangan. Disini tidak hendak membahas kebenaran dari sebuah nilai perjuangan, tapi membahas bagaimana seorang itu punya akhlak perjuangan. faktor faktor apa saja yang menjadikan seorang itu punya moralitas perjuangan dan bagaimana terbentuknya moralitas perjuangan? kemudian bagaimana cara membangun akhlak perjuangan dalam konteks perjuangan islam?

Meninjau sebab orang bisa punya moralitas perjuangan. Ilmu yang sesuai adalah ilmu psikologi. Menurut Teori heriditas atau genetis yang berbicara segala sifat fisik dan psikologis seseorang diwariskan melalui gen. Adapun seorang yang memiliki moralitas pejuang karena sudah ada gen pejuang. atau diwariskan dari gen keluarga yang memiliki moralitas perjuangan. Namun hal ini bersifat langka.
Sebenarnya tak cukup menilai seorang pejuang terbentuk karena genetis, menurut teori stimulus Respon behavioristik, mengatakan setiap perilaku seseorang dibentuk oleh pengondisian stimulus yang berulang-ulang. Seorang pejuang ada yang dibentuk karena pengondisian murni atau bisa juga karena keterpaksaan dalam perjuangan. kalau seorang pejuang yang karena kondisi keterpaksaan mengharuskan berjuang contohnya seorang yang ditakdirkan hidup miskin tanpa orang tua, karena ia mengiginkan sukses belajarnya ia berjuang dalam hidupnya, pagi sampai siang sekolah sedangkan sore sampai malam belajar untuk membiayai pendidikannya. Adapun seorang pejuang karena pengondisian murni yakni yang melalui penghayatan nilai, meskipun ia dalam kondisi miskin ataupun berkecukupan, karena ia memiliki kesadaran tinggi dalam menghayati makna perjuangan maka ia bisa membuat pengondisian, dengan cara ia menularkan nilai perjuangan ke orang lain. hingga orang lain mau bersama habis habisan dalam berjuang. 

Tetap apabila menggali sudut pandang kejiwaan akan lebih komplit faktornya, Menurut teori Sigmund Freud, sebab kenapa orang berperilaku karena memiliki 3 hal :

1.    ID : Fungsi yang dibawa sejak lahir atau Dorongan Alamiah
2.    Ego : fungsi jiwa sebagai pengambil keputusan yang berhubungan dengan respon di alam nyata atau aspek analisis pikiran ataupun penghayatan perasaan
3.    Super Ego : Moralitas yang diambil dari lingkungan bisa berupa nilai nilai dan pengalaman 

Adapun orang yang memiliki moralitas perjuangan karena mereka mendapatkan stimulus atau melihat kondisi yang tidak sesuai atau bertentangan dengan nilai yang diidealkan. Mereka memiliki nilai kebenaran yang sudah dihayati sepanjang hidupnya. Membuatnya memunculkan dorongan alamiah untuk memperjuangkan nilai yang diidealkannya menjadi sebuah kebutuhan yang patut diwujudkan. Kondisi Egonya memiliki pertimbangan logis bahwa jika tidak memperjuangkan nilai kebenaran maka akan senantiasa dalam keterpurukan, jika tidak berjuang mending mati saja dari pada hidup, makanya ia harus menyampaikan nilai kebenaran ke masyarakat luas agar mereka tahu dan bisa sama sama memperjuangkannya. sedangkan  Perasaannya jika tidak memperjuangkan nilai kebenaran, hidup terasa kering, hampa, tidak nyaman untuk hidup. visi ini harus dikorbankan dengan raga, jiwa dan harta.  Diperkuat dengan Superegonya yang membentuk perilakunya sampai tatarannya nilai perjuangan. Nilai yang baik adalah hidup dalam perjuangan, yang buruk adalah hidup meninggalkan perjuangan, untuk mencari kenikmatan diri sendiri. Memunculkan sikapnya seluruh hidupnya untuk perjuangan demi cita citanya tercapai. Para perjuang selalu mengajak orang lain untuk memperjuangkan nilai pemikirannya. sehingga semakin banyak yang sepakat pemikiran maka jalan untuk mencapai kemenangan cita citanya akan semakin mudah dicapai. 

Demikian faktor atau sebab orang bisa punya moralitas perjuangan dari sudut pandang teori psikologi. Cara Membangun Akhlak Perjuangan dalam konteks perjuangan menegakan nilai ketauhidan

1.    Menumbuhkan pemikiran bahwa perjuangan adalah kebutuhan untuk sukses dalam kehidupan baik di dunia dan akhirat. Teknisnya bisa dengan :
a.    Membaca buku buku tokoh perjuangan khususnya kisah perjuangan nabi muhammad, sahabat, kisah nabi terdahulu
b.    Mengambil hikmah moralitas perjuangan  tokoh perjuangan menegakan nilai islam yang harus ditiru
c.    Diskusi secara langsung dengan tokoh yang pernah mengalami dinamika perjuangan menegakan nilai islam
d.    Membangun paradigm perjuangan adalah perintah Allah, atau bagian dari penggabdian kepada Allah. di surat al An’am  : 162 : Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah.
 
2.    Menghayati, mendalami Makna Perjuangan dalam menegakkan nilai nilai islam
a.    Merasakan nikmat ujian sebagai ajaran Allah . Bahwa perjuangan adalah jalan hidup para rasul yang diuji dengan mala petaka dan sebagai kelayakan masuk surga : Surat Al Baqarah : 214 : “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
b.    Merasakan karunia allah memberikan cobaan atau ujian sebagai cara untuk menikmati dinamika perjuangan. siapa yang mampu bertahan berjuang maka menentukan kualitas keimanan.
c.    Menghayati kembali kehidupan dunia sebagai jembatan menuju kehidupan akherat, di dunia sebagai lahan perjuangan menegakan nilai tauhid. sehingga sebagai tiket kehidupan di akherat. 
3.    Melibatkan diri untuk selalu membangun pengalaman merasakan dinamika perjuangan : lewat pengalaman mencoba langsung dalam dunia perjuangan hingga memunculkan bekasan positif. dalam proses merasakan dinamika perjuangan senantiasa membayangkan, merasakan inilah perjuangan, meski susah, senang, lelah ini karena pengabdian kepada Allah. Aspek ini harus selalu diulang ulang sambil menikmatinya.
4.    Selalu berada di lingkungan perjuangan yang senantiasa mengondisikan nilai nilai perjuangan.
5.    Tataran Moralitas pejuang nilai ketauhidan, bahwa Nilai ketauhidan inilah yang dijadikan panduan hidup yang selalu diterapkan dalam setiap detik nafas kehidupan. karena seorang pejuang sudah tahu nilai kebenarannya, jika tidak melaksanakan visi ini maka kondisi masyarakat akan semakin rusak, berarti bersifat dholim kepada yang menciptakan kenikmatan hidup. Visi mulia yang menguatkan  senantiasa sabar dan istiqomah. Jika tanpa visi ini hidup terasa kering, hampa, gelisah. sehingga perilakunya bahkan aktivitasnya mencerminkan komitmennya “sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah”.

No comments:

Post a Comment