Membangun
Akhlak Kecintaan terhadap Perjuangan
Orang orang besar dengan karya
besar di masyarakat pasti melalui dinamika perjuangan. Tidak ada orang yang
sukses membangun karya besar di masyarakat tidak mengalami dinamika perjuangan.
Karena untuk mengapai cita cita yang besar membutuhkan perjuangan yang besar
pula. ibarat pohon yang menjulang tinggi pasti
menghadapi angin yang kencang sehingga membutuhkan akar yang kuat.
Demikian juga seorang pejuang yang memiliki cita cita besar supaya bisa bertahan
dari hambatan, rintangan, menghadapi masalah besar membutuhkan akar yang kuat
yakni moralitas perjuangan. Moralitas perjuangan diperoleh tidak intans,
seorang pejuang yang tatarannya sudah perilaku telah memiliki pengalaman puncak
hingga menemukan motivasi hidup yang paling hakiki yakni perjuangan.
Mendapatkan Pengalaman puncak ini pastinya membutuhkan penghayatan yang
mendalam sampai ada bekasan kebermaknaan perjuangan menjadi satu satunya jalan
hidup. Sering ditemui orang yang memilih hidupnya untuk perjuangan segala kebahagiaan
duniawi ia tinggalkan. Bahkan harta, keluarga, jiwa dan raga digunakan optimal untuk
perjuangan. Komitmennya yang tinggi, pantang menyerah, hingga habis habisan untuk mensukseskan visinya. sampai
pilihan mati dalam perjuangan merupakan sebuah keniscayaan.
Saya membayangkan apabila saya
hidup dalam masa penjajahan belanda. apakah saya mau untuk berjuang melawan
penjajah atau menerima saja sebagai bangsa jajahan atau justru menjadi pengkhianat yang bekerja sama
dengan penjajah. para pejuang diberikan pilihan saat itu mau berjuang atau
tidak. sehingga perjuang membutuhkan kecerdasan tinggi dalam menemukan
kebenaran, selain itu butuh keberanian : tidak takut terhadap risiko
perjuangan,serta selalu membangun perasaan sabar dalam perjuangan. Sehingga
sangat langka sekali orang yang seluruh hidupnya memilih hidup dalam
perjuangan.
Kita bisa menelisik tokoh
pahlawan indonesia : Jenderal sudirman merupakan anak yang rajin mengaji, tidak
pernah sekolah di kemiliteran tapi menjadi jenderal besar. karyanya menumpas
penjajah dengan pasukan PKR berhasil mengusir penjajah sehingga menjadikannya
diberikan penghargaan gelar jenderal. bahkan terkena penyakit tuberkolosispun
yang mengrogoti tubuh usia mudanya. Masih berjuang dalam perang gerilya melawan
penjajah belanda, selama 7 bulan tanpa pengobatan menjadikannya harus dipanggul
melanjutkan visi perjuanganya. dari Hutan ke hutan , gunung ke gunung dilalui
dalam perang gerilya.
Menelisik Tokoh dunia, Nelson
Mandela dengan pidatonya “saya siap mati”. Melawan kaum apartheid (kulit
putih). Pemerintah kaum apartheid selalu mengekploitasi kebijakan yang
menguntungkan kaum kulit putih dan menindas kaum kulit hitam. Padahal Di Afrika
selatan dengan 80 % warga kulit hitam. Kulit putih mendapatkan pendidikan tanpa
biaya sedangkan kulit hitam dikenakan biaya yang mahal. dalam hal pekerjaan,
kulit putih diberikan keterampilan tinggi dan upah tinggi. sedangkan kulit
hitam ditelantarkan dan bekerjapun tidak diberi upah. Diskriminasi ini membuat nelson Mandela melakukan
perjuangan melawan ketidakadilan hingga 50 tahun melalui organisasi ANC tanpa
kekerasan. hingga 8.500 dijebloskan dipenjara termasuk dia. Namun ia tetap
berjuang hingga memperoleh simpati dari negara lain untuk menegakkan keadilan
hak asasi manusia. Di pemilu 1993. Nelson Mandela menjadi presiden kulit hitam
pertama di afrika selatan. hingga purna jabatanpun dirinya masih memperjuangkan
nilai kemanusiaan.
Teladan umat islam, Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama islam menghadapi cacian,
difitnah, bahkan diburu, dikejar untuk dibunuh. Pengorbanan demi Islam
ditunjukan lewat hartanya sampai habis untuk perjuangan, waktu dan tenaga
bahkan seumur hidupnya untuk pengabdian kepada Allah. Menolak tawaran
kedudukan, harta, wanita dari kaum quraisy. Terbukti dengan perjuangannya
menegakkan nilai ketauhidan. Terbayar dengan Kemenangan umat islam mewujudkan
masyarakat yang thoyibah. hingga diakhir hidupnya visi perjuangan menegakkan
tauhid diteruskan para sahabatnya yang membawa islam menuju kejayaan.
Inilah sekelumit kisah orang
orang pejuang yang memiliki nilai karya besar di masyarakat. Ada kesamaan seorang pejuang dimanapun. yakni
ada nilai yang diperjuangkan. Namun nilai tersebut harus diwujudkan dalam
bentuk perilaku dengan mengajak orang lain hingga mau berjuang bersama habis
habisan. Aspek kepribadian mewujudkan nilai inilah yang disebut moral
perjuangan. Disini tidak hendak membahas kebenaran dari sebuah nilai
perjuangan, tapi membahas bagaimana seorang itu punya akhlak perjuangan. faktor
faktor apa saja yang menjadikan seorang itu punya moralitas perjuangan dan
bagaimana terbentuknya moralitas perjuangan? kemudian bagaimana cara membangun
akhlak perjuangan dalam konteks perjuangan islam?
Meninjau sebab orang bisa punya
moralitas perjuangan. Ilmu yang sesuai adalah ilmu psikologi. Menurut Teori
heriditas atau genetis yang berbicara segala sifat fisik dan psikologis
seseorang diwariskan melalui gen. Adapun seorang yang memiliki moralitas
pejuang karena sudah ada gen pejuang. atau diwariskan dari gen keluarga yang
memiliki moralitas perjuangan. Namun hal ini bersifat langka.
Sebenarnya tak cukup menilai
seorang pejuang terbentuk karena genetis, menurut teori stimulus Respon
behavioristik, mengatakan setiap perilaku seseorang dibentuk oleh pengondisian
stimulus yang berulang-ulang. Seorang pejuang ada yang dibentuk karena
pengondisian murni atau bisa juga karena keterpaksaan dalam perjuangan. kalau
seorang pejuang yang karena kondisi keterpaksaan mengharuskan berjuang
contohnya seorang yang ditakdirkan hidup miskin tanpa orang tua, karena ia
mengiginkan sukses belajarnya ia berjuang dalam hidupnya, pagi sampai siang
sekolah sedangkan sore sampai malam belajar untuk membiayai pendidikannya.
Adapun seorang pejuang karena pengondisian murni yakni yang melalui penghayatan
nilai, meskipun ia dalam kondisi miskin ataupun berkecukupan, karena ia
memiliki kesadaran tinggi dalam menghayati makna perjuangan maka ia bisa
membuat pengondisian, dengan cara ia menularkan nilai perjuangan ke orang lain.
hingga orang lain mau bersama habis habisan dalam berjuang.
Tetap apabila menggali sudut
pandang kejiwaan akan lebih komplit faktornya, Menurut teori Sigmund Freud,
sebab kenapa orang berperilaku karena memiliki 3 hal :
1. ID : Fungsi yang dibawa sejak
lahir atau Dorongan Alamiah
2. Ego : fungsi jiwa sebagai
pengambil keputusan yang berhubungan dengan respon di alam nyata atau aspek
analisis pikiran ataupun penghayatan perasaan
3. Super Ego : Moralitas yang
diambil dari lingkungan bisa berupa nilai nilai dan pengalaman
Adapun orang yang memiliki
moralitas perjuangan karena mereka mendapatkan stimulus atau melihat kondisi
yang tidak sesuai atau bertentangan dengan nilai yang diidealkan. Mereka
memiliki nilai kebenaran yang sudah dihayati sepanjang hidupnya. Membuatnya memunculkan
dorongan alamiah untuk memperjuangkan nilai yang diidealkannya menjadi sebuah
kebutuhan yang patut diwujudkan. Kondisi Egonya memiliki pertimbangan logis
bahwa jika tidak memperjuangkan nilai kebenaran maka akan senantiasa dalam
keterpurukan, jika tidak berjuang mending mati saja dari pada hidup, makanya ia
harus menyampaikan nilai kebenaran ke masyarakat luas agar mereka tahu dan bisa
sama sama memperjuangkannya. sedangkan Perasaannya
jika tidak memperjuangkan nilai kebenaran, hidup terasa kering, hampa, tidak
nyaman untuk hidup. visi ini harus dikorbankan dengan raga, jiwa dan harta. Diperkuat dengan Superegonya yang membentuk perilakunya
sampai tatarannya nilai perjuangan. Nilai yang baik adalah hidup dalam
perjuangan, yang buruk adalah hidup meninggalkan perjuangan, untuk mencari
kenikmatan diri sendiri. Memunculkan sikapnya seluruh hidupnya untuk perjuangan
demi cita citanya tercapai. Para perjuang selalu mengajak orang lain untuk
memperjuangkan nilai pemikirannya. sehingga semakin banyak yang sepakat
pemikiran maka jalan untuk mencapai kemenangan cita citanya akan semakin mudah
dicapai.
Demikian faktor atau sebab
orang bisa punya moralitas perjuangan dari sudut pandang teori psikologi. Cara
Membangun Akhlak Perjuangan dalam konteks perjuangan menegakan nilai ketauhidan
1. Menumbuhkan pemikiran bahwa perjuangan
adalah kebutuhan untuk sukses dalam kehidupan baik di dunia dan akhirat.
Teknisnya bisa dengan :
a. Membaca buku buku tokoh
perjuangan khususnya kisah perjuangan nabi muhammad, sahabat, kisah nabi
terdahulu
b. Mengambil hikmah moralitas
perjuangan tokoh perjuangan menegakan
nilai islam yang harus ditiru
c. Diskusi secara langsung dengan
tokoh yang pernah mengalami dinamika perjuangan menegakan nilai islam
d. Membangun paradigm perjuangan
adalah perintah Allah, atau bagian dari penggabdian kepada Allah. di surat al
An’am : 162 : Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah.
2. Menghayati, mendalami Makna
Perjuangan dalam menegakkan nilai nilai islam
a.
Merasakan
nikmat ujian sebagai ajaran Allah . Bahwa perjuangan adalah jalan hidup para
rasul yang diuji dengan mala petaka dan sebagai kelayakan masuk surga : Surat
Al Baqarah : 214 : “Apakah
kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu
(cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa
oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam
cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya
pertolongan Allah itu amat dekat.
b. Merasakan karunia allah memberikan
cobaan atau ujian sebagai cara untuk menikmati dinamika perjuangan. siapa yang
mampu bertahan berjuang maka menentukan kualitas keimanan.
c. Menghayati kembali kehidupan
dunia sebagai jembatan menuju kehidupan akherat, di dunia sebagai lahan
perjuangan menegakan nilai tauhid. sehingga sebagai tiket kehidupan di akherat.
3. Melibatkan diri untuk selalu membangun
pengalaman merasakan dinamika perjuangan : lewat pengalaman mencoba langsung
dalam dunia perjuangan hingga memunculkan bekasan positif. dalam proses
merasakan dinamika perjuangan senantiasa membayangkan, merasakan inilah
perjuangan, meski susah, senang, lelah ini karena pengabdian kepada Allah. Aspek
ini harus selalu diulang ulang sambil menikmatinya.
4. Selalu berada di lingkungan
perjuangan yang senantiasa mengondisikan nilai nilai perjuangan.
5.
Tataran
Moralitas pejuang nilai ketauhidan, bahwa Nilai ketauhidan inilah yang
dijadikan panduan hidup yang selalu diterapkan dalam setiap detik nafas kehidupan.
karena seorang pejuang sudah tahu nilai kebenarannya, jika tidak melaksanakan
visi ini maka kondisi masyarakat akan semakin rusak, berarti bersifat dholim
kepada yang menciptakan kenikmatan hidup. Visi mulia yang menguatkan senantiasa sabar dan istiqomah. Jika tanpa
visi ini hidup terasa kering, hampa, gelisah. sehingga perilakunya bahkan
aktivitasnya mencerminkan komitmennya “sholatku,
ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah”.
No comments:
Post a Comment