Pondok Ilmu Pengetahuan

Monday, April 18, 2016

Ilmuan Ilmuan Islam Abad Pertengahan



IBNU SINA (370 – 428 H/980-1036 M)
Masa hidupnya
Nama lengkapnya adalah Abu ali al-Hosain Ibn Abdullah Ibn Sina. Di Eropa ia lebih dikenal dengan nama Avicenna. Beliau Lahir disebuah Desa Afsyana, di Daerah Bukhara pada tahun 340 H yang bertepatan dengan tahun 980 M. Kelahiran beliau di tengah masa yang sedang kavau, dimana kekuasaan Abbasiyah mulai mundur dan negeri negeri yang mula mula berada di bawah kekuasaannya mulai melepaskan diri dan untuk berdiri sendiri. Dan Bahkan Kota Baghdad sebagai pusat pemerintahannya dikuasai oleh golongan Banu Buwaih pada tahun 334 H hingga 447 H

Ibnu Sina dibesarkan di Kota kelahirannya. Ia belajar Al-Quran dengan menghafalnya dan belajar ilmu ilmu agama serta ilmu ilmu pengetahuan umum seperti : Astronomi, Matematika, Fisika, Logika, Kedokteran dan Ilmu Metafisika.

Keitka umur beliau belum mencapai 16 tahun sudah menguasai Ilmu Kedokteran, sehingga banyak orang yang datang kepadanya untuk berguru. Kepandaiannya tidak hanya dalam teori saja, melainkan segi prakteknyapun ia menguasai. Pada waktu Nuh bin Mansur, Penguasa Bukharah menderita sakit, dan kebanyakan dokter tidak mampu mengobati, maka setelah diperiksa dan diobati oleh Ibnu Sina, Kholifah itu menjadi sembuh. 

Sejak itulah ia mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Pada waktu usianya mencapai 22 tahun, ayahnya meninggal dunia, kemudian ia meninggalkanNegeri Bukharah untuk menuju Jurjan, dan dari sini pergi ke Chawarazm. D juriah ia mengarang, mengajar tetapi karena kekacauan politik, ia tidak lama tinggal disitu. Kemudian ia hidup berpindah pindah dari saru tempat ke tempat lain hingga sampai di Hamdan. Beliau di jadikan menteri oleh Syamsuddaudah untuk beberapa kali, meskipun disini ia pernah dipenjarakan beberapa bulan. Kemudian ia pergi ke Isfahan, dibawah Penguasa Ala Addaulah disambut baik olehnya. Namun pada akhir kehidupanya ia kembali ke Hamdan, ketika Addaulah merebut Negeri Hamadan. Ia meninggal pada tahun 428 H/1037 M pada usia 57 tahun.

Karya karyanya
Ibnu Sina meski disibukan oleh kegiatan politik, namun kecerdasannya menyebabkan ia mampu menulis beberapa buku. Hal ini pandainya ia mengatur waktu dalam aktivitas polirik, mengajar dan mengarang. Dalam tulis menulis kurang 50 lembar karya dapat disajikan. Dengan begitu, meski umurnya masih muda sudah dipanggil kehadirat Allah SWT. Ia sangat berjasa para ilmuwan yang datang kemudian, dengan meninggalkan karya karya yang berguna. Ada karangan karangan Ibnu Sina yang terkenal ialah :

As-Syifa’
Buku ini adalah buku filsafat yang terpenting , terbesar dan terdiri dari 4 bagian yaitu Fisika, Matematika dan Metafisika. Buku tersebut mempunyai beberapa naskah yang terbesar di berbagai perpustakaan Barat dan Timur, bagian ketuhanan dan fisika pernah dicetak dengan cetakan batu di Teheran. Pada tahun 1956 lembaga keilmuan Cekoslowakia di Praha menerbitkan pasal keenam dari bagian Fisika yang Khusus mengenai Ilmu Jiwa. Dengan terjemahan ke dalam bahasa Perancis. Dibawah asuhan Jean Pacuch. Bagian Logika diterbitkan di Kairo pada tahun 1954 dengan nama al-BUrhan dibawah asuhan DR. Abdurrahman Badawi.

Ann-Najat
Buku ini merupakan keringkasan Buku As-Syfai dan pernah diterbitkan bersama sama dengan Al-Qonun dalan ilmu Kedokteran pada tahun 1953 di Roma dan pada tahun 1331 di Mesir.

Al-Syarat wat Tanbihat
Buku ini adalah buku terakhir dan yang paling baik dan pernah diterbitkan di Leiden pada tahun 1892 dan sebagian diterjemahkan ke dalam Bahasa Perancis. Kemudia diterbitkan lagi di Kairo pada tahun 1947 dibawah ASUHAN dr. Sulaiman Dunia.

Al-Hikmat al-Masyriqiyyah
Buku ini banyak dibicarakan orang, karena tidak jelasnya maksud judul buku dan naskah naskah yang masih ada memuat bagian logika. Ada yang mengatakan bahwa isi buku tersebut mengenal Tasawuf, tetapi menurut Carlos Nallino, berisis filsafat timur sebagai imbangan filsafat barat

Al-Qonun
Menurut penyebutan orang orang barat. Buku ini pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan pernah menjadi buku standart untuk universitas universitas Eropa sampai akhir abad 17 M. Buku tersebut pernah diterjemahkan di Roma tahun 1953 dan di India tahun 1323. 

Sebenarnya masih banyak lagi ilmuwan islam :
-          Al Kindi (185-252 H/801-865M)
-          Al-Farabi (257-337 H/870-950 M)
-          Muhammad Ibn Zakaria al-razi
-          Al-Ghazali (450-505H/1059 – 1111M)
-          Nasir al Din Tusi (597-672 H/1201 – 1274 M)
-          Ibnu Bajjah (wafat 533 H/1138 M)
-          Ibnu Tufail (536 – 581 H/1110 – 1185)
-          Ibnu Rusd (520 – 595 H/1126-1196)
-          Dsb…
Sumber : Buku Metode Memahami Ayat Ayat Allah karya Iskandar Al-Warisy

No comments:

Post a Comment