IBNU SINA (370 – 428 H/980-1036 M)
Masa hidupnya
Nama
lengkapnya adalah Abu ali al-Hosain Ibn Abdullah Ibn Sina. Di Eropa ia lebih
dikenal dengan nama Avicenna. Beliau Lahir disebuah Desa Afsyana, di Daerah
Bukhara pada tahun 340 H yang bertepatan dengan tahun 980 M. Kelahiran beliau
di tengah masa yang sedang kavau, dimana kekuasaan Abbasiyah mulai mundur dan
negeri negeri yang mula mula berada di bawah kekuasaannya mulai melepaskan diri
dan untuk berdiri sendiri. Dan Bahkan Kota Baghdad sebagai pusat
pemerintahannya dikuasai oleh golongan Banu Buwaih pada tahun 334 H hingga 447
H
Ibnu Sina
dibesarkan di Kota kelahirannya. Ia belajar Al-Quran dengan menghafalnya dan
belajar ilmu ilmu agama serta ilmu ilmu pengetahuan umum seperti : Astronomi,
Matematika, Fisika, Logika, Kedokteran dan Ilmu Metafisika.
Keitka umur
beliau belum mencapai 16 tahun sudah menguasai Ilmu Kedokteran, sehingga banyak
orang yang datang kepadanya untuk berguru. Kepandaiannya tidak hanya dalam
teori saja, melainkan segi prakteknyapun ia menguasai. Pada waktu Nuh bin
Mansur, Penguasa Bukharah menderita sakit, dan kebanyakan dokter tidak mampu
mengobati, maka setelah diperiksa dan diobati oleh Ibnu Sina, Kholifah itu
menjadi sembuh.
Sejak
itulah ia mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Pada waktu usianya
mencapai 22 tahun, ayahnya meninggal dunia, kemudian ia meninggalkanNegeri
Bukharah untuk menuju Jurjan, dan dari sini pergi ke Chawarazm. D juriah ia
mengarang, mengajar tetapi karena kekacauan politik, ia tidak lama tinggal
disitu. Kemudian ia hidup berpindah pindah dari saru tempat ke tempat lain
hingga sampai di Hamdan. Beliau di jadikan menteri oleh Syamsuddaudah untuk
beberapa kali, meskipun disini ia pernah dipenjarakan beberapa bulan. Kemudian
ia pergi ke Isfahan, dibawah Penguasa Ala Addaulah disambut baik olehnya. Namun
pada akhir kehidupanya ia kembali ke Hamdan, ketika Addaulah merebut Negeri
Hamadan. Ia meninggal pada tahun 428 H/1037 M pada usia 57 tahun.
Karya karyanya
Ibnu Sina
meski disibukan oleh kegiatan politik, namun kecerdasannya menyebabkan ia mampu
menulis beberapa buku. Hal ini pandainya ia mengatur waktu dalam aktivitas
polirik, mengajar dan mengarang. Dalam tulis menulis kurang 50 lembar karya
dapat disajikan. Dengan begitu, meski umurnya masih muda sudah dipanggil
kehadirat Allah SWT. Ia sangat berjasa para ilmuwan yang datang kemudian,
dengan meninggalkan karya karya yang berguna. Ada karangan karangan Ibnu Sina
yang terkenal ialah :
As-Syifa’
Buku ini
adalah buku filsafat yang terpenting , terbesar dan terdiri dari 4 bagian yaitu
Fisika, Matematika dan Metafisika. Buku tersebut mempunyai beberapa naskah yang
terbesar di berbagai perpustakaan Barat dan Timur, bagian ketuhanan dan fisika
pernah dicetak dengan cetakan batu di Teheran. Pada tahun 1956 lembaga keilmuan
Cekoslowakia di Praha menerbitkan pasal keenam dari bagian Fisika yang Khusus
mengenai Ilmu Jiwa. Dengan terjemahan ke dalam bahasa Perancis. Dibawah asuhan
Jean Pacuch. Bagian Logika diterbitkan di Kairo pada tahun 1954 dengan nama
al-BUrhan dibawah asuhan DR. Abdurrahman Badawi.
Ann-Najat
Buku ini
merupakan keringkasan Buku As-Syfai dan pernah diterbitkan bersama sama dengan
Al-Qonun dalan ilmu Kedokteran pada tahun 1953 di Roma dan pada tahun 1331 di
Mesir.
Al-Syarat wat Tanbihat
Buku ini
adalah buku terakhir dan yang paling baik dan pernah diterbitkan di Leiden pada
tahun 1892 dan sebagian diterjemahkan ke dalam Bahasa Perancis. Kemudia
diterbitkan lagi di Kairo pada tahun 1947 dibawah ASUHAN dr. Sulaiman Dunia.
Al-Hikmat al-Masyriqiyyah
Buku ini
banyak dibicarakan orang, karena tidak jelasnya maksud judul buku dan naskah
naskah yang masih ada memuat bagian logika. Ada yang mengatakan bahwa isi buku
tersebut mengenal Tasawuf, tetapi menurut Carlos Nallino, berisis filsafat
timur sebagai imbangan filsafat barat
Al-Qonun
Menurut
penyebutan orang orang barat. Buku ini pernah diterjemahkan ke dalam bahasa
Latin dan pernah menjadi buku standart untuk universitas universitas Eropa sampai
akhir abad 17 M. Buku tersebut pernah diterjemahkan di Roma tahun 1953 dan di
India tahun 1323.
Sebenarnya
masih banyak lagi ilmuwan islam :
-
Al Kindi (185-252 H/801-865M)
-
Al-Farabi (257-337 H/870-950 M)
-
Muhammad Ibn Zakaria al-razi
-
Al-Ghazali (450-505H/1059 – 1111M)
-
Nasir al Din Tusi (597-672 H/1201 – 1274 M)
-
Ibnu Bajjah (wafat 533 H/1138 M)
-
Ibnu Tufail (536 – 581 H/1110 – 1185)
-
Ibnu Rusd (520 – 595 H/1126-1196)
-
Dsb…
Sumber : Buku
Metode Memahami Ayat Ayat Allah karya Iskandar Al-Warisy
No comments:
Post a Comment