Thomas Alfa Edison
Pencipta "Dunia Terang" Pemilik 1.093 Paten
Pencipta "Dunia Terang" Pemilik 1.093 Paten
SEORANG anak sambil menangis meninggalkan sekolahnya. Ia
mengenggam selembar kertas di tangannya yang dititipkan gurunya untuk diberikan
kepada orang tuanya. Di atas kertas itu tertulis, "Karena anakmu terlampau
bodoh dan tak mampu memahami pelajaran serta menghambat kemajuan proses
pelajaran sekolah, dan demi rasa tanggung jawab kami terhadap murid-murid yang
lain, maka kami sangat mengharapkan agar anak ini secara terhormat menarik diri
sendiri dari sekolah."
Setelah membaca nota tersebut, ibunya tak mampu menahan
sedih. Air matanya mengalir deras. Ia sama sekali tak percaya kalau anaknya itu
terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran sekolah. Ia lalu memutuskan,
"Kalau guru tidak bisa mengajarnya, aku akan menjadi guru bagi anakku
sendiri."
Tahukah anda apa yang terjadi pada diri anak tersebut setelah
beberapa tahun kemudian? Pada saat kematiannya, anak yang dianggap bodoh oleh
para gurunya serta dididik sendiri oleh ibunya itu, mendapat penghargaan amat
besar oleh seluruh penduduk Amerika. Pada tanggal 18 Oktober 1931 malam hari
pukul 09.55, seluruh Amerika memadamkan semua lampu listrik untuk mengenang
jasa seorang penemu besar, Thomas Alfa Edison, seorang yang dianggap bodoh
namun telah mengubah arah perkembangan dunia. Thomas tak menyerah pada
penilaian orang lain
Thomas Alfa Edison itulah nama lengkap si jenius yang lahir
pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, dari pasangan keluarga Samuel
Edison Jr dan Nancy Elliot Edison. Pasangan dari Kanada ini mempunyai 7 orang
anak tapi Edison adalah anak paling bungsu. Sudah banyak cerita menarik tentang
perjalanan Edison ini tapi menurut sebuah sumber mengatakan, Edison kecil cuma
tiga bulan duduk dibangku sekolah, masalahnya Edison walaupun terbilang tidak
pandai di sekolahnya tapi dia amat kritis dan gemar bertanya makanya oleh
gurunya disebut "Edison, berotak udang". Maka Nancy Edison sang ibu
memutuskan untuk mengajar sendiri anaknya yang cerdas tersebut apalagi ia juga
punya latar belakang sebagai guru.
Sumber lainnya juga mengatakan, sistem pengajaran pada masa
itu, amat mementingkan hapalan, dan hal tersebut kurang cocok buat Edison yang
cacat rungu tak heran jika ia dianggap bodoh oleh sang guru. Namun kekurangan
tersebut, tak membuat Edison putus asa. Edison yang haus akan ilmu melahap buku
apa saja yang tersedia. Suatu saat, usai mempelajari buku School of Natural
Philosophy karya RG Parker ( isinya petunjuk praktis untuk melakukan
eksperimen di rumah) dan Dictionary Of Science, anak dan ibu memutuskan
untuk membuat laboratorium kecil-kecilan di rumah. Disinilah karier Edison
sebagai penemu berawal.
Penjaja koran
Beranjak dewasa ia mulai mengenal dunia usaha. Ia mencoba
berjualan koran lalu bekerja sebagai telegrafis. Disini bakatnya sebagai penemu
mulai terasah untuk mengatasi tantangan profesi. Mulanya berita-berita
telegrafi dikirim berupa titik dan garis dalam kode morse. Lama kelamaan mesin
penerima telegram menyampaikan berita dengan bunyi. Sudah tentu ini merepotkan
Edison. Untuk menutupi keterbatasan pendengarannya, selama enam tahun kariernya
sebagai telegrafis, ia dipaksa untuk terus menyempurnakan pesawat telegrafi.
Setelah bertahun-tahun bereksperimen , Januarai 1869 ia mulai
mendapatkan kemajuan dalam menciptakan pesawat telegrafi dupleks, yang mampu
mentransmisikan dua berita sekaligus dalam satu kabel, berikut printernya
(untuk mengkonversikan sinyal listrik menjadi hurup). Edison kemudian mengambil
langkah besar. Pada usia yang baru 21 tahun, memutuskan untuk menjadi inventor
penuh. Ia kemudian hijrah ke New York City.
Tahun 1870 ia berhasil menciptakan stock ticker
(pencatat harga saham dan emas) yang dijualnya seharga 40.000 dolar. Dari uang
tersebut ia kemudian pindah ke Newark, New Jersey, disini dengan menampung sebanyak
150 pekerja ia memproduksi stock ticker dan alat-alat telegrafi lain.
Dalam pekerjaan ini ia dibantu oleh Kruesi (ahli mesin) da Charles Bachelor
(ahli mekanik dan tukang gambar). Bachelor juga menjadi "telinga"
buat Edison untuk projek-projek yang membutuhkan daya dengar. Bila konsep telah
dituangkan dalam bentuk gambar, maka Kruesi si ahli mesin membuat modelnya.
Perusahaannya terus berkembang pesat seiring dengan
penemuan-penemuannya kala itu seperti pena listrik dan mimeograf keduanya
merupakan alat penting dalam industri mesin perkantoran masa itu.
Dari hasil tersebut ia menjadi kaya, sayang Edison bukan
pengelola uang yang baik. Di usia 24 tahun ia menikah dengan Mary Stilwell
salah seorang karyawatinya yang tak kalah borosnya. Alhasil pada tahun 1875
keluarga Edison terjepit masalah keuangan dan pada tahun 1876 mereka pindah ke
Menlo Park masih di Kota New Jersey. Tapi di kota inilah Edison mengalami
puncak kreativitas. Ia berhasil menemukan alat relay yang bekerja berdasarkan
tekanan, bukan magnet yang umum saat itu, untuk memvariasikan dan
menyeimbangkan arus listrik. Akhir 1877 ia berhasil menciptakan transmiter
dengan tombol karbon yang sampai saat ini masih dipakai pada speaker dan
mikropon telephon.
Pada bulan Desember 1877 Edison berhasil menemukan alat yang
cukup menghebohkan yaitu mesin pengubah sinyal suara kedalam bentuk tulisan
morse yang diberi nama fonograf.
Namun penemuan lainnya yang paling terkenal dari Edison ini
adalah Penemuan Lampu Pijar. Yang mana pada masa itu orang masih menggunakan
lampu gas untuk penerangannya. Pada waktu itu Edison berhasil mendirikan Edison
Electric Light Company dengan dana penelitian sebesar 30.000 dolar.
Penemuan yang paling terkenal
Kalau selama itu lampu pijar yang dikenal (termasuk lampu
busur) selalu menggunakan bahan sumbu bertahanan rendah dengan sambungan seri
(sehingga bila satu mati, semua lampu lain juga mati), Edison berteori arus
listrik yang besar bisa di perkecil dengan sambungan pararel dan menggunakan
sumbu bertahanan tinggi. Maka ia harus mencari bahan sumbu yang tepat.
Untuk itu ia dibantu Francis Upton, pemuda berusia 26 tahun
dengan gelar M.Sc, jurusan sain. Dari pemuda inilah Edison mengenal yang
namanya hukum Ohm (berkaitan dengan tahanan listrik). Setelah berbulan-bulan,
terobosan dicapai dipertengahan Oktober 1879, saat ditemukan filamen karbon.
Dalam percobaan pembuatan lampu pijar untuk sampai pada temuannya ini Edison
telah menggabungkan 3000 teori yang telah diuji yang diringkas menjadi 2 teori
saja.
Dalam eksperimennya Thomas Alfa Edison yang mengalami
kegagalan sebanyak 9000 kali, bahkan ia berkata beruntung menemukan 8999 cara
yang salah dalam membuat bola lampu.
Seiring dengan penemuan lampu pijarnya tersebut ia juga
berhasil mematenkan seluruh seluruh perangkat sistem yang diperlukan untuk
memungkinkan penerangan tersebut seperti sakelar, dinamo, dan lain-lain. Dia
bahkan merancang dan membangun sistem pusat pembangkit tenaga listrik yang
pertama di dunia, pada September 1882. Serentak pelbagai julukan dilontarkan
dengan decak kekaguman seperti Edison Tukang Sulap, Edison Genius Hebat, Tukang
Sihir dari Menlo Park.
Sebagai ilmuwan produktif yang banyak membuat penemuan baru,
tentu ia banyak dikunjungi tamu. Apalagi ia pernah memiliki pabrik dan
laboratorium dengan 300 karyawan. Suatu ketika, seorang teman dekatnya mengeluh
kepada Edison, betapa ia harus menguras banyak tenaga setiap kali membuka dan
menutup gerbang rumah Edison.
Dengan mengedipkan ekor matanya, Edison lalu mengantarkan
sang teman naik tangga menuju ruangan di atap rumahnya. Di sana terdapat
alat-alat mekanis rumit yang terdiri atas beberapa pengungkit besi, kerekan,
dan pompa-pompa. Sang teman terheran-heran, apa maksud tuan rumah mengajaknya
ke ruang tersebut.
"Engkau pasti tidak tahu," ujar Edison, "setiap
kali ada orang yang membuka dan menutup pintu gerbang depan, secara otomatis
akan memompa satu galon air ke dalam bak penampungan air di sini."
Itulah kelebihan seorang Thomas Alfa Edison. Benar kata
Aristoteles, tidak pernah ada orang yang genius tanpa diwarnai dengan
kesintingan. Melihat berbagai macam penemuannya, "si pencipta dunia
terang" ini telah mencatat 1.093 ciptaannya yang telah dipatenkan dan
merupakan terbanyak di dunia dalam sejarah Amerika. Salah satu kekuatan positif
yang selalu dipegang Edison di mana dia tidak pernah berpikir "mungkinkah
ini dibuat?" tetapi yang selalu ditanyakan, "bagaimana cara
membuatnya?".
No comments:
Post a Comment