Pondok Ilmu Pengetahuan

Monday, April 18, 2016

Kisah Thomas Alfa Edison Pencipta Dunia Terang


Thomas Alfa Edison
Pencipta "Dunia Terang" Pemilik 1.093 Paten
SEORANG anak sambil menangis meninggalkan sekolahnya. Ia mengenggam selembar kertas di tangannya yang dititipkan gurunya untuk diberikan kepada orang tuanya. Di atas kertas itu tertulis, "Karena anakmu terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran serta menghambat kemajuan proses pelajaran sekolah, dan demi rasa tanggung jawab kami terhadap murid-murid yang lain, maka kami sangat mengharapkan agar anak ini secara terhormat menarik diri sendiri dari sekolah."

Setelah membaca nota tersebut, ibunya tak mampu menahan sedih. Air matanya mengalir deras. Ia sama sekali tak percaya kalau anaknya itu terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran sekolah. Ia lalu memutuskan, "Kalau guru tidak bisa mengajarnya, aku akan menjadi guru bagi anakku sendiri."

Tahukah anda apa yang terjadi pada diri anak tersebut setelah beberapa tahun kemudian? Pada saat kematiannya, anak yang dianggap bodoh oleh para gurunya serta dididik sendiri oleh ibunya itu, mendapat penghargaan amat besar oleh seluruh penduduk Amerika. Pada tanggal 18 Oktober 1931 malam hari pukul 09.55, seluruh Amerika memadamkan semua lampu listrik untuk mengenang jasa seorang penemu besar, Thomas Alfa Edison, seorang yang dianggap bodoh namun telah mengubah arah perkembangan dunia. Thomas tak menyerah pada penilaian orang lain

Thomas Alfa Edison itulah nama lengkap si jenius yang lahir pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, dari pasangan keluarga Samuel Edison Jr dan Nancy Elliot Edison. Pasangan dari Kanada ini mempunyai 7 orang anak tapi Edison adalah anak paling bungsu. Sudah banyak cerita menarik tentang perjalanan Edison ini tapi menurut sebuah sumber mengatakan, Edison kecil cuma tiga bulan duduk dibangku sekolah, masalahnya Edison walaupun terbilang tidak pandai di sekolahnya tapi dia amat kritis dan gemar bertanya makanya oleh gurunya disebut "Edison, berotak udang". Maka Nancy Edison sang ibu memutuskan untuk mengajar sendiri anaknya yang cerdas tersebut apalagi ia juga punya latar belakang sebagai guru.

Sumber lainnya juga mengatakan, sistem pengajaran pada masa itu, amat mementingkan hapalan, dan hal tersebut kurang cocok buat Edison yang cacat rungu tak heran jika ia dianggap bodoh oleh sang guru. Namun kekurangan tersebut, tak membuat Edison putus asa. Edison yang haus akan ilmu melahap buku apa saja yang tersedia. Suatu saat, usai mempelajari buku School of Natural Philosophy karya RG Parker ( isinya petunjuk praktis untuk melakukan eksperimen di rumah) dan Dictionary Of Science, anak dan ibu memutuskan untuk membuat laboratorium kecil-kecilan di rumah. Disinilah karier Edison sebagai penemu berawal. 

Penjaja koran
Beranjak dewasa ia mulai mengenal dunia usaha. Ia mencoba berjualan koran lalu bekerja sebagai telegrafis. Disini bakatnya sebagai penemu mulai terasah untuk mengatasi tantangan profesi. Mulanya berita-berita telegrafi dikirim berupa titik dan garis dalam kode morse. Lama kelamaan mesin penerima telegram menyampaikan berita dengan bunyi. Sudah tentu ini merepotkan Edison. Untuk menutupi keterbatasan pendengarannya, selama enam tahun kariernya sebagai telegrafis, ia dipaksa untuk terus menyempurnakan pesawat telegrafi. 

Setelah bertahun-tahun bereksperimen , Januarai 1869 ia mulai mendapatkan kemajuan dalam menciptakan pesawat telegrafi dupleks, yang mampu mentransmisikan dua berita sekaligus dalam satu kabel, berikut printernya (untuk mengkonversikan sinyal listrik menjadi hurup). Edison kemudian mengambil langkah besar. Pada usia yang baru 21 tahun, memutuskan untuk menjadi inventor penuh. Ia kemudian hijrah ke New York City.

Tahun 1870 ia berhasil menciptakan stock ticker (pencatat harga saham dan emas) yang dijualnya seharga 40.000 dolar. Dari uang tersebut ia kemudian pindah ke Newark, New Jersey, disini dengan menampung sebanyak 150 pekerja ia memproduksi stock ticker dan alat-alat telegrafi lain. Dalam pekerjaan ini ia dibantu oleh Kruesi (ahli mesin) da Charles Bachelor (ahli mekanik dan tukang gambar). Bachelor juga menjadi "telinga" buat Edison untuk projek-projek yang membutuhkan daya dengar. Bila konsep telah dituangkan dalam bentuk gambar, maka Kruesi si ahli mesin membuat modelnya.

Perusahaannya terus berkembang pesat seiring dengan penemuan-penemuannya kala itu seperti pena listrik dan mimeograf keduanya merupakan alat penting dalam industri mesin perkantoran masa itu.

Dari hasil tersebut ia menjadi kaya, sayang Edison bukan pengelola uang yang baik. Di usia 24 tahun ia menikah dengan Mary Stilwell salah seorang karyawatinya yang tak kalah borosnya. Alhasil pada tahun 1875 keluarga Edison terjepit masalah keuangan dan pada tahun 1876 mereka pindah ke Menlo Park masih di Kota New Jersey. Tapi di kota inilah Edison mengalami puncak kreativitas. Ia berhasil menemukan alat relay yang bekerja berdasarkan tekanan, bukan magnet yang umum saat itu, untuk memvariasikan dan menyeimbangkan arus listrik. Akhir 1877 ia berhasil menciptakan transmiter dengan tombol karbon yang sampai saat ini masih dipakai pada speaker dan mikropon telephon.

Pada bulan Desember 1877 Edison berhasil menemukan alat yang cukup menghebohkan yaitu mesin pengubah sinyal suara kedalam bentuk tulisan morse yang diberi nama fonograf. 

Namun penemuan lainnya yang paling terkenal dari Edison ini adalah Penemuan Lampu Pijar. Yang mana pada masa itu orang masih menggunakan lampu gas untuk penerangannya. Pada waktu itu Edison berhasil mendirikan Edison Electric Light Company dengan dana penelitian sebesar 30.000 dolar. 

Penemuan yang paling terkenal
Kalau selama itu lampu pijar yang dikenal (termasuk lampu busur) selalu menggunakan bahan sumbu bertahanan rendah dengan sambungan seri (sehingga bila satu mati, semua lampu lain juga mati), Edison berteori arus listrik yang besar bisa di perkecil dengan sambungan pararel dan menggunakan sumbu bertahanan tinggi. Maka ia harus mencari bahan sumbu yang tepat. 

Untuk itu ia dibantu Francis Upton, pemuda berusia 26 tahun dengan gelar M.Sc, jurusan sain. Dari pemuda inilah Edison mengenal yang namanya hukum Ohm (berkaitan dengan tahanan listrik). Setelah berbulan-bulan, terobosan dicapai dipertengahan Oktober 1879, saat ditemukan filamen karbon. Dalam percobaan pembuatan lampu pijar untuk sampai pada temuannya ini Edison telah menggabungkan 3000 teori yang telah diuji yang diringkas menjadi 2 teori saja.

Dalam eksperimennya Thomas Alfa Edison yang mengalami kegagalan sebanyak 9000 kali, bahkan ia berkata beruntung menemukan 8999 cara yang salah dalam membuat bola lampu.

Seiring dengan penemuan lampu pijarnya tersebut ia juga berhasil mematenkan seluruh seluruh perangkat sistem yang diperlukan untuk memungkinkan penerangan tersebut seperti sakelar, dinamo, dan lain-lain. Dia bahkan merancang dan membangun sistem pusat pembangkit tenaga listrik yang pertama di dunia, pada September 1882. Serentak pelbagai julukan dilontarkan dengan decak kekaguman seperti Edison Tukang Sulap, Edison Genius Hebat, Tukang Sihir dari Menlo Park.

Sebagai ilmuwan produktif yang banyak membuat penemuan baru, tentu ia banyak dikunjungi tamu. Apalagi ia pernah memiliki pabrik dan laboratorium dengan 300 karyawan. Suatu ketika, seorang teman dekatnya mengeluh kepada Edison, betapa ia harus menguras banyak tenaga setiap kali membuka dan menutup gerbang rumah Edison.

Dengan mengedipkan ekor matanya, Edison lalu mengantarkan sang teman naik tangga menuju ruangan di atap rumahnya. Di sana terdapat alat-alat mekanis rumit yang terdiri atas beberapa pengungkit besi, kerekan, dan pompa-pompa. Sang teman terheran-heran, apa maksud tuan rumah mengajaknya ke ruang tersebut.

"Engkau pasti tidak tahu," ujar Edison, "setiap kali ada orang yang membuka dan menutup pintu gerbang depan, secara otomatis akan memompa satu galon air ke dalam bak penampungan air di sini."

Itulah kelebihan seorang Thomas Alfa Edison. Benar kata Aristoteles, tidak pernah ada orang yang genius tanpa diwarnai dengan kesintingan. Melihat berbagai macam penemuannya, "si pencipta dunia terang" ini telah mencatat 1.093 ciptaannya yang telah dipatenkan dan merupakan terbanyak di dunia dalam sejarah Amerika. Salah satu kekuatan positif yang selalu dipegang Edison di mana dia tidak pernah berpikir "mungkinkah ini dibuat?" tetapi yang selalu ditanyakan, "bagaimana cara membuatnya?". 

No comments:

Post a Comment