Bersyukurlah Atas Nikmat Allah
Wahai kaum muslimin,
ketahuilah bahwa kecemasan dan ketidakketenangan adalah karena manusia sering
kali terlalu merasa yakin dengan kemampuan dirinya. Akibatnya, jika ternyata
dia merasakan kelemahan pada dirinya, dia menjadi takut dan tidak tenang. Akan
tetapi, jika dia selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah dia akan
menjadi yakin sehingga membuat hatinya menjadi tenteram.
Wahai kau Muslimin,
kekuasaan Allah Yang Maha Besar tidak perlu dicemasi, tapi untuk dikagumi.
Allah berfirman:
Dan
ingatlah ketika Ibrahim berkata : “ya Tuhanku, perlihatkan padaku bagaimana kau
menghidupkan orang mati”. Allah berfirman:”belum yakinkah kamu?”. Ibrahim
menjawab: “aku telah menyakininya, akan tetapi agar hatiku tenang(tetap mantap
dengan imanku)”. Allah berfirman: “(kalau begitu) ambillah empat ekor burung,
lalu cincanglah, kemudian letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu satu
bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka
datang kepadamu dengan segera’. dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana”(QS 2:260)
Allah swt. memberikan
nikmat kepada kita dalam jumlah yang banyak. kenikmatan itu harus kita
syukuri.dengan bersyukur kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang.
Wahai kaum Muslimin,
dengan bersyukur kenikmatan itu akan bertambah banyak, baik banyak dari segi
jumlah ataupun terasa banyaknya. Tapi kalau kita tidak bersyukur, kenikmatan
yang Allah berikan itu kita anggap sesuatu yang tidak ada artinya dan meskipun
jumlahnya banyak kita merasakan sebagai sesuatu yang sedikit.
Apabila manusia tidak
bersyukur, maka Allah memberikan azab yang membuat mereka menjadi tidak tenang.
Dan
Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya
aman lagi tentram, rizkinya berlimpah ruah dari setiap tempat, tetapi
(penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan
kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu
mereka perbuat. (QS. 16:112).
Wahai kaum Muslimin, di antara
kesedihanmu itu ada yang engkau lupakan. Ingatlah, wahai kaum Muslimin,
ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada engkau. Karena Dia telah
melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga kebawah kedua telapak kaki.
Jika
kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.
(QS. Ibrahim:34)
Ketahuilah, kesehatan
badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam
hidup kita. Namun begitulah, engkau memiliki semua, tetapi tidak pernah
menyadarinya ketika engkau patah hati. Engkau menguasai kehidupan, tetapi tak
pernah mengetahuinya.
Dan
dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.
(QS. Luqman: 20)
Ketahuilah, engkau
memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.
Maka
nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS.
Ar-Rahman: 13)
Apakah engkau mengira
bahwa berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali
,menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tanpa henti?
Apakah engkau mengira
bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya
bisa saja tidak kuat Dan suatu ketika bisa patah?
Maka sadarilah, wahai kaum
Muslimin, betapa hinanya diri kita manakala tidur terlelap, ketika sanak
saudara di sekitar engkau masih banyak yang tidak bisa tidur karena saki yang
menganggunya? pernahkah engkau merasa nista manakala dapat menyantap makanan
lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang disekitarmu yang tidak bisa
makan dan minum karena sakit?
Coba pikirkan, betapa
besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan engkau dari
ketulian. coba renungkan dan raba kembali matamu yang tidak buta.
Ingatlah, engkau terbebas
dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otakmu
yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.
Adakah engkau ingin
menukar matamu dengan emas sebesar gubung Uhud, atau menjual pendengaranmu
seharga perak satu bukit, wahai kaum Muslimin?
Apakah engkau mau membeli
istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidahmu, hingga engkau bisu, wahai
kaum Muslimin?
Maukah engkau menukar
kedua tanganmu dengan untaian mutiara, sementara tanganmu bunting, wahai kaum
Muslimin?
Begitulah, sebenarnya
engkau berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi engkau
melupakannya. engkau tetap merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisah, meskipun
engkau masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk,
waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat.
Wahai kaum Muslimin,
janganlah engkau memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga engkau pun lupa
mensyukuri yang sudah ada.
Jiwamu mudah terguncang
hanya karena kerugian materi yang mendera. padahal, sesungguhnya engkau masih
memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagiaan, karunia,
kenikmatan, dan lain sebagainya. maka pikirkan semua itu, dan kemudian
syukurilah!
Dan,
pada dirimu sendiri. maka, apakah kau tidak memperhatikan .
(QS. Adz-Dzariyat: 21)
Wahai
kaum Muslimin, pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, krluarga, rumah,
pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekelilingmu. dan janganlah
termasuk golongan: mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka
mengingkarinya. (QS. An-Nahl : 83)
No comments:
Post a Comment