Pondok Ilmu Pengetahuan

Thursday, May 05, 2016

Buah kepedulian

Langit kelabu

Menyanyikan nada sendu

Menertawakan noktah realitas

Tentang suatu  moralitas

Nan kian masa makin berbatas

Tersisih dari panggung rutinitas

Kulihat...

Egoisme melaju pesat

Individulisme  tertanam pekat

Apatisme jadi pasangan sasaat

Sedang,

Peduli menangis tergerus emosi

Empati menepi ditinggal pergi 

Welas asih menyerah dihimpit masa ini

Tetapi ...

disana ada cahaya harapan...

Menari diatas celah awan bertuan...

Berharap pada satu jiwa menawan....

Nurani khianat yang mematikan kepongahan,

Hati  ingkar  yang melawan kecongkaan

Ego bodoh yang  menumpas  kesombongan

Hidupkan lagi peduli yang mati terkubur risau

Menyusun kembali kepingan jiwa empati yang kacau

Wujudkan sosial yang welas asih tanpa halau

Tanamkan idealisme senyuman hirau

Barisan berjejer riuh rapi

Sembuhkan bermacam keganasan epidemi

Berlari menuju munajat perpindahan diri

Tinggalkan serangan ekstase duniawi

Berlomba menggapai cita agung surgawi

Agar terlukis sepuhan warna-warni lazuardi 

Sekarang, ku saksikan...

Tuaian dari suatu nilai kumal yang semakin terkondisikan...

Masyarakat berjalan bergandeng bersisian,

Senandungkan serenade hangat nyenyat pada kemajuan

Menjamu dunia lewat buah hasil yang tersemai

Membangun umat harapan melalui sajak sejuta dawai

Hilangkan telaga berjelaga  penuh kisi-kisi berrinai

Memantik kelakar mutiara intan bermuara pada hulu sungai

Membentengi qolbi dari norma menyesatkan menuju ngarai

Untuk kabulkan dzikir doa sebuah harapan masyarakat seimbang,  bukan hanya oleh  delusi, dan 

Untuk wujudkan bayang angan suatu impian masyarakat thoyibah, bukan hanya  sekedar ilusi 

Tapi demi sebuah tegaknys misi ilahi, khalifa fil 'ardhi.....

*saida*

No comments:

Post a Comment