Pondok Ilmu Pengetahuan

Thursday, May 05, 2016

Buah kepedulian

Buah Kepedulian:

Wahai saudaraku sevisi dan seperjuangan.

Pernahkah engkau amati dibalik terbenamnya matahari.

Ada sebuah janji yang akan ditepati, bahwa lembut dan hangatnya sinar mentari akan menyapa hati kita di esok hari.

Semua makhluk menanti munculnya sang mentari. Akankah dia peduli ? Memberikan energinya tanpa meminta balas budi.

Hari ini dengan mata kepala sendiri engkau mengamati. Betapa sulitnya kita menemukan orang-orang yang memiliki empati dan kebaikan hati.

Nilai-nilai matrealisme telah mengunci mata hati tunas-tunas Islam yang akan mengabdi.

Banyak yang melupakan kenyataan bahwa mereka dulu pernah berjanji, mempersaksikan bahwa tiada ilah yang layak di ibadahi selain Allah Dzat yang Maha Tinggi.

Mengapa sekarang engkau menjadi budak-budak materi ?

Mengumpulkan harta benda untuk kepentingan pribadi, tanpa pernah memperhatikan nasib umat Islam dewasa ini ?

Sudahkan engkau berbagi ?

Apakah engkau mau memberi ?

Berapa banyak rahmat Allah yang engkau nikmati ?

Bagaimana jika Allah menagih janji ?

Siapkah kita untuk menghadapi ?

Wahai jiwa-jiwa yang telah terbeli.

Tahukah engkau bahwa kepedulian tidak akan membuat kita rugi ?

Layaknya sebuah investasi properti, semakin lama nilainya semakin tinggi.

Karena buah dari kepedulian adalah amal jariyah yang tidak pernah berhenti.

Walaupun raga ini telah mati, kebaikan yang kita beri akan abadi.

Kebahagiaan dan kenikmatan menolong sesama tidak akan bisa diukur dengan timbangan materi.

Kepuasan mengangkat martabat orang-orang lemah akan menjadi pengalaman yang sangat berarti.

Menyiapkan generasi muda Islam menjadi generasi Qur'ani adalah bukti menjalankan misi kholifah fil ardhi.

Mari optimalkan kesempatan yang Allah berikan pada kita hari ini.

Untuk menanam benih-benih empati yang kelak akan kita semai dengan sepenuh hati.

Mengantarkan kita kepada kebahagiaan nan hakiki.

*mng

No comments:

Post a Comment