Kurang istirahat terutama tidur merupakan salah satu masalah global yang banyak dialami oleh masyarakat, namun juga paling sering tidak disadari oleh penderitanya. Meskipun masalah ini terkesan sederhana, kurang tidur yang berlangsung terus-menerus diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus. Sebenarnya kondisi seperti apa yang termasuk kurang istirahat? Apa saja dampak yang ditimbulkannya?
Kurang tidur adalah suatu kondisi dimana jumlah jam tidur seseorang kurang dari yang dianjurkan. Memang pada dasarnya kebutuhan jumlah jam tidur tiap orang adalah berbeda-beda, namun perbedaan yang paling mendasarinya adalah kelompok usia.
Dampak kekurangan tidur yang perlu diketahui:
1. Kelelahan fisik dan stres secara mental
2. Kenaikan berat badan
3. Kulit kusam
4. Depresi dan gangguan psikologis
5. Diabetes
6. Menghambat Pertumbuhan
7. Mudah Marah atau Emosi Tidak Stabil
Jadi ada berbagai langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi sulit tidur. Mengingat ada banyak potensi penyakit karena kurang tidur maka sebaiknya mengatur waktu tidur yang cukup bisa menjadi solusi yang paling mudah dilakukan. Hindari kebiasaan begadang yang bisa meningkatkan resiko penyakit kronis.
Berikut ini adalah rekomendasi jumlah jam tidur oleh Sleep Duration Foundation yang terbagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan usianya.
Bayi baru lahir (0-3 bulan) : 14-17 Jam
Bayi (4-11 bulan) : 12-15 Jam
Balita (1-4 tahun) : 11-14 Jam
Anak Pra Sekolah (3-5 tahun) : 10-13 Jam
Anak Usia Sekolah (6-13 tahun) : 9-11 Jam
Remaja (14-17 tahun) : 8-10 Jam
Dewasa Muda (18-25 tahun) : 6-10 Jam
Dewasa (26-64 tahun) : 7-9 Jam
Lansia >65 tahun : 5-8 Jam
No comments:
Post a Comment