Kita tidak selalu benar dalam hidup ini. Kadang kita salah bicara, salah tulis, salah sikap, salah keputusan, bahkan salah memilih sekolah, pekerjaan, dan atau salah memilih orang.
Kita tidak selalu benar dalam hidup ini. Tapi kita selalu punya kesempatan untuk belajar, memperbaikinya.
*Tere Liye
Kita tidak selalu benar dalam hidup ini. Kadang kita salah bicara, salah tulis, salah sikap, salah keputusan, bahkan salah memilih sekolah, pekerjaan, dan atau salah memilih orang.
Kita tidak selalu benar dalam hidup ini. Tapi kita selalu punya kesempatan untuk belajar, memperbaikinya.
*Tere Liye
Kita nggak perlu sampai segitunya. Meng-edit foto kita agar lebih putih kayak artis Korea, hanya demi mengharap like dan komen orang lain. Karena kalaupun sedunia memuji kita, duuh, kita tahu persis, aslinya kita itu tetap saja hitam.
Kita juga nggak perlu sampai segitunya. Memposting banyak foto agar terlihat lagi happy, keren, dan hebat, lantas orang2 mengerubung memuji. Duuh, karena kalaupun sedunia bilang kita oke, kitalah yang tahu sekali apakah kita memang se-oke itu.
*Tere Liye
Ada masanya kita hanya butuh diam. Tidak bicara apapun, tidak bicara dengan siapapun. Cukup direnungkan dalam-dalam. Kemudian kita akhirnya paham banyak hal.
*nasihat lama
Waktu yang akan menjelaskan dengan baik ketulusan seseorang. Niat baik, dan tujuan2nya.
Jika sejatinya memang baik, maka seiring waktu berjalan, akan terlihat semakin terang; sebaliknya, jika hanya topeng, maka seiring waktu berlalu, pasti akan terbuka juga.
*Tere Liye
Ingatlah selalu pepatah lama ini:
"Hanya pohon berbuah yang dilempari batu. Semakin lebat dan ranum buahnya, maka semakin banyak yang melemparinya."
Jadi, orang benci, orang marah, menyakiti, menuduh, memiftnah, menjelek-jelekkan itu adalah rumus alami. Tetap fokus, tetap berbuat baik, berdiri tegak di atas prinsip-prinsip terbaik, maka insya Allah, kita akan terus berbuah lebat bagi manfaat banyak orang dibandingkan mengurus si tukang lempar batu.
*Tere Liye
Di dunia ini, sebaik apapun seseorang, tetap saja ada yang tidak suka. Pun sama, setulus apapun kebaikan yang kita berikan, tetap saja ada yang tidak menghargainya.
*Tere Liye
Kenapa seseorang belum menikah? Jawabannya: karena dia belum menikah.
Jadi, tidak perlu ditanya, kapan menikah, mana jodohnya, kok masih singel, dsbgnya, dsbgnya. Itu tidak banyak manfaatnya. Kecuali jika kita mau nyariin jodohnya, nyiapin gedung, bayarin catering pernikahannya, bolehlah bertanya.
*Tere Liye
Sebenarnya, kita merasa sesuatu itu penting sekali; tapi besok lusa, saat dikenang kembali, aduh, ternyata kita dulu lebay betul.
Kita merasa sesuatu itu keren, nge-tren; tapi besok lusa, saat dilihat kembali, aduh, ternyata itu norak.
Termasuk, kita merasa sesuatu itu menyakitkan, bikin sesak; tapi besok lusa, saat diingat2 lagi, aduh, ternyata kita dulu nyebelin betul, itu cuma biasa-biasa saja.
*Tere Liye
Buat anak2 muda cowok di sini. Jangan-lah kau itu lebay pacaran.
Ingat kau, beli bunga, beli cokelat, ngajak kencan Mamak sendiri saja saja seumur-umur tak pernah sekalipun kau lakukan. Beli bensin motor masih minta sama Mamak, beli pulsa apalagi, baju masih dicuci-in, sekarang malah gaya mau menyenangkan anak gadis orang.
Norak.
*Tere Liye
Kejujuran itu seperti cermin. Sekali dia retak, pecah, maka jangan harap dia akan pulih seperti sedia kala. Secanggih apapun diperbaiki, tetap tidak sama lagi.
*Tere Liye
Semua orang punya nurani.
Jika nurani-nya terlatih, dijaga tetap bersih, cukup dari nurani ini saja semua urusan bisa diputuskan dengan baik. Dia akan tahu mana yang hitam, mana yang putih. Mana yang baik, mana yang buruk.
Semua orang juga punya naluri.
Jika naluri-nya terlatih, pun sama, cukup dengan naluri ini saja dia bisa memutuskan urusan sulit. Dia akan tahu mana orang yang baik, mana orang yang jahat untuknya. Mana situasi yang baik, mana situasi yang bisa jadi buruk.
*nasihat lama
Akan datang orang yang tepat, diwaktu yang tepat, dan cara yang tepat. Percayalah.
Tinggal pastikan, kita terus memperbaiki diri sendiri, agar tepat siap saat momen itu tiba.
*Tere Liye
No comments:
Post a Comment