Pondok Ilmu Pengetahuan

Saturday, April 21, 2018

Tere Liye


"Sebenarnya hanya orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu, orang-orang yang berhasil menaklukkan diri sendiri. Meski terasa sakit, menangis, marah-marah, tapi pada akhirnya bisa tulus melepaskan, maka dia telah berhasil menaklukkan diri sendiri. Sungguh kuat orang-orang ini."

*Tere Liye, novel "HUJAN"

Mau tampan, mau jelek, yg penting hatinya baik.
Mau kaya, mau miskin, yg penting selalu dermawan.
Mau pekerja kantoran, mau serabutan, yg penting bertanggungjawab.

Boleh pengin semuanya, tp fokuslah pada: yg penting-nya.

*Tere Liye

Orang itu yang dipegang omongannya.

Sekali dia tidak konsisten, berubah-ubah, penuh penjelasan sana-sini, mending coret cari yang lain. Repot, omongan saja banyak versi, apalagi perkara lain. Terlalu besar resikonya untuk makan hati di masa depan.

*Tere Liye

Kalau semua orang pacaran, maka bukan berarti kita ikut pacaran. Lebih baik sibuk sekolah, meniti karir, melakukan hal positif. Daripada nambah dosa dan sakit hati kecewa.

Ingat, emas itu mahal karena langka. Coba kalau seperti batu, banyak banget jumlahnya. Tapi satu ton batu jelas masih mahalan 10 gram emas. Jadilah barang langka, maka kalian juga akan bernilai jual mahal.

*Tere Liye

Wajah cantik itu banyak. Apalagi dengan teknologi kosmetik yang semakin canggih. Lihat saja instagram, cantik2 semua fotonya, bukan?

Tapi hati yang cantik itu langka. Maka jadilah yang ini. Yang tidak bisa dibedaki, tidak bisa dibungkus dengan teknologi, asli memang begitu.

*Tere Liye

Dikhianati, dibohongi orang lain itu menyakitkan. Tapi tidak usah dirasa terlalu lama dan dalam. Karena syukurlah, kita jadi tahu lebih awal, bagaimana kualitas orang itu. Kita bisa memperbaiki banyak hal, minimal tidak menghabiskan waktu kita lagi untuk orang tsb.

*Tere Liye

"Mulailah menerima dengan lapang hati apapun yang terjadi.
Karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi. Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Takdir bahkan basa basi menyapa pun tidak. Tidak peduli.”

*Tere Liye, novel RINDU

Tersenyumlah. Bukan karena kita sudah paling bahagia sedunia, tapi simpel karena kita mensyukuri hidup ini.
Tersenyumlah. Bukan karena kita sudah kaya-raya, tapi karena kita merasa cukup dan berterima-kasih.
Tersenyumlah. Bukan karena kita sudah bebas dari masalah, tapi karena apapun yang akan terjadi besok lusa, itu adalah skenario terbaik yang terjadi.

*Tere Liye

Kecantikan seorang wanita, tidak dilihat dari wajahnya, fisiknya, apalagi dari pakaiannya. Tapi lihatlah dari matanya. Wanita yang sederhana, teguh, berwawasan, setia, mandiri, jujur, berakhlak baik, berprinsip, sungguh menyenangkan melihat bola matanya. Begitu menawan. Begitu membawa kedamaian--bahkan walau dengan tampilan yang sangat bersahaja.

*Tere Liye

Kita tidak bisa menghentikan hujan. Tapi kita bisa membawa payung, memakai jaket hujan.

Dan kalau payung atau jaket hujan tidak cukup, kita bisa naik transportasi online. Dijamin tiba di tempat tujuan tanpa basah.

Begitu pula hidup ini. Kita tidak bisa menghentikan masalah hidup, ujian, dsbgnya, tapi kita bisa punya solusi yang baik.

*Tere Liye

Kalo ada yang nanya: "Kapan nikah?"

Maka jangan sia-siakan. Jangan pernah sia-siakan. Langsung pasang wajah riang, kemudian bilang, "Asyiikkk... Mau bayarin cateringnya atau gedungnya? Terima kasih banyak, loh." Nah, kalau yang nanya malah jadi cengar-cengir, bilang ke dia: "Woooi, kalau nanya cuma basa-basi doang, mending nggak usah nanya, deh."

**efek samping dan komplikasi atas saran ini ditanggung masing2

Wanita yang paling tangguh sekalipun, mereka pernah menangis.

Laki-laki yang paling kokoh hatinya, mereka pun pernah menangis.

Jadi tidak mengapa menangis. :)

*Tere Liye

Orang paling bijak itu, boleh jadi paling banyak menelan kehidupan yang menyakitkan, tersakiti oleh sekitarnya. Tapi dia memilih menjadikannya pelajaran berharga.

Orang paling baik itu, boleh jadi paling kesepian, ditinggalkan oleh sekitarnya. Tapi dia memilih menjadikannya alasan untuk terus berbuat baik, karena dia tahu tidak enaknya sendiri.

Orang paling berani itu, boleh jadi paling penakut, tersudutkan. Tapi dia tidak punya pilihan lagi, memutuskan mulai berani.

Orang paling kuat itu, boleh jadi paling sering menangis, tergugu, terisak. Tapi dia memilih melakukannya diam-diam, untuk kemudian menyeka wajah, tersenyum di luar, menjadi lebih kuat setiap hari.

*Tere Liye

Jika kita melihat seorang yang begitu tangguh, kuat, dan mandiri, maka jangan lihat dia sekarang berdiri tegak di sana begitu mengagumkan.

Tapi tanyakanlah, seberapa banyak hal, orang, peristiwa menyakitkan yang telah dia lewati, yang membuatnya menjadi semakin kuat.

*Tere Liye

Hidup ini kadang cuma soal "pilihan"

Saat kita memilih yang benar, itu bisa jadi 'hadiah terbaik'. Saat memilih yang salah, itu jadi 'pelajaran terbaik'.

Belajarlah dari pilihan2 yang pernah kita buat, juga belajar dari pilihan2 yang pernah orang lain buat; biar kita tidak kepentok masalah yang sama, itu lagi, itu lagi.

*Tere Liye

Cari jodoh itu harus pintar-pintar.

Jangan cari yang cuma fisik luarnya bagus saja. Karena setelah berpuluh tahun, casing-nya malah keriput, tidak laku lagi. Tapi carilah yang dalamnya cemerlang. Pekerja keras, bertanggung-jawab, setia, saleh pula--meski casingnya rata-rata. Yang ini, semakin lama, semakin mahal harganya.

*Tere Liye

Kenapa eyang, kakek-nenek, orang tua itu suka di rumah saja? Duduk di teras, melewati hari demi hari.

Kenapa?

Karena semakin tua seseorang, lazimnya, dia akan semakin bisa menghargai rumah tempat tinggalnya, menghargai kesederhanaan, tanpa perlu lagi drama, dan segala keramaian kehidupan.

*nasihat lama

"Mulailah menerima dengan lapang hati apapun yang terjadi.
Karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi. Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Takdir bahkan basa basi menyapa pun tidak. Tidak peduli.”

*Tere Liye, novel RINDU

"Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat sekali melakukannya…. Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik."

--Novel "Sunset & Rosie", Tere Liye

Jangan menyakiti orang lain.
Karena kita tidak tahu masa depan. Boleh jadi, orang2 yang kita pandang sebelah mata hari ini, ternyata besok lusa kita minta bantuan padanya. Orang2 yang kita tinggalkan hari ini, kita sakiti hatinya, ternyata besok lusa kita hanya bisa menatap dari kejauhan, menyaksikan betapa hebat dirinya.

*Tere Liye

No comments:

Post a Comment