Pondok Ilmu Pengetahuan

Saturday, April 21, 2018

Tere Liye


Selalu ada alasan terbaik kenapa sesuatu itu terjadi, meski itu menyakitkan, membuat sesak dan menangis.
Kita boleh jadi tidak paham kenapa itu harus terjadi, kita juga mungkin tidak terima, tapi Tuhan selalu punya skenario terbaiknya. Jadi, jalanilah dengan tulus. Besok lusa, semoga kita bisa melihatnya, dan tersenyum lapang.

*Tere Liye, novel RINDU

Bersabarlah seperti air. Terus mengalir ke bawah sesuai hukum alamnya, ketemu rintangan dia berbelok, ketemu celah kecil dia nyelip, ketemu batu dia menyibak, ketemu bendungan, dia terusss mengumpulkan diri sendiri, hingga semakin banyak, semakin tinggi, penuh terlampui bendungan tersebut, untuk mengalir lagi. Seolah dia tidak melakukan apapun, hanya diam, sabar, tenang, tapi sedang terus berusaha habis2an.
Bersabarlah seperti air, ketika orang2 tidak tahu betapa besar dan menakjubkannya rasa sabar tersebut.

*Tere Liye

“Kau tahu kenapa kebanyakan orang menganggap kecantikan seorang perempuan lebih penting dibanding perangai yang baik? Karena di dunia ini, lelaki bodoh jumlahnya lebih banyak dibanding lelaki buta”

*nasihat orang tua dulu

Demi Allah, orang2 yang selalu membantu orang lain dengan tulus, maka tidak akan pernah dibiarkan oleh Allah sendirian. Orang2 yang ihklas menolong, meringankan urusan orang lain, tidak akan pernah sendirian. Jika dia diuji dengan beban kehidupan, kesusahan--karena hidup ini penuh ujian, maka pertolongan Allah selalu dekat baginya.

Ini janji Allah, tidak akan meleset walau sebenang.

*Tere Liye

Perempuan yang patah-hati, kemudian dia bisa mengobati lukanya (meski susah payah).
Maka dia tidak pernah sama lagi seperti yang dulu kita kenal. Dia telah berubah menjadi perempuan yang lebih tangguh, lebih kuat dan lebih mandiri.
Bukankah begitu? :)

*Tere Liye

Hari ini, mungkin kita adalah segalanya bagi seseorang. Tapi besok, boleh jadi bukan siapa-siapa lagi.

Hati manusia itu mudah berubah.

Karena itu, jangan berlebihan. Agar sakitnya tidak terlalu dalam membekas.

*Tere Liye

Menangis itu tidak berarti lemah. Apalagi jika menangisnya di atas sajadah, bersimpuh mengadu, sendirian. Itu pertanda betapa kuatnya kita--untuk kemudian menyadari, masih ada tempat lebih kuat, muara seluruh pengharapan.

*Tere Liye

"Cinta pertama itu tidak spesial; karena yang paling spesial adalah cinta terakhir dan itu selama-lamanya. Tetapi jika kalian beruntung, akan lebih spesial lagi jika cinta pertama itu sekaligus menjadi cinta terakhir dan selama-lamanya.

Situasi ini hanya terjadi jika kita menjaga perasaan kita dengan baik, bukan setiap saat bisa jatuh hati ke siapapun, cepat sekali GR, lantas dinyatakan dengan mudah sekali, untuk berganti cinta lagi juga dengan mudah."

*demikian

Memilih pasangan itu bukan sekadar lihat fisik luarnya. Karena kalau hanya itu, bukankah kalian sendiri pernah mengalaminya? Mengambil potongan paling besar, ternyata itu bukan daging, itu lengkuas yang tertutup bumbu lezat. Luarnya memang sama-sama menggoda, tapi ketika digigit rasanya berbeda.

*Tere Liye

Bukan ketika diomeli, dimarahi, dicereweti yang menyakitkan. Itu sih tandanya orang lain masih sayang. Yang lebih menyakitkan adalah: saat orang lain memutuskan sudah tidak peduli lagi. Ditegur tidak, disapa juga tidak, didiamkan saja. Dianggap tidak ada.

*Tere Liye

Kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun?

Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.

*Tere Liye, novel "HUJAN"

Banyak loh yang baru pacaran seminggu, sudah panggil "mama, papa", "abi", "ummi", "ayah, bunda". Dahsyat, kan? Lantas bagaimana kalau tiba2 seminggu kemudian mereka putus? Mereka saling manggil apa?

Saya tidak tahu. Tapi menurut pendapat beberapa orang, mengacu pada gaya mereka, maka mungkin mereka akan saling panggil, "janda, duda", atau "almarhum, almarhumah", atau "syaiton, syaitonah".

Ketahuilah, pacaran itu tidak penting2 amat, dan bukan juga prestasi. Sibukkan masa muda kalian dengan belajar dan aktivitas positif. Tidak akan berkurang indahnya masa muda kita walapun tidak pacaran. Toh, akan datang sendiri masa-masa itu setelah kalian siap serius.

*Tere Liye

Percayalah, seberat apapun masalah hidup kita hari ini, akan tiba masanya saat kita berdiri, dan menoleh ke belakang, kita tersenyum. Kita telah melewatinya, dan kita menjadi lebih baik.

*Tere Liye

Jangan takut kehilangan "teman" hanya karena kita berdiri kokoh atas prinsip2 kebaikan dalam hidup ini. Tidak apa. Karena akan muncul teman2 baru yang mendukung kita, dan boleh jadi, itulah sesungguhnya teman sejati kita.

*Tere Liye

Carilah jodoh yang sedikit bicaranya, tapi kongkret perbuatannya.
Jika dia memang cinta, dia akan bekerja keras agar bisa segera menikah. Mulai punya pekerjaan yg baik, nyicil rumah, mulai nabung buat masa depan. Bukan cuma asyik dalam hubungan yg nggak jelas, mending tinggalkan, coret, cari yang serius dan kongkret.

*Tere Liye

Kecantikan seorang wanita, tidak dilihat dari wajahnya, fisiknya, apalagi dari pakaiannya. Tapi lihatlah dari matanya. Wanita yang sederhana, teguh, berwawasan, setia, mandiri, jujur, berakhlak baik, berprinsip, sungguh menyenangkan melihat bola matanya. Begitu menawan. Begitu membawa kedamaian--bahkan walau dengan tampilan yang sangat bersahaja.

Lihatlah wanita dengan kriteria seperti ini di sekitar kalian. Pasti ada. Dan hei, boleh jadi itu juga adalah kalian besok lusa, dengan terus memperbaiki diri.

*Tere Liye

Wanita yang percaya diri, dia tidak membutuhkan pamer tubuhnya yang bagus, tas, sepatu, pakaiannya yang mahal, perhiasannya, dsbgnya. Wanita yang percaya diri, cukup tampil sederhana, bersahaja, karena dia tahu persis dia punya amunisi yang lebih hakiki: kecerdasan, keberanian, mandiri, bisa diandalkan, dsbgnya.

*nasehat lama

**juga berlaku untuk laki-laki, dia tdk butuh pamer dgn tubuh gagah, wajah tampan, mobil mewah, dsbgnya

Mau tampan, mau jelek, yg penting hatinya baik.
Mau kaya, mau miskin, yg penting selalu dermawan.
Mau pekerja kantoran, mau serabutan, yg penting bertanggungjawab.

Boleh pengin semuanya, tp fokuslah pada: yg penting-nya.

*Tere Liye

Orang itu yang dipegang omongannya.

Sekali dia tidak konsisten, berubah-ubah, penuh penjelasan sana-sini, mending coret cari yang lain. Repot, omongan saja banyak versi, apalagi perkara lain. Terlalu besar resikonya untuk makan hati di masa depan.

*Tere Liye

Kalau semua orang pacaran, maka bukan berarti kita ikut pacaran. Lebih baik sibuk sekolah, meniti karir, melakukan hal positif. Daripada nambah dosa dan sakit hati kecewa.

Ingat, emas itu mahal karena langka. Coba kalau seperti batu, banyak banget jumlahnya. Tapi satu ton batu jelas masih mahalan 10 gram emas. Jadilah barang langka, maka kalian juga akan bernilai jual mahal.

*Tere Liye

No comments:

Post a Comment