Pondok Ilmu Pengetahuan

Wednesday, November 26, 2014

PANGAN



PANGAN
TAHUN DEPAN MASIH BERAT



Musim paceklik bakal terus berlangsung hingga akhir Maret 2015. Itu artinya sepanjang Oktober 2014 sampai Maret 2015 tidak akan ada panen padi

Boleh dibilang musim paceklik kali ini lebih lama, hampir enam bulan. Kalaupun ada panen padi, itu hanya akan berlangsung di sebagian areal pertanaman Indonesia dan sudah pasti tidak akan cukup memenuhi kebutuhan bulanan beras nasional sebanyak 260.000 ton

Lamanya musim paceklik terjadi akibat mundurnya musim hujan, yang kemudian berdampak mundurnya musim tanam padi. Musim Tanam Padi pada musim hujan 2014 mundur satu sampai setengah bulan.

Bahkan hingga saat ini masih banyak areal pertanaman padi di Pulau Jawa yang belum bisa ditanami padi akibat kurangnya pasokan air. Beberapa kepala dinas bahkan menganjurkan petani menunda penanaman padi sampai musim hujan benar benar sudah mulai.

Apabila musim tanam berlansung normal. pertengahan februari 2015 sudah akan terjadi panen. Puncak panen raya padi bakal terjadi Maret 2015

Sayangnya itu tidak akan terjadi karena musim tanam padi yang mundur berdampak mundurnya musim panen. tantangannya tidak hanya cukup sampai disini.

Musim panen yang mundur berakibat terlalu pendeknya masa penanaman padi dalam setahun. apabila kondisi iklim normal,  petani bisa menanam padi dua atau tiga kali dalam setahun.
Namun masa penanaman padi yang begitu singkat akibat panen yang mundur hanya periode November 2014 sampai September 2015.

Membuat petani hanya mampu menanami lahan dengan tanaman padi dua kali dalam setahun.
Dengan kata lain secara nasional bakal terjadi penurunan luas areal pertanaman padi, yang bakal berdampak penurunan produksi beras nasional.

Penurunan beras produksi beras 2015 mengkhawatirkan. Apalagi kondisi penurunan produksi juga terjadi pada 2014 sebesar 0,98 persen. Dengan kata lain dalam dua tahun berturut turur terjadi penurunan produksi beras nasional.

Pada November 2014 pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar untuk menekan anggaran subsidi. dikhawatirkan harga kebutuhan pokok, termasuk beras akan naik.

Naiknya harga bakar minyak ditengah kondisi produksi beras yang paceklik akan sangat mudah menjadi pemicu melonjaknya harga beras di pasar. apalagi kenaikan harga bahan bakar minyak dibarengi dengan pemberian subsidi langsung ke masyarakat miskin, yang akan dibaca oleh pedagang beras sebagai penambah daya beli masyarakat.

Psikologi pasar itu akan mengakibatkan harga beras semakin terdorong naik. Satu satunya cara yang bisa dilakukan adalah melakukan pembagian raskin dan operasi pasar.

Sumber : Kompas

No comments:

Post a Comment