PANGAN
TAHUN DEPAN MASIH BERAT
Musim paceklik bakal terus
berlangsung hingga akhir Maret 2015. Itu artinya sepanjang Oktober 2014 sampai
Maret 2015 tidak akan ada panen padi
Boleh dibilang musim paceklik kali
ini lebih lama, hampir enam bulan. Kalaupun ada panen padi, itu hanya akan
berlangsung di sebagian areal pertanaman Indonesia dan sudah pasti tidak akan
cukup memenuhi kebutuhan bulanan beras nasional sebanyak 260.000 ton
Lamanya musim paceklik terjadi
akibat mundurnya musim hujan, yang kemudian berdampak mundurnya musim tanam
padi. Musim Tanam Padi pada musim hujan 2014 mundur satu sampai setengah bulan.
Bahkan hingga saat ini masih banyak
areal pertanaman padi di Pulau Jawa yang belum bisa ditanami padi akibat
kurangnya pasokan air. Beberapa kepala dinas bahkan menganjurkan petani menunda
penanaman padi sampai musim hujan benar benar sudah mulai.
Apabila musim tanam berlansung
normal. pertengahan februari 2015 sudah akan terjadi panen. Puncak panen raya
padi bakal terjadi Maret 2015
Sayangnya itu tidak akan terjadi
karena musim tanam padi yang mundur berdampak mundurnya musim panen.
tantangannya tidak hanya cukup sampai disini.
Musim panen yang mundur berakibat
terlalu pendeknya masa penanaman padi dalam setahun. apabila kondisi iklim
normal, petani bisa menanam padi dua
atau tiga kali dalam setahun.
Namun masa penanaman padi yang
begitu singkat akibat panen yang mundur hanya periode November 2014 sampai
September 2015.
Membuat petani hanya mampu menanami lahan dengan tanaman
padi dua kali dalam setahun.
Dengan kata lain secara nasional
bakal terjadi penurunan luas areal pertanaman padi, yang bakal berdampak
penurunan produksi beras nasional.
Penurunan beras produksi beras 2015
mengkhawatirkan. Apalagi kondisi penurunan produksi juga terjadi pada 2014
sebesar 0,98 persen. Dengan kata lain dalam dua tahun berturut turur terjadi
penurunan produksi beras nasional.
Pada November 2014 pemerintah jadi
menaikkan harga bahan bakar untuk menekan anggaran subsidi. dikhawatirkan harga
kebutuhan pokok, termasuk beras akan naik.
Naiknya harga bakar minyak ditengah
kondisi produksi beras yang paceklik akan sangat mudah menjadi pemicu
melonjaknya harga beras di pasar. apalagi kenaikan harga bahan bakar minyak
dibarengi dengan pemberian subsidi langsung ke masyarakat miskin, yang akan
dibaca oleh pedagang beras sebagai penambah daya beli masyarakat.
Psikologi pasar itu akan
mengakibatkan harga beras semakin terdorong naik. Satu satunya cara yang bisa
dilakukan adalah melakukan pembagian raskin dan operasi pasar.
Sumber : Kompas

No comments:
Post a Comment