Pariwisata
Belajar dari Tetangga menjaring Wisatawan
Singapura
merupakan salah satu negara terdepan untuk urusan industry pariwisata, terutama
di bidang meeting incentive, conventions, exhibition (MICE). Hal ini
menimbulkan rasa penasaran mengapa negara itu bisa menjadi pemimpin industry
pariwisata? Apa yang mereka miliki? mereka tidak punya gunung tinggi yang
selalu berkabut. Mereka tidak punya air terjun, danau yang membiru, dan
sebagainya. Akan tetapi kenapa banyak orang yang datang kesana?
Singapura memang
tidak punya kekayaan alam. Mereka sadar, hanya sector jasa mereka bisa
mendapatkan devisa. Singapura ingin megarap bidang pariwisata yang juga bisa mendatangkan
devisa besar. Namun pariwisata yang berkaitan dengan MICE yang harus digarap,
bukan wisata alam.
Fokus pada MICE
merupakan pilihan cerdik. Uang yang dibelanjakan wisatawan MICE bisa tiga kali
lipat dibandingkan pelancong biasa. Mnurut Singapore Tourism Board, jumpah
kunjungan wisatawan internasional ke Singapura pada tahun 2013 mencapai 15, 6
juta, naik 7,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pembelanjaan turis
mancanegara ini mencapai 23,5 miliar dollar AS, atau naik 1,7 persen dibandingkan
tahun 2012.
Sekarang,
bandingkan dengan jumlah wisatawan manca negara ynag mengunjungi Indonesia.
Indonesia mempunyai kekayaaan alam yang melimpah ruah. mulai dari laut, gunung,
danau, lembah, dsb. Pda tahun 2013 wisatawan asing yang ke Indoensia mencapai
8,8 juta orang atau tumbuh 9,42 persen dibandingkan tahun 2012. Jumlah devisa
yang dihasilkan 10,5 miliar dollar AS.
Menilik
Perbandingan itu, Pertanyaannya berikutny mengemuka. Jika Singapura tidka
mempunyai kekayaan alam dan budaya local, Apa yang membuat Singapura Maju dalam
pariwisata, terutama MICE?
Pada tahun 2013,
Singapura kedatangan 3,5 juta pengunjung bisnis. Mereka menghabiskan 4,4 miliar
dollar. Saat itu, Singapura menggadakan 12 kongres tingkat dunia dan beberapa
pertemuan penting.
Yang juga
menguntungkan, Singapura merupakan pusat perdagangan global dan pemasaran untuk
asia Pasifik dan dunia. Singapura juga menjadi kantor regipnal sejumlah
perusahaan global, termasuk bank dan keuangan. Tak kalah penting, Singapura
juga menjadi pusat pengetahuan, inovasi, penelitian dan pengembangan untuk
biomedical, energy dan lingkungan, transportasi dna keamanan. Setidaknya, ada
7000 persahaan multinasional di negara itu. Dengan menjadi pusat bisni ini,
akan banyak orang berpergian ke Singapura untuk urusan bisnis.
Singapura memang
sangat diuntungkan dengna kondisi ini. Namun, bukan berarti Singapura tidak
melakukan apapun. Setiap kali kita berpergian ke Singapura, setiap kali pula
ada perubahan disaman.
Disini kunci
keberhasilan menjadi pusat MICE. Sarana MICE tersedia, acara terus menerus
diciptakan, bahkah dikemas dengna destinasi destinasi wisata. Dengna demikian,
kendati sudah pernah ke Singapura, siapappun akan senang datang lagi karena ada
sesuatu yang baru. Kita bisa mencontohnya, bahkan melampaui prestasi Singapura.
Asalkan kita mau bekerja keras. Membenahi tempat tempat wisata, terus
menciptakan acara agar orang mau datang, serta tentunya menjaga agar kota dan
daerah kita nyaman dan aman untuk dikunjungi wisatawan asing.
Sumber : Kompas

No comments:
Post a Comment