PELAYANAN KURIR
TEKNOLOGI VERSUS KEARIFAN LOKAL
Bertahun tahun lamanya kita hanya mengenal layanan pos untuk
jasa pengantar surat dan barang. Kemudian kita diperkenalkan dengan layanan
kurur swasta setelah di beberapa negara jasa kurir di buka ke publik. Kini kita
berhadapan dengan revolusi jasa kurir dengan berbagai temuan yang mencegangkan
dan unik.
Pekan lalu, Amazon, perusahaan e-dagang yang pada awalnya
dikenal dengan penjualan buku secara daring, telah mendapatkan izin uji untuk
mendantar buku dan produk lainnya kepembelinya dengan pesawar tanpa awak.
Perusahaan ini merupakan satu dari 30 perusahaan yang mendapat izin pengujian
bagi penggunaan pesawat tanpa awak untuk tujuan komersial.
Dengan persetujuan itu Amazon boleh mengoperasikan pesawat
tanpa awak untuk pengantaran barang dengan ketinggian sekitar 400 kaki atau
sekitar 122 meter dan jarak 100 mil atau sekitar 30 menit. Layanan yang diberi
nama Amazon Prime Air itu diharapkan bisa membawa barang hampir 3 kilogram.
Saat ini, mereka tengah melakukan riset untuk menemukan
pesawat sesuai dengan kebutuhan mereka. Apabila kelak beroperasi, mereka
menjamin keamanan penerbangan pesawat tanpa awak tersebut.
Di tengah teknologi itu, sebaliknya India jasa pengantaran
barang kembali kepada kekayaan local mereka yang sudah dikenal sejak 1890. Sela
ini jasa pengantaran rantang yang membawa makanan dari rumah ke kantor dikenal
sangat andal. Jasa ini sangat dikenal di kota Mumbai. Menjelang siang hari,
mereka mengambil rantanh di rumah rumah kliennya dan mengantarkan rantang itu
ke kantor. Pda sore hari, mereka mengantar rantang itu kembali ke rumah. Jasa
Pengantaran ini akan digunakan oleh perusahaan e-dagang untuk mengirim barang
karena terkenal dengan ketepatan waktu dan ketepatan sasaran. Ketenaran jasa
ini menjadikan Pangeran Charles dari Inggris pernah mengundang beberapa
diantara pengantar rantang ke London. Setiap hari setidaknya 175.000 – 200.000
rantang diantar dari rumah ke kantor hampir tanpa kesalahan pengiriman.
Di Indonesia, penggunaan jasa ojek juga merupakan teobosan
untuk pengiriman barang. Kemmapuan mereka untuk menembus kemacetan, terutama di
Jakarta, menjadi nilai plus jasa antaran ini. Meski demikian, kita masih harus
menguji keandalan ojek untuk mengantar barang sampai ke alamat.
Sebenarnya beberapa lembaga telah menggunakan jasa ini untuk
mengantar surat dan dokumen. Akan tetapi, publik masih perlu diyakinkan bahwa
jasa ojek ini andal dan bisa dipercaya.
Pembawa rantang di India, meski banyak yang buta huruf, telah
dipercaya oleh warga bahwa mereka mampu mengantar barang ke tujuan dengan tepat
waktu dan sesuai tujuan.
Di tengah kemajuan teknologi, kearifan local masih bisa
bertahan dan bahkan menunjang bisnis e-dagang. Sepertinya perpaduan antara
krnologi dan kearifan local itu malah akan menjadi bisnis yang lestari. Mereka
saling membutuhkan sehingga keuntungan bisnis tidak hanya dimiliki oleh
segelintir orang, tetapi juga banyak orang. Mereka bisa merasakan keuntungan di
tengah maraknya e-dagang.
No comments:
Post a Comment