Pondok Ilmu Pengetahuan

Sunday, July 26, 2015

Layanan



PELAYANAN KURIR
TEKNOLOGI VERSUS KEARIFAN LOKAL

Bertahun tahun lamanya kita hanya mengenal layanan pos untuk jasa pengantar surat dan barang. Kemudian kita diperkenalkan dengan layanan kurur swasta setelah di beberapa negara jasa kurir di buka ke publik. Kini kita berhadapan dengan revolusi jasa kurir dengan berbagai temuan yang mencegangkan dan unik.

Pekan lalu, Amazon, perusahaan e-dagang yang pada awalnya dikenal dengan penjualan buku secara daring, telah mendapatkan izin uji untuk mendantar buku dan produk lainnya kepembelinya dengan pesawar tanpa awak. Perusahaan ini merupakan satu dari 30 perusahaan yang mendapat izin pengujian bagi penggunaan pesawat tanpa awak untuk tujuan komersial.

Dengan persetujuan itu Amazon boleh mengoperasikan pesawat tanpa awak untuk pengantaran barang dengan ketinggian sekitar 400 kaki atau sekitar 122 meter dan jarak 100 mil atau sekitar 30 menit. Layanan yang diberi nama Amazon Prime Air itu diharapkan bisa membawa barang hampir 3 kilogram.

Saat ini, mereka tengah melakukan riset untuk menemukan pesawat sesuai dengan kebutuhan mereka. Apabila kelak beroperasi, mereka menjamin keamanan penerbangan pesawat tanpa awak tersebut.

Di tengah teknologi itu, sebaliknya India jasa pengantaran barang kembali kepada kekayaan local mereka yang sudah dikenal sejak 1890. Sela ini jasa pengantaran rantang yang membawa makanan dari rumah ke kantor dikenal sangat andal. Jasa ini sangat dikenal di kota Mumbai. Menjelang siang hari, mereka mengambil rantanh di rumah rumah kliennya dan mengantarkan rantang itu ke kantor. Pda sore hari, mereka mengantar rantang itu kembali ke rumah. Jasa Pengantaran ini akan digunakan oleh perusahaan e-dagang untuk mengirim barang karena terkenal dengan ketepatan waktu dan ketepatan sasaran. Ketenaran jasa ini menjadikan Pangeran Charles dari Inggris pernah mengundang beberapa diantara pengantar rantang ke London. Setiap hari setidaknya 175.000 – 200.000 rantang diantar dari rumah ke kantor hampir tanpa kesalahan pengiriman.

Di Indonesia, penggunaan jasa ojek juga merupakan teobosan untuk pengiriman barang. Kemmapuan mereka untuk menembus kemacetan, terutama di Jakarta, menjadi nilai plus jasa antaran ini. Meski demikian, kita masih harus menguji keandalan ojek untuk mengantar barang sampai ke alamat. 

Sebenarnya beberapa lembaga telah menggunakan jasa ini untuk mengantar surat dan dokumen. Akan tetapi, publik masih perlu diyakinkan bahwa jasa ojek ini andal dan bisa dipercaya.

Pembawa rantang di India, meski banyak yang buta huruf, telah dipercaya oleh warga bahwa mereka mampu mengantar barang ke tujuan dengan tepat waktu dan sesuai tujuan.

Di tengah kemajuan teknologi, kearifan local masih bisa bertahan dan bahkan menunjang bisnis e-dagang. Sepertinya perpaduan antara krnologi dan kearifan local itu malah akan menjadi bisnis yang lestari. Mereka saling membutuhkan sehingga keuntungan bisnis tidak hanya dimiliki oleh segelintir orang, tetapi juga banyak orang. Mereka bisa merasakan keuntungan di tengah maraknya e-dagang.

No comments:

Post a Comment