Pondok Ilmu Pengetahuan

Friday, July 24, 2015

ORGANISASI



Jejak Peran NU untuk bangsa
Tahun 1825-1830
Ketika terjadi perang diponegoro, ulama dan santri sudah ikut terlibat perperangan. Ketika Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan, ulama seperti Kiai Abdus Salam (Jombang), Kiai Umar (Semarang), dan Kiai Yusuf (Purwakarta) meneruskan perjuangannya.

1936
Dalam muktamar Nahdatul Ulama (NU) telah dibicarakan gagasan terkait pendirian negara Indonesia.

1937
KH Hasyim Asy’ari membentuk Gabungan Politik Indonesia yang salah satu agendanya mendorong bangsa Indonesia berparlemen. Saat itu KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim sepakat, salah satu referensi penting pembentukan negara bangsa indonesia adalah Madinah yang mengedepankan kebangsaan dan menerima keberagaman.

8-12 Desember 1984
Muktamar ke 27 NU di Situbondo menghasilkan dua keputusan. Pertama, menerima Pancasila sebagai satu satunya asa. Kedua, mengembalikan Nu menjadi organisasi social keagamaan sesuai dengan Khittah NU 1926. Dengan keputusan ini, NU melepaskan diri dari keterlibatan politik praktis.

21-22 Oktober 1945
KH Hasyim mengumpulkan ulama se jawa dan Madura. Saat itu difatwakan mati syahid bagi mereka yang tewas melawan tentara sekutu. Inilah yang kemudian dikenal sebagai Resolusi Jihad, di antaranya berbunyi “Soepanja memerintahkan melandjoetkan perdjoeangan bersifat “sabilillah” Oentoek tegaknja Negara Repoeblik Indonesia Merdeka dan Agama Islam”. Seuan ini memicu ribuan pemuda dari seantero Jawa Timur masuk kota untuk mati matian mempertahankan Surabaya pada 10 November 1945 untuk melawan kembalinya Belanda menjadi penjajah pasca penyerahan Jepang.

April 1985
Generasi Muda NU mendirikan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia (Lakpesdam) NU. Organisasi Ini menandai aktivitas generasi muda NU di kegiatan lembaga swadaya kemasyarakatan seiring dengan terpilihnya Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai ketua tanfidziah NU di Muktamar Situbondo. Dalam kurun waktu yang sama aktivis NU juga mendirikan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) NU.

1 Maret 1992
Rapat Akbar NU menghailkan komitmen warga NU untuk peneguhan kehidupan kebangsaan dengan pelaksanaan UUD secara baik dan benar

24 Desember 2000
NU melalui Babser NU berpastisipasi dalam penjagaan perayaan Natal. Saat Peristiwa peledakan bom di malam Natal. Seorang anggota Banser NU, Riyanto (25), tewas akibat ledakan bom di dekar Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur.

18 Maret 2012
NU membentuk Laskar Aswaja untuk merespons keresahan atas radikalisme berbasis agama. Laskar Aswaja dibentuk sebagai penjaga utama Ahlussunnah Wal Jamaah, termasuk untuk membentengi ideologi transnasional yang tidak sesuai konteks keindonesiaan dan menolak radikalisme berbasis agama.

No comments:

Post a Comment